ENEMIES CAN SLEEP TOGETHER

1K 52 0
                                        

Sudah berulang kali, Lisa menghela nafas saat melihat nama daftar yang kemungkinan besar akan dia bawa untuk kencan ketika perayaan ulang tahun perusahaan keluarganya di adakan.

Pandangan Lisa tertuju pada sekretaris ayahnya. Bernama Park Chaeyoung, umurnya hampir seumur dengan dirinya. Rambut pirang terurai dan senyum takut muncul di wajahnya ketika Lisa menatapnya.

"Kau tahu kan bahwa Jennie Kim adalah anak dari musuh keluargaku?" Tanya Lisa, heran. "Kenapa dari sekian banyak kandidat yang kemungkinan bisa pergi kencan denganku, dia memenangkan hal itu?"

Chaeyoung tampak terkejut dan mendekati Lisa. Dan Lisa hanya bisa mendesah lagi. Tentu saja, Chaeyoung tidak begitu teliti untuk memperhatikan siapa saja yang mendaftarkan diri menjadi calon teman kencannya.

"Tapi, kenapa dia mendaftarkan diri sebagai teman kencanmu?" Tanya Chaeyoung, lebih pada dirinya sendiri.

"Apakah kau bodoh atau apa? Tentu saja dia bisa mencari informasi yang bisa saja menjatuhkan bisnis keluargaku." Gerutu Lisa. "Coret nama Jennie Kim. Aku tidak mau kencan dengannya sama sekali."

"Tapi-"

"Chaeyoung, sekali tidak tetap tidak." Kata Lisa. "Aku menolaknya. Jika semua kandidat ini tidak lulus seleksi, kau buka seleksi kedua. Tanpa Jennie Kim, mengerti?"

Chaeyoung jelas memiliki ekspresi penuh ragu di wajahnya. Namun Lisa berusaha untuk tetap tegas dalam hal ini.

Dia tidak akan mungkin dengan bodohnya menyelipkan musuh ke sebuah pesta perusahaan keluarga. Lisa sendiri menjunjung tinggi pada perusahaan yang di kelolanya.

Nama Manoban memang sudah besar. Namun sejak Lisa mulai turut memimpin perusahaan, perusahaan semakin maju dan tentu saja, Lisa tidak mau membuat jerih payahnya menjadi dia-sia.

Saat jam makan siang, Lisa hendak pergi ketika Chaeyoung memberi pengumuman di telepon.

"Nona, Jennie Kim menyalonkan diri lagi." Kata Chaeyoung yang membuat Lisa kesal.

Sebenarnya, ada apa dengan wanita itu?

***

Pintu ruang kerja Lisa di dobrak pada keesokan harinya, pada saat jam-jam siang yang memusingkan. Hanya untuk menemukan seorang wanita yang sangat dia kenal, namun tak ingin dia temui.

Jennie Kim.

Lisa melepaskan kacamatanya. Dengan mata yang menyipit, Lisa berdiri dengan cepat dan mencoba menyingkirkan berkas-berkas penting yang kemungkinan besar bisa musuhnya itu lihat.

Kepercayaan diri Jennie Kim saat melangkah membuat Lisa memutar matanya. Ekspresi wanita itu tampak lebih kesal, marah akan sesuatu dan Lisa bahkan tidak mau tahu apa yang membuat wanita itu marah.

"Kau!" Bentak Jennie, hampir saja menerjang Lisa. Lisa menyingkir tepat waktu dan Jennie nyaris saja menjatuhkan tubuhnya ke lantai. "Sialan, Lalisa Manoban!"

"Ada apa, Jennie Kim?" Tanya Lisa, melipat tangan di depan dada dengan satu alis terangkat.

"Kau! Berani sekali kau menolakku!" Jennie menggeram penuh kemarahan.

"Ah, Jennie Kim..." Lisa terkekeh sinis menyadari alasan Jennie datang untuk menemuinya. "Sungguh mengejutkan bahwa kau berusaha keras untuk menyelinap masuk ke kantorku. Tidak mengerti apa yang kau harapkan tapi kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan."

Agaknya hal itu semakin menyulut perasaan marah Jennie dan Jennie melangkah kendati mereka kini sudah dekat. Ketika Jennie menempelkan payudaranya di dada Lisa dengan postur tubuh yang menantang, Lisa mencoba meneliti apakah Jennie menyadari apa yang sedang di lakukan wanita itu.

JENLISA ONESHOOT (GIP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang