SUBMIT TO ME

791 48 0
                                        

Entah itu di akhir pekan atau bukan, kasino akan selalu ramai pengunjung. Faktanya, mereka yang memiliki banyak uang, akan berlomba-lomba menghabiskan uangnya di sana.

Dan siapa yang mendapatkan keuntungan dari semua itu? Tentu saja, sang pemilik.

Lalisa Manoban menatap layar dari laptop, yang menunjukkan betapa sibuknya kasino miliknya itu dari CCTV. Bangga dengan dirinya yang bisa mendirikan tempat seperti itu.

Para wanita nakal, menjual dirinya dengan cara yang menggoda di kasino. Yah, sebenarnya ini tempat yang sangat sibuk dan populer di kalangan atas.

“Jungkook, aku harus pergi dulu ke suatu tempat dengan Jisoo. Tolong pastikan tidak ada satu pun yang membuat keributan.” Lisa memakai jasnya, menatap Jungkook yang mengangguk.

Jungkook adalah orang kepercayaannya sementara Jisoo adalah asisten pribadinya yang selalu ikut kemana pun dia pergi.

“Madam Lisa, siap pergi?” Tanya Jisoo.

“Bagaimana dengan pencarian?”

“Belum menemukan yang tepat.”

“Pencarian apa?” Jungkook yang heran, bertanya pada Lisa dan Jisoo lalu duduk menggantikan Lisa untuk memantau CCTV dari layar laptop.

“Ini, loh... Lisa sangat ingin seorang wanita yang penurut. Dia ingin bisa mengurus wanita muda, membiayainya, dan terutama penurut di tempat tidur.”

“Kenapa harus mencari? Wanita di tempat ini kan banyak yang seperti itu.” Jungkook heran dengan penjelasan Jisoo.

“Bukan wanita seperti itu. Mereka menurut karena aku memiliki uang. Tapi, aku menginginkan wanita yang polos.” Lisa menyeringai.

Mendengar itu, Jungkook menggelengkan kepala. Sejak awal bertemu, dia sudah tahu keinginan Lisa adalah memiliki seorang gadis yang polos.

Lisa adalah wanita yang kuat dengan godaan. Banyak wanita disini yang menggodanya, genit, bahkan dengan terang-terangan mencoba menyentuhnya.

Tapi tak satu pun dari mereka yang mampu meluluhkan Lisa. Bahkan Jisoo sendiri saja, banyak menikmati wanita disini, sama seperti Jungkook.

Lisa berbeda. Dalam pikiran Lisa. Lisa hanya menginginkan satu wanita yang tunduk padanya. Sementara wanita-wanita di kasino ini, di gunakan oleh siapa saja. Lisa tidak suka.

Karena bagi Lisa, begitu dia menginginkan wanita itu, dia hanya menginginkan seorang wanita untuk dirinya sendiri dan tidak untuk berbagi.

“Sudahlah. Ayo, Jisoo. Kita pergi. Tapi kita pulang ke rumah dulu. Aku harus mengambil sesuatu.” Kata Lisa, menghentikan percakapan tentang dirinya.

“Baik, baik, madam.”

Mereka pun keluar dari kasino. Seperti biasa, Lisa dan Jisoo digoda oleh beberapa wanita yang mereka lewati.

Jika Jisoo balas menggoda dan bahkan mengambil kesempatan untuk menyentuh mereka saat lewat, Lisa tetap datar dan tidak berekspresi.

“Aku akan mengambil mobil sebentar. Tunggu dulu.” Kata Jisoo.

Lisa hanya mengangguk. Dia pun memutuskan untuk memainkan ponselnya selama menunggu Jisoo mengambil mobil.

“Yah... itu rotiku untuk makan malam, malam ini. Kenapa kalian menginjaknya?”

“Lalu suruh siapa kau duduk begini di tempat mewah? Mana aku tahu kalau disini ada gelandangan? Dasar menjijikkan. Kau duluan yang menabrakku.”

Lisa yang tengah sibuk menatap ponselnya, mendongak untuk mencari tahu keributan yang terjadi.

JENLISA ONESHOOT (GIP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang