DON'T ACT SO SURPRISED

688 27 0
                                        

Jangan salahkan Jennie jika Jennie tidak bisa bohong.

Berawal dari sebuah komentar jika Jennie tidak suka yogurt karena yogurt itu memiliki tekstur yang menjijikkan dan membuatnya ingin muntah, semuanya menjadi bencana.

Mungkin, itu semua tidak akan menjadi masalah jika Jennie bukanlah seorang penunggang kuda professional yang namanya sudah dikenal oleh banyak orang.

Jennie Kim selalu arogan. Memiliki controversial dalam setiap kata-kata yang keluar.

Tapi saat ini, Jennie memiliki masalah besar. Karena dia baru saja menghina salah satu sponsor terbesar yang dimilikinya.

“Kau seperti anak kecil yang tidak bisa berpikir, Jennie!”

Di depannya ada Alex Manoban. Pria tua yang sudah menjadi bosnya selama bertahun-tahun.

Perusahaan Manoban yang menaungi banyaknya atlit besar, termasuk Jennie di dalamnya.

“Tidak separah itu. Aku memang jujur. Yogurt itu menjijikkan di lidahku.” Gerutu Jennie.

“Aku tidak peduli kau tidak menyukainya atau dia. Kau menghina salah satu sponsormu, Jennie. Kau tahu, kau lebih baik diam daripada harus berkata seperti itu, tahu?” Alex melotot pada Jennie.

“Jadi, kau lebih suka aku berbohong pada publik kalau aku suka menyukai yogurt padahal itu hanyalah...”

Uh, Jennie bahkan tak bisa menyembunyikan ekspresi menjijikkan ketika yogurt menyentuh ujung lidahnya. Itu sungguh menjijikkan.

“Astaga... ini tidak bisa dibiarkan. Lisa, masuklah!” Teriak Alex, cukup keras hingga seorang wanita masuk ke ruangan.

Jennie mengerutkan kening melihat adanya orang lain di sekitar ruangan itu.

Lisa. Wanita itu tampak tegas, tidak memiliki ekspresi dan sangat tenang. Dia duduk di hadapan Jennie, menatap Jennie dengan tatapan mata tajamnya.

Jennie merinding mendapati tatapan mata Lisa yang tertuju padanya saat ini. Astaga, kenapa Lisa si wanita asing menatap dirinya seperti itu?

“Jennie, perkenalkan. Ini Lisa. Lalisa Manoban.”

“Lalisa Manoban? Anakmu?”

“Ya. Tepat sekali. Dia berusia 25 tahun dan siap untuk bekerja di perusahaanku. Dan saat ini, aku akan mempekerjakan dia sebagai pengasuh salah satu atletku. Yaitu kau, Jennie.”

“Permisi, apa?!” Jennie secara spontan berdiri. Suaranya begitu keras, menggelegar. Namun Alex hanya menyeringai, begitu jahat.

“Ya, Jennie. Kau pengasuhku.”

“Astaga! Usiaku 30 tahun! Aku seorang penunggang kuda dan aku punya banyak penggemar diluar sana. Aku sudah dewasa dan bahkan lebih dewasa daripada dia! Kau bilang apa? Pengasuh? Aku bukan anak kecil, Alex!”

Apa sih Sebenarnya ini? Alex berpikir dia membutuhkan pengasuh? Untuk apa?

“Percayalah, Jennie. Kau butuh pengasuh yang bisa membuatmu terkendali. Lisa akan mengendalikanmu.” Alex menatap Lisa dan mengangguk. “Karena Lisa adalah orang yang memegang kendali.”

Lisa kembali menatap Jennie dan sungguh, Jennie merasa terikat hanya karena tatapan mata itu.

Apa-apaan itu? Kenapa mata Lisa terasa begitu... menakutkan?

“Aku akan tinggal bersamamu, bersama keluargamu, mulai sekarang.” Kata Lisa, dengan nada final, tanpa ingin mendengar bantahan itu.

“Kenapa kau berpikir aku mau di kendalikan olehmu?” Jennie berusaha melotot, berharap dia akan melakukan sama seperti dia melakukan pada Alex.

JENLISA ONESHOOT (GIP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang