Apa yang Lisa inginkan, akan Lisa dapatkan.
Sekiranya, itulah yang Lisa pikirkan saat dia menatap asisten rumah tangganya yang baru, muda dan sangat seksi.
Lalisa Manoban, berumur 18 tahun, seorang anak dari keluarga kaya raya dan tentu saja, kedua orang tuanya berasal dari keluarga terpandang.
Jatuh hati pada seorang asisten rumah tangganya yang baru saja datang dari Busan. Membutuhkan sebuah pekerjaan dan rela melakukan apa saja demi pekerjaan.
Entah bagaimana dan darimana, ibunya berhasil menarik seorang wanita muda itu.
Jennie Kim namanya dan umurnya baru menginjak umur 21 tahun. Tidak melanjutkan kuliahnya karena terhalang oleh biaya dan memilih untuk bekerja menjadi asisten rumah tangga di rumah Manoban.
Dan dia baru bekerja selama dua bulan di rumah ini.
Sampai saat ini, Jennie Kim sedikit berbicara pada Lisa dan Lisa hanya bisa memandangi Jennie dari kejauhan.
Dia kagum dengan cara Jennie bekerja dan tidak malu di usianya yang muda, bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Gadis itu kelihatannya sangat polos dan sangat cantik. Tubuhnya... bisa Lisa berani katakan sangat seksi.
Pantatnya bulat. Bukannya Lisa dengan sengaja memeriksa tapi... baiklah. Itu adalah sesuatu yang tidak disengaja.
Ibunya menyuruh Lisa untuk memanggil Jennie pada saat itu dan Lisa memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan bertepatan dengan Lisa yang hendak mengetuk pintu, rupanya Jennie tidak menutup pintunya dengan benar.
Pada saat itulah Lisa tidak menyangka dengan apa yang dia lihat.
Punggung Jennie menghadap pintu. Yang tidak sedang memakai apapun, Lisa akhirnya melihat pantat bulat yang selalu tersembunyi di balik baju longgar yang Jennie pakai.
Dan kemudian, Jennie memiringkan tubuhnya hingga menyamping hingga mata Lisa bisa melihat payudara kencang milik Jennie.
Sebagai seorang anak muda, hasratnya terlalu menggebu-gebu. Itu tidak pantas dan seharusnya, dia pergi begitu dia melihat itu.
Tapi tidak.
Lisa menatap itu dengan sangat lama. Bahkan ketika ereksinya tumbuh, Lisa tak peduli dan pada saat itulah dia tahu, bahwa keluarganya memiliki asisten rumah tangga yang seksi dan Lisa sangat menginginkannya.
Dan hari ini, sama seperti hari-hari sebelumnya, Lisa tidak bisa mengendalikan tatapan matanya terhadap Jennie. Wajahnya, tubuhnya, setiap pergerakannya dan senyum kecilnya.
“Apakah ada yang kau butuhkan, nona?” Tanya Jennie dengan sopan.
“Tidak, tidak. Aku tidak membutuhkan apapun. Tapi Jennie? Bukankah aku sudah sering menyuruhmu memanggilku dengan sebutan Lisa? Kenapa kau masih memanggilku seperti itu?” Lisa protes.
Sebutan nona membuat mereka kurang intim dan Lisa tidak menyukainya sama sekali. Dia ingin namanya disebut oleh bibir yang indah dan tampak lezat itu.
“Maafkan aku.” Jennie menunduk.
“Katakan dan panggil aku dengan benar?” Perintah Lisa, menatap Jennie dengan tajam, menusuk, penuh keinginan.
“Lisa.” Katanya dan suara itu terdengar sensual saat keluar dari mulut Jennie.
Menghantar denyutan yang tidak mengejutkan ke selangkangannya. Sialan. Gairah anak muda memang sulit untuk di kendalikan.
“Bagus sekali. Biasakan memanggilku dengan nama itu karena aku curiga, kau akan sering memanggilku begitu.”
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfiction(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
