Sudah bukan hal baru jika di akhir pekan, para anak muda akan selalu pergi ke bar demi minum hingga mabuk-mabukan.
Sebagai seorang wanita yang pemalu, Lalisa Manoban heran kenapa dirinya berada disini. Karena dia malah duduk menyendiri disaat semua orang bernyanyi seperti orang gila dan dia sama sekali tidak bisa menikmati apapun.
“Ayo, Lisa! Ayo kita menari! Lakukan sesuatu yang menyenangkan!”
Jennie, sahabatnya itu merangkul Lisa. Dia kesulitan karena Lisa lebih tinggi dari gadis itu. Akan tetapi, Jennie tetap merangkul bahunya.
Tentu saja. Wanita pemalu seperti Lisa datang ke bar dan tempat karaoke hanya karena permintaan sahabatnya, Jennie Kim. Kalau tidak, mana mau Lisa datang ke tempat seperti ini?
Jennie adalah sahabat Lisa. Mereka berteman sejak sekolah SMA. Dan kini saat mereka berada sibuk dengan pekerjaan masing-masing, keduanya masih bersahabat.
Sebenarnya, Lisa tidak mau pergi kemana pun di akhir pekan. Akan tetapi, Jennie sedang galau pasca putus cinta dengan mantan pacarnya.
Sebagai sahabat yang baik, tentu saja Lisa harus menemaninya meski tidak enggan. Bukan begitu?
“Lisa, ayo, Lisa... temani aku bernyanyi.” Rengek Jennie sambil cemberut.
“Kenapa kau malah mengajakku? Kau kan tahu kalau aku payah dalam hal-hal seperti ini.” Keluh Lisa, menghela nafas panjang.
“Tapi aku suka bersamamu. Kau yang paling mengerti aku, Lisa. kau yang terbaik!” Seru Jennie dengan suara lantang.
“Kau sudah mabuk.” Kata Lisa datar.
“Memang benar. Kau mau minum? Ayo, minum sedikit saja. Kau selalu sulit sekali kalau disuruh minum, Lisa...”
Lisa menjauh saat Jennie mencoba memberikan alkohol padanya. Lisa sama sekali tidak suka minum karena dia tidak suka berkumpul.
“Ajak saja yang lainnya untuk minum.” Kata Lisa, menolak.
“Kau tahu apa? Temanmu itu benar-benar payah, Jennie...”
Lisa dan Jennie menoleh pada Jisoo dan sekelompok orang yang tertawa dengan apa yang Jisoo katakan.
Lisa mencoba untuk tidak tersinggung karena faktanya dia memang payah dalam hal ini.
“Diamlah, Jisoo!” Jennie kembali berbalik ke arah Lisa. “Ayo, Lisa... minum. Jangan permalukan aku. Kau tidak mau kan disebut payah oleh orang-orang?”
Lisa menjadi gugup karena dia tidak mau melakukan sesuatu yang tidak diinginkan. Namun sekali lagi, entah kenapa dia selalu saja tidak bisa menolak keinginan Jennie. Dia selalu begitu.
“Baiklah.”
“Yeay, ayo! Lisa mau minum!” Seru Jennie pada sekelompok temannya yang kini bersorak, menyemangati Lisa.
Jennie pun memberikan segelas alkohol pada Lisa dan Lisa bahkan sudah tidak menyukai baunya. Dia ragu-ragu mendekatkan gelas itu ke mulutnya dan melirik Jennie yang mengangguk.
Dan kemudian, dia meneguknya dalam satu tegukan. Alkohol itu terasa kuat, hingga membuat Lisa merasa ingin muntah sementara orang-orang di sekelilingnya bersorak.
Setelah itu, teman-teman Jennie kembali memberikan alkohol padanya, yang mau tak mau, di terima oleh Lisa meskipun Lisa merasa mau pingsan.
*
*
*
Lisa merasa mabuk dan memilih untuk duduk di sisi sofa, di sudut untuk menenangkan dirinya.
Sementara itu, Jennie tampak bergembira dan dia tidak terlihat seperti gadis sakit hati yang baru saja putus cinta. Jennie bahagia dan hanya itu yang membuat Lisa merasa lega dengan keputusannya, meski dengan itu dia jadi harus mabuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfiction(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
