TOO FAST

911 41 0
                                        

Lisa menatap sekretarisnya dengan kepala yang hampir pecah.

Sekretaris yang baru bekerja selama dua minggu. Tengah dalam penerbangan menuju Korea.

Dan ya, alasan utama Lisa mempekerjakan Jennie Kim adalah, Jennie adalah seorang wanita yang pandai.

Dia bisa bicara dengan beberapa bahasa. Lisa sering berada di Korea dan dia kurang fasih dalam berbahasa Korea.

Saat perusahaannya yang berada di LA membuka lowongan pekerjaan, kemudian mendapati bahwa salah satunya ternyata memiliki kehebatan dengan beberapa bahasa yang di butuhkan, tentu saja Lisa tidak membuang kesempatan itu.

Namun sekarang, dengan mereka yang memiliki penerbangan panjang, tiba-tiba saja Lisa merasa kepalanya pecah.

“Katakan padaku, Jennie. Aku ingin kau bicara sekarang juga.” Desak Lisa. “Apakah bayi itu milikku?”

Jennie menunduk, air mata jatuh ke pipinya. Namun Lisa tidak suka melihatnya. Dia tak butuh tangisan itu.

Hari pertama Jennie kerja, Lisa melakukan penyambutan. Hari itu memang agak berlebihan. Keduanya mabuk.

Lisa akui, bahwa sekretarisnya itu, meski tubuhnya tidak begitu tinggi, akan tetapi wanita itu bertubuh seksi, cantik, tidak menunjukkan kepolosan, terutama saat mabuk.

Mereka berdua terlalu terbawa suasana. Para karyawan lain pergi, mereka mulai melanjutkan mabuk mereka.

Lalu mereka berciuman dan entah bagaimana, mereka berakhir di hotel.

“Aku tidak mengerti, Nona Manoban. Bagaimana bisa? Aku minum pil! Demi Tuhan, aku tidak pernah melupakan itu!” Kata Jennie, menangis.

Di tangannya, ada alat tes kehamilan yang menunjukkan bahwa Jennie memang positif hamil.

Wanita itu mengakui bahwa dia sudah curiga dan ketika dia muntah-muntah bahkan di dalam pesawat, dia memutuskan untuk memeriksa.

Pada akhirnya, Lisa menyadari ada yang salah. Dengan desakan yang begitu memaksa, Jennie pun mengakui bahwa dirinya hamil.

“Itu milikku? Apakah kau pernah tidur dengan orang lain selain aku setelah pesta itu?”

“Aku kerja sampai larut malam, bahkan lembur di beberapa malam denganmu, Nona Manoban. Mana mungkin aku memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang lain?” Jennie menatap Lisa dengan mata yang memerah. Dia menangis.

Sial! Sial! Itu benar sekali! 

Jennie selalu bersama dirinya, kapan pun itu. Lisa menyisir rambutnya ke belakang.

“Ya Tuhan, tidak mungkin! Bagaimana mungkin aku melakukan kesalahan ini?” Desah Lisa, lalu dia menatap Jennie. “Apa yang akan kau lakukan sekarang?”

“Apa lagi? Aku akan membuangnya! Aku tidak bisa mempertahankannya. Aku hamil dengan bosku! Ya Tuhan, itu bukan sesuatu yang bisa aku banggakan.”

Lisa terdiam. Itu benar. Menghamili sekretarisnya, kedengaran seperti skandal besar. Lisa merasa sangat takut sekarang.

Mereka baru bekerja selama 2 minggu. Bagaimana bisa secepat itu mereka, dua orang asing yang hanya di pertemukan karena pekerjaan, tiba-tiba saja harus berurusan dengan hal seperti ini?

Ini terlalu cepat! 

“Kau yakin ingin membuangnya?” Tanya Lisa. Entah kenapa, dia merasa hal itu tidak benar.

“Aku tidak mau hamil di umurku yang masih muda. Belum lagi, aku tidak mau mengurus bayiku sendiri. Tidak akan terjadi apapun di antara kita. Aku tidak mau, kita harus melakukan sesuatu hanya karena janin ini, oke?” Jennie juga tampaknya lebih frustasi dari Lisa sendiri. 

JENLISA ONESHOOT (GIP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang