LOOK THE BODY

972 68 0
                                        

Lisa mengikuti setiap pergerakan yang Jennie lakukan di depan cermin besar yang terpasang di setiap studio latihan.

Hari ini melelahkan. Latihan lagi dan lagi tanpa ada tanggal pasti kapan mereka akan benar-benar muncul di depan publik sebagai seorang idola yang sebenarnya.

Mereka pikir, menjadi seorang idola adalah hal yang menyenangkan. Mereka memiliki punya banyak fans, menikmati kehidupannya, memiliki banyak uang.

Tapi, apakah mereka pernah melihat setiap proses yang pernah di lewati oleh kebanyakan idol? Tentu saja tidak.

Latihan bertahun-tahun tanpa kepastian, takut bahwa tahun demi tahun yang di lewati pada akhirnya akan terbuang percuma. Yang utama, mereka pada akhirnya selalu mengesampingkan kehidupan pribadi demi sukses menjadi seorang idola.

Kencan adalah hal terakhir yang mereka pikirkan. Sayangnya, Lisa tidak bisa berpikir begitu tentang satu sahabatnya itu.

Satu tahun.

Satu tahun Lisa memperhatikan dan menyadari bahwa dia memiliki perasaan yang berbeda pada Jennie.

Dia selalu suka momen latihan. Karena sekarang, dia menikmati lekuk tubuh Jennie yang sempurna, berkeringat, bergerak dengan indah di depan cermin.

Matanya menggoda, menceritakan banyak hal, yang terpenting adalah ekspresinya juga.

Astaga...

Lisa mampu duduk selama berjam-jam hanya untuk menikmati cara tubuh Jennie bergerak di depan cermin, menunjukkan kemampuannya dalam menari.

Itu lebih dari sekedar godaan. Perasaan Lisa tidak bisa berhenti sampai disitu. Karena Lisa diam-diam merasa terangsang karena setiap gerakan Jennie.

Sahabatnya yang mungkin tidak akan pernah mengetahui perasaan yang dia miliki sampai kapan pun.

Ereksinya diam-diam berdenyut setiap dia menatap pantat Jennie yang berlekuk, pinggulnya yang terus bergoyang dan terkadang, dia harus menahan diri.

Jennie memiliki kebiasaan menggigit ujung bibirnya saat dia sedang menari.

Jika tubuhnya saja sudah cukup menggoda, Lisa selalu merasa tersiksa ketika Jennie memberikan gerakan kecil itu.

Jennie adalah sahabatnya dan Lisa diam-diam merasa sangat terangsang oleh sahabatnya setiap pelatihan di mulai.

Belum lagi fakta bahwa Jennie selalu ada di sekitarnya karena mereka berada di kamar yang sama. Itu hanya membuat Lisa merasa kegilaan yang hampir tidak bisa dia tahan.

“Kau tahu? Kau harus mencoba untuk tidak meneteskan air liur setiap Jennie menari.” Bisik Chaeyoung di samping Lisa.

Lisa menoleh dan Jisoo yang mendengarkan hal itu, tertawa kecil.

Keduanya juga sahabat Lisa. Tapi tidak seperti pada Jennie, Lisa menyayangi keduanya sebagai sahabat. Tidak pernah lebih daripada itu.

Keduanya... adalah sepasang kekasih.

Tidak ada yang tahu tentang hal itu, tentu saja. Lisa tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka berdua jika para atasan tahu jika ada calon idola yang sudah berkencan.

Bukan hanya kencan, tapi juga menjadi seorang lesbian. Pasti itu akan membuat para atasan terguncang. Tapi hebatnya, Jisoo dan Chaeyoung bisa saling mengendalikan perasaan masing-masing hingga terkadang, mereka hanya tampak seperti kedua sahabat yang suka menghabiskan waktu bersama.

“Kalian berdua benar-benar brengsek. Diamlah.” Gerutu Lisa, memutar matanya.

“Aku tahu dia sangat seksi. Tapi tidak bisakah kau bertahan? Maksudku, jangan terlalu jelas, Lisa.” Jisoo berkata.

JENLISA ONESHOOT (GIP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang