TOGETHER WITH THE EX

1.2K 35 0
                                        

Seorang bayi berumur 4 bulan, meluluhkan hati Jennie.

Saat Jennie mengunjungi sebuah panti asuhan, Jennie melihat banyak bayi. Pihak Rumah Sakit tempat Jennie bekerja, memiliki kunjungan ke panti asuhan.

Disana, mereka melakukan banyak perawatan pada anak-anak yang kurang beruntung tersebut.

Lalu kemudian, Jennie memeriksa bayi cantik yang umurnya baru 2 bulan itu. Dia jatuh hati.

Dari situ, dia mengunjungi tempat tersebut berulang kali. Dia benar-benar jatuh cinta pada bayi tersebut.

Hingga akhirnya setelah memikirkan banyak pertimbangan selama sekitar 2 bulan lamanya, Jennie ingin mengadopsi bayi tersebut.

Ya, itu waktu yang lama untuk sebuah pertimbangan. Tetapi wajar saja. Karena memang, mengadopsi tidak akan semudah itu apalagi Jennie tidak memiliki pasangan sama sekali.

Dia akhirnya mengajukan surat adopsi minggu lalu. Ternyata menurut pihak panti, tidak masalah jika sang pengadopsi tidak memiliki pasangan karena yang terpenting, bayi jatuh ke tangan yang memiliki keuangan yang stabil.

Dan sebagai dokter, tentu saja keuangan Jennie sangat stabil dan Jennie merasa sangat percaya diri ketika dia pergi ke panti asuhan akhir pekan ini.

“Baiklah. Ella sayang, aku sangat siap untuk menjemputmu. Tunggu aku, ya?” Kata Jennie, bergumam sembari tersenyum.

Dia membayangkan momen dimana dirinya menggendong bayi Ella, memberi susu dari botol yang di sediakan panti. Dia bahkan sempat mengganti popok bayi tersebut dan semua itu terasa sangat menenangkan hatinya.

Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, Jennie tiba di panti asuhan. Dia semakin gembira dan tidak sabar dengan semua ini. Dia ingin melihat Ella saat ini juga.

“Nona Jennie? Kau datang lagi! Kau tidak memberi kabar pada kami kalau kau akan datang.” Seorang perawat di panti tersebut tentunya terkejut melihat Jennie.

Jennie mengerti. Dia sudah satu bulan tidak berkunjung. Belum lagi, dia juga mengurus surat adopsi. Itu semua mengambil seluruh waktu hingga Jennie tidak bisa datang begitu saja.

“Maafkan aku. Aku sibuk dengan banyak hal dan baru bisa mengunjungi panti sekarang. Tapi, bolehkah aku melihat Ella? Aku sangat merindukannya.” Pinta Jennie dengan penuh harap.

Senyum perawat itu goyah.

Jennie memperhatikan sekilas dan jantung Jennie berdegup kencang. Oh, tidak, tidak! Apakah sesuatu terjadi pada bayi menggemaskan itu?

“Perawat, ada apa? Kenapa kau... Ella baik-baik saja, kan?” Tanya Jennie. Jika sesuatu terjadi pada Ella, Jennie tidak bisa membayangkan bagaimana hancur hatinya saat ini.

“Aku... bagaimana menjelaskannya, ya? Bagaimana kalau kita duduk dulu?” Tawar perawat.

Jennie merasakan pikirannya kosong. Yang dia inginkan adalah pergi ke Ella saat ini juga. Dia tidak mau duduk karena duduk saja tidak akan menenangkan hatinya yang gelisah saat ini.

“Bisakah kau mengatakannya saja?” Tanya Jennie yang tentunya menolak untuk duduk.

“Perawat, lihatlah! Ella tidur di pelukanku.”

Dan suara itu!

Suara yang amat di kenal olehnya itu, terdengar begitu saja. Baik Jennie maupun perawat itu menoleh.

Jennie menatap Lisa. Lalisa Manoban. Seorang dokter muda yang posisinya jauh berada di atasnya di tempat dimana dia bekerja yang juga adalah, mantan kekasihnya tengah menggendong Ella.

“Jennie, apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya Lisa. Ekspresi wajahnya tampak kesal dan sama sekali tidak suka.

Meski mereka bekerja di Rumah Sakit yang sama, mereka jarang sekali bertemu karena Lisa memiliki posisi tinggi sementara Jennie hanyalah dokter biasa.

JENLISA ONESHOOT (GIP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang