PASSIONATE TROUBLEMAKER

1K 60 2
                                        

Orang-orang menjauhi Jennie Kim karena mereka mencari aman, tidak mau mencari masalah. Si wanita yang terlihat berantakan secara fisik itu, jangan pernah kalian nilai kecil dan lemah.

Karena siapapun yang berurusan dengan Jennie Kim, entah itu pria berbadan besar sekali pun, jika kalian mencari masalah dengan Jennie Kim, kalian bisa jatuh dalam hitungan menit.

Entah itu patah hidung atau rahang, pilihlah mana yang terbaik.

Perokok, suka mencari ribut dimana pun wanita itu berada, rambut coklatnya yang berantakan, dengan gaya berandalan tidak menunjukkan murid sekolah yang baik, jelas sekali.

“Jennie Kim, ikut ke ruanganku sekarang.”

Dan, itulah yang sering Jennie Kim dengar dari para guru. Jadi, saat ada guru kembali memanggilnya, Jennie sudah tidak heran.

Berjalan menuju ruang guru yang tidak lagi asing, Jennie menggerutu saat salah satu murid tanpa sengaja menabraknya. Orang itu langsung menunduk saat tahu siapa yang di tabrak.

Mendengus, Jennie siap untuk melayangkan tinju pada orang yang telah menabraknya itu.

“Jennie Kim,” Jessica, salah satu gurunya memperingatkan dengan nada yang begitu serius.

Jennie menabrak bahu orang tersebut saat berjalan, memberi tatapan mengancam sebelum dia mengikuti miss Jessica hingga dia berada di dalam ruang guru, Jennie tanpa ragu melemparkan tas ke kursi di sampingnya sebelum dia duduk di meja, berhadapan dengan miss Jessica.

“Jennie Kim, aku tidak tahu masalahmu apa tapi apakah kau sadar bahwa kurang dari 6 bulan lagi, kau seharusnya lulus sekolah?” Tanya Jessica, ekspresinya terlihat marah.

Tidak ada yang menunjukkan keramahan pada Jennie Kim. Semua gurunya terlampau lelah dengan apa yang di lakukan Jennie, sungguh.

“Ya, aku tahu. Ya Tuhan, aku harap aku bisa keluar dari lubang neraka ini secepat mungkin.” Gerutu Jennie mendengus kesal.

“Atau mungkin, kau tidak bisa pergi kemana pun.” Kata gurunya itu dengan pandangan serius.

“Maaf, apa?” Jennie mengerutkan kening.

“Kau gagal dalam beberapa pelajaran, terutama bahasa Inggris, Jennie Kim.”

Jessica memperlihatkan nilai-nilai Jennie di pelajaran bahasa Inggris dan hasil ujian yang terlihat banyaknya warna merah pada kertas. Mengambil kertas tersebut, Jennie mengerutkan kening.

“Aku sama sekali tidak mengerti. Pasti ada kesalahan, kan?”

“Pelajari lagi, Jennie. Kau bisa cari temanmu dan meminta tolong padanya agar seseorang bisa mengajarimu bahasa Inggris.” Kata Jessica.

Sial, sial. Jika dia tidak lulus, sudah pasti ayahnya akan marah. Tidak lucu jika dia harus satu kelas dengan adiknya nanti kan?

Menyambar kertas itu, Jennie menggumpal kertas ujian tersebut menjadi bola dan memasukkan kertas tersebut ke dalam tasnya.

Jessica memperhatikan dan hanya bisa menghela nafasnya yang terdengar lelah.

“Sekarang, pergilah dari ruanganku dan jangan buat masalah, Jennie. Ingat kau harus fokus pada ujian mendatang.” Jessica memperingatkan.

Tapi tanpa mempedulikan peringatan itu, Jennie bergegas keluar dari ruang guru dengan perasaan kesal luar biasa.

Dan, kekesalan itulah yang membuat Jennie ingin meninju seseorang. Hingga akhirnya, dia bertemu salah satu mangsa yang tanpa sengaja lewat dan begitulah akhirnya dia menghajar lelaki tersebut.

JENLISA ONESHOOT (GIP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang