Jennie hanya bisa merenung.
Terdiam di kamar adalah sesuatu yang sejak beberapa jam yang lalu, Jennie lakukan. Jennie tidak bisa memikirkan sesuatu dengan jernih.
Karena ada suatu pikiran yang terlintas di benak Jennie saat ini. Bahwa Lalisa Manoban, tunangannya adalah seorang pembunuh binatang.
Itu adalah satu fakta yang tidak bisa Jennie terima begitu saja.
Tetapi ibu Manoban... Ibu yang sudah sangat lama tidak Lisa lihat, tiba-tiba saja secara diam-diam menghubungi Jennie.
Pada mulanya, Jennie tidak ingin menghampiri ibu Manoban begitu saja. Namun, Jennie merasa penasaran dengan apa yang mungkin ibu Manoban ingin katakan.
Sayang sekali, Jennie terlalu terkejut dengan informasi yang ibu Manoban katakan. Dia sungguh tak percaya bahwa tunangannya yang manis, ternyata tidak semanis itu.
“Hei, apa yang sedang kau pikirkan, hmm?”
Aroma manis tunangannya, tercium oleh Jennie. Jennie biasanya selalu suka dengan aroma yang tercium dari tunangannya itu. Dia tidak pernah menjauh dan selalu tersenyum dengan sentuhan itu.
Akan tetapi setelah dia tahu apa yang terjadi, bahwa Lisa yang berusia 7 tahun mampu membunuh binatang kesayangan keluarganya dengan alasan kecemburuan, Jennie tidak bisa lagi menatap Lisa dengan cara yang sama.
Jennie justru menjauh, terlalu terkejut dengan sentuhan itu dan dia tidak berani menatap Lisa sama sekali.
“Jennie?” Suara Lisa bingung dan terdengar sedih. “Ada apa?”
“Tidak ada, Lisa. Aku hanya sedang lelah.”
“Aku tahu. Biasanya kalau kau lelah, kau selalu meminta pelukan dariku, bukannya menghindar dari pelukanku. Apa yang salah?”
Lisa benar. Jennie tidak pernah sedikit pun menghindar dari pelukan yang Lisa berikan. Faktanya, Jennie selalu suka itu. Karena dia suka Lisa yang bersikap manis dan romantis padanya.
Tapi setelah bertemu dengan ibu Manoban, rasanya pandangan Jennie terhadap Lisa mulai berubah.
Lisa tidak semanis yang dipikirkan olehnya. Ada sisi gelap yang membuat Jennie takut. Bahwa Lisa mampu membunuh seseorang karena kecemburuan.
Tidak ada orang normal sekali pun mampu membunuh seekor binatang, di usianya yang masih sangat kecil.
Tapi Lis mampu melakukan itu. Seseorang yang mampu membunuh tanpa rasa kasihan sama sekali, itu terdengar mengerikan bagi Jennie.
“Apakah kita baik-baik saja, Jennie? Kenapa kau menghindar dariku?” Tanya Lisa. Suaranya terdengar lebih dingin saat ini.
Jennie tahu, apa yang ibu Manoban katakan tidak bisa dia percaya sepenuhnya. Ibu Lisa itu sudah pergi meninggalkan Lisa selama bertahun-tahun lamanya.
Tapi jujur saja, Jennie merasa ada perasaan waspada menghadapi Lisa saat ini. Bagaimana jika semuanya benar dan Lisa sebenarnya memiliki sisi gelap yang selama ini Lisa sembunyikan.
“Sebenarnya, ada yang ingin aku tanyakan padamu.” Jennie berkata dengan gugup dan dia berbalik. Akhirnya, dia menatap Lisa.
“Oke?”
Lisa tidak pernah melihat ekspresi Jennie yang seperti ini. Tampak ragu-ragu akan sesuatu seolah ada yang ingin Jennie katakan. Tetapi Jennie merasa takut untuk mengungkapkannya.
“Apakah kau pernah membunuh sesuatu? Seperti... binatang misalnya?”
Ekspresi Lisa sepenuhnya berubah. Mungkin jika itu orang lain, tidak ada yang menyadari perubahan ekspresi itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfiction(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
