Menatap Jennie dari kejauhan yang tengah berbicara dengan seorang pria, Lisa hanya bisa menghela nafas.
Dia berada di ruang kerjanya, tidak membiarkan siapapun mengganggunya.
Namun salah satu karyawannya, Jennie Kim, tengah berbicara dengan seorang pria dan itu membuat Lisa mengalihkan perhatian dari pekerjaannya yang sibuk.
Masalahnya, Jennie Kim bukan hanya sekedar karyawan biasa. Jennie adalah wanita yang mengaku menyukainya.
Akan tetapi, Lisa menolaknya.
Karena Lisa tidak menyukainya. Lisa tidak pernah menyukai siapapun. Lisa selalu menghabiskan sepanjang hari sendirian.
Lalu kemudian, Jennie dengan berani meminta Lisa, sebagai bosnya untuk memberi dia kesempatan selama 1 bulan.
Selama 1 bulan itu, Jennie mengajak Lisa ke banyak tempat. Dari satu tempat ke tempat lain, Lisa hanya menanggapinya dengan seadanya.
Ada kalanya Lisa bahkan menanggapi Jennie dengan kasar, mengatakan bahwa Jennie hanya membuang waktunya dengan ide kencan yang konyol ini.
Lisa pernah melihat Jennie menangis beberapa kali setiap Lisa berkata kasar. Namun Lisa menyerah.
Sampai kemudian satu bulan terjadi, Jennie tahu usaha itu tidak ada hasilnya.
Dan kemudian, Jennie pergi.
Pergi, tanpa adanya pesan yang selalu Jennie kirim setiap malam dan pagi. Tidak ada makan malam secara tiba-tiba di kantor, tak ada pula kencan di hari sabtu.
Semua itu hilang dan itu karena ulah Lisa sendiri.
Lisa tidak pernah berpikir kalau dirinya akan terpengaruh saat Jennie mulai dekat dengan orang lain, jelas usaha yang begitu keras untuk melupakan perasaannya.
Namun saat Jennie mulai dekat dengan pria lain, rupanya Lisa terpengaruh dengan itu.
Dia mulai memarahi semua karyawannya. Dia selalu merasa apa yang mereka lakukan salah. Dia benar-benar marah sepanjang hari.
Lisa bertahan di kantor sampai malam hari. Itu adalah kebiasaan dirinya. Entah ada Jennie atau tidak, dia selalu bekerja hingga malam hari.
Namun Lisa terkejut ketika mendengar adanya ketukan dari pintu di malam hari, di barengi dengan pintu yang terbuka tak lama kemudian.
“Jennie?” Panggil Lisa, semakin terkejut karena kehadiran Jennie yang tiba-tiba.
Jennie tampak tidak senang saat dia mendatangi kantor Lisa. Pasti ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Jennie dengan serius.
“Ada apa, Jennie?” Tanya Lisa. Melepaskan kacamata, dia bersandar di kursi, menyadari betapa tegang lehernya.
“Apa kau harus seperti itu?” Tanya Jennie.
“Apa?”
“Kemarahan itu. Kau lampiaskan pada semua karyawanmu. Kita manusia, Lisa. Kita melakukan kesalahan. Tapi kau? Kau memarahi mereka seolah mereka ini robot. Kau memarahiku, teman-temanku. Itu sangat tidak wajar. Bahkan detail kecil yang bisa di perbaiki dalam beberapa menit saja, kau memarahi seolah kita telah menurunkan saham perusahaan!”
Jujur, Lisa tak pernah menyangka ada seorang karyawan yang berani mengkritiknya seperti itu.
Apalagi ini Jennie.
Jennie adalah seorang karyawan yang lembut dan juga penyabar. Di antara yang lain, Jennie yang sabar dan rela bertahan di kantor sampai malam hari untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Itulah kenapa setiap ada masalah di kantor, Lisa akan selalu menelepon Jennie.
Tapi sekarang?
Jennie memarahinya tanpa ragu. Semua yang ada di pikiran Jennie, di ucapkan begitu saja. Dan Lisa hanya bisa terdiam.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfiction(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
