Jennie Kim merasa tertekan dengan mimpi yang belakangan ini di alaminya. Bertemu dengan kedua sahabatnya selalu membantu dan dia bersyukur akan hal itu.
“Kau seperti sampah. Jujur saja.”
Itu komentar jahat. Tapi dari mulut Jisoo? Jennie sudah terbiasa dan dia hanya terkekeh.
“Menurutmu aku tidak tahu?”
“Ada apa?” Tanya Chaeyoung.
Kedua orang itu berpacaran. Tidak mengherankan. Kedua sahabatnya itu telah bersama sejak kuliah. Fakta bahwa sejak kuliah mereka tinggal bersama, akan heran jika keduanya tidak berpacaran.
“Aku mimpi aneh.” Gerutu Jennie.
“Tentang apa?”
“Persiapan pernikahan dan segala macam.”
Jennie menolak untuk memberitahu bahwa ada wanita tertentu yang muncul dalam pikirannya. Kedua sahabatnya akan berteriak keras jika tahu, dia bermimpi basah karena seorang wanita.
Keluarganya akan mengamuk dan mungkin membawanya ke gereja, membiarkan pikirannya di jernihkan oleh kata-kata dari alkitab.
Tapi Jennie? Jennie membiarkan dirinya menyentuh dirinya sendiri saat mimpi-mimpi itu terus muncul dalam benaknya.
Jennie menganggap itu karena dirinya kurang seks dari calon suaminya. Mereka berdua sibuk, jarang bertemu. Pernikahan di atur oleh keluarga.
Jennie tidak peduli dan tidak mau memikirkan itu. Saat memiliki waktu kosong, dia memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan kedua sahabatnya.
“Segala macam apa?” Tanya Jisoo, mengangkat satu alisnya.
“Tidak ada. Hanya tekanan karena persiapan pernikahan.” Kata Jennie, menyeruput es jeruknya. Rasanya menyegarkan.
“Aku masih dengan pikiranku sendiri. Seharusnya kau tidak menikah. Tidak dengan pria itu.” Kata Chaeyoung.
“Namanya Jungkook.” Jennie menatap Chaeyoung datar. “Dan kau begitu karena saat kuliah dulu, pria itu pernah mendekatimu.”
“Itulah alasan aku tidak setuju. Aku tahu pria itu dan kau juga tahu. Dua kali selingkuh, Jennie. Benarkah? Kau akan menikah dengan pria itu?”
Jennie memijat pangkal hidungnya. Itulah faktanya. Jungkook memang berselingkuh, dua kali di ruang kerjanya dan Jennie tahu itu.
Jennie memberitahu pada orang tuanya tentang hal itu. Tapi di mata kedua orang tuanya, Jungkook tidak pernah salah.
Kalau pun dia memberitahu mereka, yang ada Jennie yang di salahkan. Mereka pikir, Jungkook berselingkuh karena kesalahannya.
Dan semuanya termaafkan karena orang tuanya. Jennie hanya mengikuti apa yang mereka katakan. Itu bukan masalah besar dan Jennie tidak peduli.
“Orang tuaku sangat mencintainya.” Kata Jennie.
“Jadi? Kau yang akan menikah dengan pria itu, bukan orang tuamu, kan?”
Jennie menatap kedua sahabatnya. Mendekati pernikahan, percakapan ini terus menerus di lakukan.
Dan dengan setiap tekanan yang ada, Jennie yang semula tenang dengan pernikahan, menjadi gelisah.
Belum lagi beberapa minggu ini, seorang wanita muncul dalam mimpinya dan itu kacau.
Disaat mereka kembali bicara, suara motor terdengar dari luar restoran dan ketiga wanita itu menoleh serempak pada sumber suara.
“Apakah itu Lisa?” Tanya Jisoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfiction(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
