CAN I CHANGE?

792 50 0
                                        

Agaknya, dekat dengan seorang kutu buku menjadi musibah, mungkin bagi sebagian orang.

Sebagai seorang kutu buku, Lisa menyadari betul kalau tidak mau ada orang yang dekat dengannya.

Bukan karena Lalisa Manoban jelek. Karena serius, tidak ada nama Manoban yang jelek. Contohnya adalah Irene, kakaknya.

Irene Manoban memiliki visual yang menjulang tinggi. Di sekolah, dia populer dan berteman dengan siapa saja. Semua pria dan bahkan wanita, mau berteman dan berkencan dengannya.

Ada lagi sepupunya. Sehun Manoban.

Si pemain basket yang terkenal di kalangan wanita. Semua orang bisa menjerit hanya dengan melihat senyum pria itu.

Dan Lalisa Manoban pun begitu. Secara visual, Lisa memiliki rahang yang tegas, bentuk wajahnya kecil, sangat imut. Matanya bulat, memiliki kecantikan seperti barbie. Dia juga tinggi, tubuhnya bagus.

Sayangnya, memilih menjadi penyendiri dan pemalu membuat orang menjadi enggan untuk mendekatinya.

Lisa lebih suka berada di perpustakaan dari pada harus bertemu dengan orang lain. Entahlah, bagi Lisa bertemu dengan seseorang itu melelahkan.

Untuk urusan percintaan, jangan ditanya lagi. Sejujurnya, Lisa tidak tahu apapun.

Selama 17 tahun, tidak pernah Lisa berkencan dengan siapapun. Tapi, bukan berarti dia tidak pernah menyukai siapapun.

“Nah, kau harus mulai berhenti memperhatikan kekasih hatimu itu.” Bisik Irene.

Lisa yang sedang memperhatikan seseorang yang sedang tertawa bersama sepupunya itu, menoleh pada kakaknya.

“Aku tidak memperhatikan siapapun.” Gumam Lisa, menunduk dan kembali fokus pada bukunya dengan wajah datar.

“Kau boleh berbohong pada siapapun. Tapi tidak padaku, anak cantik.”

“Aku bukan anak-anak.” Lisa menepis tangan Irene yang menepuk puncak kepalanya.

Irene terkekeh. Malam ini adalah makan malam keluarga. Entah kenapa, Sehun membawa Jennie, nama dari gadis yang dia sukai beberapa bulan belakangan ini.

Semuanya terjadi begitu saja. Seperti tanpa alasan. Lisa tiba-tiba jatuh hati pada wanita itu.

Semuanya dimulai ketika saat jam olahraga. Lisa melakukan sesuatu yang memalukan dan semua orang menertawakannya.

Dan dia. Gadis cantik itu adalah satu-satunya orang yang menatapnya tanpa tertawa, lalu memberikan senyum kecil seolah menyemangatinya.

Begitu sederhana, tapi bagi Lisa yang tidak memiliki siapapun, itu menjadi kesan luar biasa baginya.

Jennie mirip dengan Irene dan Sehun. Meski kepopulerannya masih di bawah nama Manoban, Jennie populer bersama kedua teman yang setia di sampingnya.

Jisoo dan Chaeyoung namanya. Keduanya memiliki visual yang sangat sempurna juga.

Tapi bagi Lisa, semua visual akan tertutup dengan kebaikan dan satu senyum sederhana yang pernah Jennie berikan, khusus padanya.

Kecemburuan membengkak di dadanya saat Jennie bukan hanya tersenyum lembut dan sopan, namun tertawa dan bicara panjang lebar dengan Sehun, sepupunya.

Terkadang Lisa pun menyadari kalau entah Jennie atau Sehun, melirik ke arah Lisa.

Mungkin mereka sedang menertawakan kebodohan dirinya yang tidak bisa bergaul, pikir Lisa sedih.

Dia ingin menangis karena pemikirannya sendiri.

“Aku mau pergi ke kamar saja.” Kata Lisa, sambil segera berdiri.

JENLISA ONESHOOT (GIP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang