Di setiap musim panas dimulai, kampus selalu menyediakan perkemahan selama dua minggu lamanya dan itu... menyenangkan.
Ya, tentu saja. Bagi orang yang memiliki banyak teman itu akan menyenangkan. Tapi bagi Jennie yang penyendiri, itu akan menjadi hal yang membosankan.
Perkemahan itu dimulai dengan mengasuh anak-anak dari sekolah lain. Sekitar 20 anak-anak berusia sekitar 8 tahun terlibat dalam acara perkemahan dan sayangnya, Jennie harus menjadi salah satu panitia yang artinya, dia di haruskan untuk mengurus segala keperluan anak-anak.
Bukan Jennie membenci semua anak-anak. Namun terkadang, anak-anak bisa merepotkan. Jennie bisa membayangkan perasaan lelah yang dia alami selama perkemahan dua minggu kedepan.
Bagian terbaiknya adalah...
“Ini tidak mungkin!”
Seorang gadis menjerit saat mereka sedang mengumumkan dengan siapa mereka akan satu kamar.
Jennie menoleh pada seorang gadis yang mengerutkan kening, memprotes pada apa yang baru saja di umumkan.
“Merasa keberatan, Miyeon?” Tanya Taeyang, sebagai ketua panitia.
“Kenapa seorang seperti Jennie harus sekamar dengan Lalisa Manoban? Itu tidak adil! Lisa bisa mendapatkan yang lebih baik!”
Oh, ya. Itu adalah kabar baiknya.
Lalisa Manoban atau Lisa adalah wanita yang sangat terkenal di kampus mereka. Semua orang ingin bersama wanita itu. Mungkin, semua orang melakukan segala cara agar bisa berada di satu kamar dengan Lisa.
Keberuntungan ternyata berpihak pada Jennie karena, dirinya yang diberikan pilihan untuk berada satu kamar dengan Lisa selama perkemahan berlangsung.
“Ini adalah keputusan dari pihak sekolah, Miyeon.” Kata Taeyang, membela diri.
“Tetap saja! Itu tidak adil! Bagaimana menurutmu, Lisa? Apakah kau mau berada di satu kamar bersama dia?” Tunjuk Miyeon pada Jennie dengan nada sinis.
Semua orang menatap Lisa yang diam dan tenang. Itu adalah pembawaan Lisa sejak awal. Mungkin itu juga yang membuat mereka tertarik pada Lisa.
Wanita itu cantik dan seksi. Rumor mengatakan, bahwa dia juga gila di tempat tidur. Jika beruntung, Jennie bisa tahu saat perkemahan musim panas itu berlangsung.
Jennie pendiam, ya, itu memang benar.
Tapi, bukan berarti jika dia memiliki pikiran yang polos. Terutama menyangkut Lisa, entah sudah berapa banyak dia membayangkan momen-momen kotor bersama Lisa di tempat tidur.
Tentunya, Jennie tak akan membicarakan hal itu dengan yang lain.
“Aku? Aku tidak keberatan. Sebagai perwakilan dari kampus, kita harus mengikuti aturan, Miyeon.” Kata Lisa dengan tenang.
“Ini tidak bisa di percaya! Aku ikut perkemahan ini hanya untuk bisa mendapatkanmu!” Kata Miyeon terang-terangan.
Aku juga!
Jennie tetap menutup mulutnya, tidak ada gunanya dia bersuara. Dia tetap diam sampai dia merasakan ada seseorang yang berdiri di belakangnya. Nafasnya terasa hangat di belakang Jennie saat ini.
Itu Lisa.
Tanpa menoleh, Jennie tahu bahwa itu adalah Lisa. Apa yang Lisa lakukan dengan berdiri di belakangnya?
“Kau tak keberatan kita berada di kamar yang sama, kan?” Tanya Lisa dari belakang.
Jennie mengangguk tanpa menoleh. Sial! Lalisa Manoban sedang berbicara dengannya dan dia bingung respon apa yang harus dia berikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA ONESHOOT (GIP)
Fanfiction(21+)INI ADALAH SEKUMPULAN ONESHOOT JENLISA YANG BISA KALIAN BACA SELENGKAPNYA DI KARYAKARSA. DI WATTPAD AKU HANYA POSTING SEBAGIAN BAB SAJA TIDAK BERUPA BAB LENGKAP. UPLOAD SEMINGGU SEKALI.
