Jennie menyingkap selimut dari tubuhnya setelah bangun pagi itu dengan keringat mengucur di seluruh tubuhnya.
Mimpi panjang akan kehilangan Lisa, wanita yang selama ini mengejar dirinya selama ini, menghantui Jennie.
Jennie sampai bergidik melihat Lisa terbaring di atas aspal, dengan darah mengenang di tubuhnya, sementara Lisa pucat, tidak bernyawa sama sekali.
Kenapa dia sampai bermimpi seperti itu? Jennie tidak suka sama sekali.
Jennie menyingkirkan semua pikiran itu. Selama Lisa mengejarnya, Jennie menyadari bahwa dirinya sudah melontarkan banyak kata-kata jahat pada Lisa.
Akan tetapi tetap saja, memikirkan Lisa sampai mengalami kecelakaan separah itu membuat Jennie takut sekali.
Hari ini pertama kalinya Jennie tidak sabar menunggu jam kerja dimulai, karena disitulah dia akan bertemu dengan Lisa.
Setelah bersiap dan berpakaian untuk pergi bekerja, Jennie keluar dari kamarnya. Di kamarnya, ada Jisoo. Sahabatnya, teman yang berbagi apartemen dengannya itu tampak sudah menyiapkan sarapan.
“Pagi, Jennie. Wah, kau kelihatan kacau sekali.”
“Padahal aku sudah rapi?” Jennie hanya bisa mendengus.
“Ah, tapi kenapa kau bersiap untuk bekerja?”
Jisoo yang heran, membuat Jennie justru semakin heran. Kenapa juga Jisoo bertanya? Bukankah jelas dia akan pergi bekerja?
“Apa maksudmu, Jisoo? Ini hari Senin. Aku justru heran kenapa kau tidak bersiap untuk bekerja?”
Jisoo biasanya rajin dalam pekerjaannya. Dia tidak pernah santai seperti ini. Jadi, kenapa Jisoo tidak bersiap bekerja dan masih mengenakan piyama?
“Wah, apakah kecelakaan itu membuatmu lupa apa yang hari ini akan terjadi?” Tanya Jisoo.
“Apa maksudmu?”
“Kau kecelakaan, Jennie. Tepat setelah Lisa mengatakan bahwa dia akhirnya akan melupakanmu dan memilih untuk bertunangan dengan wanita lain. Kau sungguh lupa itu?”
Jennie menoleh cepat ke arah Jisoo. Apa yang baru saja Jisoo katakan. Jennie hanya ingin menertawakannya. Karena itu hal yang paling tidak mungkin terjadi.
Lisa mau melupakannya. Tidak mungkin. Lisa itu orang yang paling tergila-gila pada dirinya. Mana mungkin Lisa mau melupakan dirinya. Benar?
“Kau pasti bercanda.” Jennie terkekeh. Dia tahu Jisoo sangat suka bercanda tapi ini sudah keterlaluan.
“Jennie...” Ekspresi Jisoo berubah menjadi khawatir.
“Lisa berulang kali mengatakan kalau dia mencintaiku. Bahkan sejak SMA, Lisa mengatakan itu meskipun aku telah menolaknya ribuan kali.”
Jennie hanya ingin tertawa terbahak-bahak atas apa yang baru saja Jisoo katakan. Karena jika memang saat ini Jisoo tengah bercanda, ini tidak lucu sama sekali.
“Memang begitu. Tapi kau berciuman berulang kali dengan Sehun di depan Lisa dan—”
“Itu tidak membuat Lisa berhenti mencintaiku.” Bantah Jennie. Kenapa Jisoo terus mengingatkan betapa parahnya dia menyakiti Lisa?
Jennie tahu itu dan sekarang, melihat Lisa kecelakaan dan dia kehilangan Lisa di depan matanya tepat di mimpinya, Jennie ingin berubah.
“Ada apa denganmu, Jennie? Kau sungguh tidak ingat bagian itu? Lihat ponselmu. Undangannya tersebar di grup. Semua karyawan tahu bahwa Manoban sedang meliburkan semua karyawan karena Lisa akan bertunangan hari ini.”
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfiction(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
