Mata Jennie terbuka dan mendapati sosok yang telah dia duga sebelumnya.
Malam ini, sama seperti malam sebelumnya. Atau lebih tepatnya, dua minggu terakhir dimana Lalisa Manoban, mantan yang sudah dia sakiti terlalu parah karena kebohongan, tidur bersamanya tanpa alasan.
Jennie memiliki seorang ayah yang sedang sakit dan Lisa adalah putri dari pemilik Rumah Sakit dimana ayahnya bekerja.
Taehyung, pacarnya bekerja dengan Lisa.
Pria itu mengatakan bahwa Lisa brengsek. Dan menyuruh Jennie untuk mendekati Lisa, demi mendapatkan pengobatan ayahnya.
Drama pun di lakukan.
Yang tidak Jennie tahu adalah, Lisa justru memiliki sikap yang jauh berbeda jika di bandingkan dengan apa yang Taehyung katakan.
Lisa justru sopan. Dia tidak pernah memaksa Jennie ketika wanita itu belum siap melakukan seks selama dua bulan pertama mereka berpacaran.
Sikap Lisa yang sangat romantis, membuat Jennie tidak menduga perasaannya sendiri. Dia jatuh hati. Dia mencintai Lisa.
Tepat saat Lisa tahu apa rencana dia untuk mendekati Lisa. Sebelum Jennie bisa memberitahu bahwa perasaan yang dia miliki itu nyata.
Lisa hancur. Dia tidak marah pada Jennie, justru terluka.
5 bulan tanpa Lisa. Anehnya, Lisa tidak membatalkan pengobatan ayahnya sampai ayahnya kini baik-baik saja. Tetapi dia... perasaannya hancur.
Lisa muncul di apartemennya setelah 5 bulan menghilang, hanya untuk tidur dengannya, kemudian pergi setelah merasa puas.
Jennie merasa pantas mendapatkan semua perlakuan itu. Namun tetap saja, Jennie merasa terluka.
Karena dia kehilangan kehangatan yang harusnya dia dapatkan. Kehangatan yang dia butuhkan. Lisa selalu menatapnya dengan penuh cinta. Biasanya begitu.
Tapi 2 minggu belakangan, tatapan itu hilang. Tepat saat Jennie menghancurkan hatinya dan Jennie ingin memperbaiki semua ini.
“Lisa, apa kau harus pergi seperti itu?” Tanya Jennie, menggigit ujung bibirnya. Dia tidak ingin Lisa pergi kemana pun.
“Ya. Untuk apa aku disini?” Lisa selesai menarik resletingnya.
“Aku tahu aku telah menyakitimu, tapi—”
“Bagus kalau kau tahu.” Lisa membalas dan Jennie sungguh tidak tahan dengan sikap Lisa yang begitu dingin.
“Jangan pergi.” Pinta Jennie.
Lisa berhenti melangkah. Sesaat Jennie berharap bahwa Lisa merasa kasihan padanya. Tapi wanita itu memutar matanya.
“Jangan harap aku mau melakukan apa yang kau katakan, Jennie. Kau telah menyakitiku. Setelah itu, apa kau masih berharap aku mau bersamamu?”
“Kalau begitu, kenapa kau tiba-tiba muncul di depan apartemenku begitu saja setelah kau pergi? Kenapa?”
Lisa berbalik menghadap Jennie dan Jennie benci mendapati tatapan mata asing yang Lisa perlihatkan padanya.
Ini bukanlah Lisa yang dia rindukan.
“Menurutmu kenapa? Karena aku hanya membutuhkan tubuhmu untuk melampiaskan nafsu. Kau harus mendapatkan itu. Agar kau tidak mudah melupakanku. Tidak juga mudah melupakan apa yang telah kau lakukan padaku. Apa kau mengerti?”
Jennie semakin menunduk. Diam-diam, ada air mata yang hendak menetes.
Lisa benar. Dia pantas mendapatkan ini. Peringatan bagaimana dia dulu menyakiti hati Lisa dengan cara yang paling parah.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfiction(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
