Kehidupan Lisa sangat tenang.
Sebagai seorang pemimpin mafia perempuan, Lisa dulu di anggap kurang kuat. Tapi itu dulu.
Sekarang, Lisa adalah salah satu wanita yang di takuti oleh banyak orang. Salah satu orang yang mempercayai kekuatan Lisa dalam kehidupan mafia adalah keluarga Kim.
Keluarga Kim adalah salah satu mafia terbesar di Korea Selatan juga. Namun sayangnya, keluarga Kim mati di tangan keluarga Park, musuh terbesar Kim.
Keluarga Kim meninggalkan seorang anak yang umurnya jauh berbeda dengan Lisa.
Jarak umur mereka terpaut 10 tahun. Lisa yang kini berumur 29 tahun, harus diberikan tanggung jawab untuk menjaga anak dari Kim yang baru berumur 19 tahun.
Seorang anak SMA yang masih sangat ceroboh dan begitulah kehidupan tenang Lisa, berubah menjadi kekacauan.
Jennie Kim namanya.
Jennie bukanlah orang yang baru mengenal dunia mafia. Tapi, wanita itu juga bukan orang yang turun langsung pada dunia mafia.
Sejak dulu, Jennie Kim di sembunyikan oleh pemimpin Kim. Lisa tahu bagaimana jahatnya dunia mafia yang akan mengejar anggota keluarga jika mereka tahu siapa Jennie.
Dan begitu pemimpin Kim dan istrinya mati di tangan mafia Park, kepada Lisa-lah tanggung jawab untuk melindungi Jennie akhirnya jatuh.
Lisa bukanlah tipe wanita yang memiliki kesabaran besar. Tapi menghadapi Jennie, agaknya harus memiliki kesabaran penuh. Seperti saat ini.
Lisa sedang bekerja di ruang kerjanya seperti biasa ketika Jennie menyelinap tanpa rasa hormat, masuk ke ruang kerjanya begitu saja.
“Lisa?” Panggil Jennie, dengan santai melangkah begitu saja.
Ini bukan kali pertama Jennie menyelinap masuk ke ruang kerjanya, terutama di malam hari.
Terlebih lagi, Lisa sering kali mendapati Jennie memakai baju yang di anggap Lisa sama sekali tidak sopan.
Wanita itu sering memakai baju yang terlalu tipis untuk ukuran seorang gadis SMA. Lisa tidak tahu darimana Jennie mendapatkan baju seperti itu.
Tapi yang jelas, Lisa merasa tidak nyaman setiap dia melihat Jennie memakai baju-baju seperti yang di pakai Jennie saat ini.
Lekuk tubuhnya yang ehm, Lisa akui seksi itu, tidak pantas di perlihatkan. Terutama di rumah, dimana ada banyak pengawal yang berkeliaran di sekitar rumah.
“Jennie, bukankah sudah aku peringatkan agar kau tidak memakai baju dengan sembarangan seperti itu?” Tanya Lisa, tanpa mengalihkan pandangan dari arah laptop.
“Apa? Ini?” Jennie menatap bajunya sendiri. “Ini pakaianku sehari-hari. Cantik kan? Aku terlihat seksi disini.”
“Kau tidak seksi. Kau anak kecil. Masih SMA. Jangan bersikap terlalu dewasa. Pergi ke kamar dan gunakan bajumu dengan benar.”
Yang Lisa tahu, Jennie adalah gadis yang keras kepala. Gadis itu selalu bertindak semaunya, sangat centil dan tak peduli jika sikapnya saat ini akan mengganggu orang lain.
Terutama, itu mengganggu Lisa.
Lisa memijat keningnya lalu menoleh pada Jennie.
“Kau selalu menganggapku sebagai anak kecil dan aku benci itu. Aku bukan anak kecil.” Bantah Jennie.
“Sudahlah, lupakan percakapan ini. Apa yang sedang kau lakukan disini? Menyelinap masuk ke ruang kerjaku di malam hari?” Tanya Lisa.
“Aku tidak bisa tidur.” Keluh Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfiction(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
