Apa yang di lakukan ketika hidup dalam lingkup pernikahan karena perjodohan?
Bahagia atau menangis?
Kiranya, tak ada yang bisa membuat bahagia Jennie sejak hari pernikahan di langsungkan.
Dua bulan lalu tepatnya, kehidupan Jennie Kim sepenuhnya berubah. Dia yang biasanya di kelilingi oleh ketiga kakak laki-lakinya, kini hidup sendirian.
Dia telah menikah dan sejak dua bulan lalu menikah, dia merasa kesepian. Bagaimana tidak?
Lalisa Manoban, orang yang di jodohkan dengannya itu benar-benar menghindari dirinya. Membiarkan dirinya berada dalam kehidupan yang membosankan.
Lisa adalah seorang pengusaha yang sangat sibuk. Dia telah di jodohkan oleh Jennie sejak dulu. Rupanya, keluarga mereka mengenal baik secara diam-diam dan mengatur perjanjian jika keluarga Kim melahirkan seorang gadis, akan di jodohkan dengan keluarga Manoban yang hanya memiliki satu-satunya anak.
Dan begitulah pada akhirnya dua keluarga bersatu dalam perjodohan dan mereka mengharapkan keturunan.
Sayangnya, Lisa sepertinya tidak tertarik pada Jennie.
Sering kali, Lisa menghindar darinya. Mereka bahkan tidak tidur di kamar yang sama. Lisa tidur di lantai atas sementara Jennie berada di lantai bawah.
Lisa selalu pergi pagi sebelum Jennie sempat bangun dan pulang pada larut malam. Jennie sempat mencurigai bahwa Lisa mungkin saja memiliki wanita lain diluar sana.
Namun tidak. Dia pernah meneliti semuanya dan Lisa hanya sibuk bekerja. Pekerjaan itulah yang membuat Jennie di tinggalkan sendirian.
“Kau tidak bisa terus berdiam diri seperti ini, Jennie.”
Suara lembut Jisoo, salah satu asisten rumah tangga yang banyak membantunya selama Jennie berada di rumah itu terdengar dan Jennie menoleh.
“Apa? Kau mengatakan sesuatu?”
“Dua bulan telah berlalu. Keluarga Kim maupun Manoban menunggu keturunan dari kalian dan kalian masih saja seperti ini.” Kata Jisoo.
Jisoo adalah orang kepercayaan Lisa juga. Sudah sejak Lisa kecil, Jisoo bekerja di rumah ini. Itulah kenapa Jisoo lebih berani mengutarakan pendapatnya di bandingkan orang lain yang bekerja disini.
“Aku sangat menyadari hal itu. Bukan berarti aku tidak pernah memikirkannya.” Keluh Jennie.
“Lalu? Kenapa kau tak melakukan sesuatu?”
“Bagaimana bisa? Lisa saja menghindariku selama ini.”
“Dekati dia.”
“Aku tak bisa melakukannya.”
“Kenapa?” Jisoo menatap Jennie. “Kenapa kau tidak bisa mendekati pasanganmu sendiri?”
“Karena... aku merasa sudah melanggar privasinya dan aku bukan tipe orang seperti itu, Jisoo.”
“Kalau begitu, biar aku beri saran. Dekati saja dia. Lisa mungkin terlihat keras dari luar. Tapi, Lisa sebenarnya lemah. Dia lemah dengan sentuhan dan kasih sayang. Perlihatkan saja betapa kau peduli padanya. Aku yakin, dia akan berubah.”
“Kenapa aku? Kenapa dia tidak bisa memulai yang pertama untukku?” Jennie balas menatapnya. Dia tak berpengalaman dalam mendekati seseorang. Dia tak berani mendekati Lisa.
“Jadi, kalian hanya akan saling menunggu?” Tanya Jisoo.
“Aku tidak tahu!” Bantah Jennie.
“Apakah kau tak ingin memberikan keturunan pada keluarga kalian?” Tanya Jisoo lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfic(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
