Kebohongan.
Sesuatu yang semua orang benci. Namun sayangnya, ada sebagian orang yang tidak beruntung dan bertemu dengan orang yang membohonginya.
Contohnya Jennie Kim yang tidak pernah beruntung dalam hal percintaan karena dia selalu tertipu oleh orang yang ngaku mencintainya, namun ternyata mereka hanya menginginkan harga yang Jennie miliki.
Dan jujur saja karena hal itu, Jennie tidak bisa mempercayai siapapun untuk mendapatkan hatinya. Dia merasa sepi, sendirian tapi jujur saja, dia tidak bisa membuka hati pada siapapun saat ini.
Meskipun ada seorang wanita cantik yang sungguh bisa dibilang kecantikannya itu tidak pernah Jennie lihat sebelumnya, tetap saja Jennie tidak bisa menerimanya begitu saja.
Karena dibohongi oleh orang berkali-kali, membuat Jennie tidak percaya. Apakah benar masih ada orang yang jujur di dunia ini?
Entahlah...
“Miss Kim?”
Jennie Kim. Seorang pengusaha muda yang saat ini fokus pada pekerjaannya itu, menatap Sana, seorang sekretaris yang datang dengan sopan.
“Ya, Sana? Ada apa?” Tanya Jennie, sedikit membenarkan letak kacamatanya saat ini.
“Ada undangan makan malam lagi.” Kata Sana sambil tersenyum kecil.
“Lalisa Manoban?” Tanya Jennie dan Sana mengangguk.
Itu bukanlah hal yang baru. Satu bulan belakangan ini, Lalisa Manoban yang juga seorang pengusaha muda, sering kali di panggil Lisa, mengirimkan undangan agar mereka makan malam.
Dia dan Lisa pernah melakukan kencan makan malam beberapa kali. Akan tetapi, Jennie dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menganggap kencan apapun, lebih dari kencan persahabatan.
Dan entah Lisa yang tidak pantang menyerah atau tidak peduli, wanita itu kerap kali menunjukkan bahwa dia ingin terus melakukan kencan makan malam dengan Jennie.
“Apakah kau sudah mengatakan kalau aku sedang sibuk saat ini?” Tanya Jennie.
“Ya, miss. Namun seperti biasa, Lisa tidak ingin penolakan apapun. Jika kau tidak datang, dia akan datang ke kantormu.” Kata Sana.
Tanpa Sana menjelaskan, Jennie sudah tahu karena Lisa sudah mengatakan itu berulang-ulang. Namun sejauh ini, Jennie tidak tahu apakah yang Lisa katakan benar atau tidak.
“Baiklah. Diamkan saja undangan itu. Aku belum mau pergi kemana pun saat ini.” Kata Jennie.
Sana yang tidak mungkin ikut campur dengan urusan bosnya sendiri, hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Jennie pun menghela nafas begitu Sana pergi. Dia bersandar pada kursi, lalu dia mencoba untuk kembali bekerja.
*
*
*
Pintu dibuka secara paksa dan sosok yang tidak terduga, datang ke kantornya.
Aromanya semerbak, langsung memenuhi seluruh ruangan dan Jennie mengangkat pandangan, melihat wanita yang baru datang yang kini memasang wajah kesal.
Siapa lagi kalau bukan Lisa?
Ya, Lalisa Manoban. Wanita yang baru saja mengirim undangan kencan itu, datang begitu saja tanpa peringatan apapun.
“Sepertinya, kau tidak terlalu sibuk.” Komentar Lisa.
Jennie melepaskan kacamatanya dan bersandar lebih nyaman di kursi kerjanya dan menatap Lisa dengan satu alis terangkat.
“Aku memang tidak sibuk.” Kata Jennie. “Siapa yang bilang aku sibuk?”
“Lalu kenapa kau tidak membalas undangan kencan malam ini?”
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfiction(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
