“Kamu harus menemukan seseorang yang rela mengurusmu, dengan tulus menyayangimu, lalu kemudian jika dia menciummu, kau akan menjadi sepenuhnya menjadi seorang manusia utuh.”
Empat kaki kecil itu melangkah kecil, melihat orang-orang di depan kampus.
Menanti seseorang yang selalu memanjakannya. Kakinya menggali tanah, Jennie merasa bersemangat.
Kata-kata dari ibu peri Jisoo terngiang di benaknya.
Seseorang yang tulus mencintainya harus menciumnya dan Jennie akan menjadi seorang manusia sepenuhnya.
Mungkin sebagian orang, tidak mempercayai ini. Kedengarannya, seperti dongeng rakyat yang konyol.
Namun begitulah adanya. Jennie dikutuk menjadi seekor kucing yang lucu. Sudah hampir tiga tahun dia seperti ini.
Kesalahannya pada saat itu adalah, Jennie berbuat jahat pada manusia. Pada saat itulah, ibu peri Jisoo yang entah datang darimana, mengutuknya.
Jennie menangis. Tapi tangisan itu kini hanya terdengar seperti ngeong yang menyedihkan.
Dan sekarang, Jennie sudah menerima nasibnya untuk menjadi seorang kucing. Meski begitu, Jennie memiliki harapan untuk menjadi manusia lagi.
Dia hanya perlu seseorang yang mencintainya untuk menciumnya dan dia yakin, dia sudah menemukan orang itu.
Mata kucing Jennie berbinar ketika melihat kehadiran Lisa yang baru saja keluar dengan sekelompok gadisnya.
Jennie mengeong, kaki kecilnya berlari ke arah Lisa. Begitu dekat, dia mencakar sepatu Lisa, membuat Lisa menunduk sambil menatap sepatunya.
“Ah, ini dia! Ruby!” Seru Lisa, langsung menggendong Jennie yang berbentuk anak kucing.
Lisa, maukah kau menciumku?
Jennie menatap Lisa dengan penuh harap.
“Ya ampun! Kau lihat matanya! Dia lucu sekali!” Pekik Chaeyoung, menangkup kepala kecil si kucing dan menciumnya dengan penuh semangat.
Lisa terkekeh dan mengusap kepala Jennie yang masih berbentuk kucing.
“Benar, kan? Dia sangat lucu. Aku menyayanginya.” Lisa memeluk Jennie yang berbulu dengan sangat erat.
“Kenapa kau tidak membawanya pulang saja? Kasihan dia harus tinggal di luar.” Kata Chaeyoung.
Benar, Lisa. Temanmu benar sekali. Aku kucingmu. Tapi kau tidak pernah mau membawaku. Kenapa?
“Entahlah. Sepertinya Minnie tidak suka ada binatang di apartemen kita.” Kata Lisa, menatap Jennie dengan penuh kesedihan.
Siapa itu Minnie? Apakah dia pacarnya?
Jennie menggeram memikirkan itu. Lisa adalah miliknya dan tak boleh ada siapapun yang memilikinya.
Mendengar Jennie menggeram, Lisa pun terkekeh dan mengusap pipinya ke puncak kepala Jennie.
“Aku tahu kau kesal karena tidak bisa ikut denganku. Maafkan aku, Ruby. Tapi, ayo kita beli makanan untukmu, ya?”
Sambil keluar dari halaman kampus, Lisa melangkah bersama Chaeyoung ke mini market. Mereka membeli makan malam untuk mereka berdua, dan Lisa tak lupa membeli makanan untuk Jennie juga.
Chaeyoung dan Lisa menikmati makan malam mereka saat ini.
Lisa memakan mie instan pedas dengan sosis yang dibelinya. Jennie di samping kursi Lisa, memakan makanan yang Lisa berikan.
“Kenapa sih kau takut sekali dengan Minnie? Maksudku, ayolah... kau yang punya apartemen itu! Kenapa kau bersikap seolah Minnie mengeluarkan uang untuk kalian?” Kata Chaeyoung.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfiction(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
