Selain gila, Kevan juga jahat. Padahal Kevan sendiri yang menyuruh Anya agar akrab dengan Lizzy. Ketika Anya sudah mulai jatuh hati pada Lizzy, Kevan malah mengembalikan Lizzy ke kebun!
"Kenapa cemberut?" tanya Kevan setelah sampai di kebun pribadinya. Sementara Lizzy sudah dibawa anah buah Kevan ke kebun.
Alih-alih menjawab pertanyaan Kevan, Anya justru berlari mengejar Lizzy. Kebun di sana berada di pekarangan belakang rumah pribadi Kevan. Ada dinding kaca tebal yang menjadi pembatas, sementara di luar hanya dikelilingi benteng yang tinggi.
Kebunnya cukup luas, dengan kolam dan pohon-pohon rindang. Juga ada air terjun di sana, hanya saja membeku. Karena ada atap, salju yang turun dibiarkan menumpuk. Tapi ada rumah kecil di sana, tempat kucing-kucing besar Kevan berlindung jika hujan.
Desainnya sudah mirip kebun binatang saja.
Anya kemudian melihat Lizzy menghampiri harimau putih yang lain. Melihat Lizzy mencumbu harimau itu, Anya yakin sekali harimau itu adalah harimau betina!
Tak hanya itu, Anya juga melihat anak-anak harimau yang mungil—untuk ukuran bayi harimau normal. Ada dua ekor, asyik bermain salju. Melihat itu, Anya langsung luluh.
Gemas sekali!
"Apa aku boleh ke sana?" tanya Anya begitu Kevan berdiri di sampingnya. "Bayi-bayi harimau itu lucu sekali!"
"Hmm. Maaf mengecewakanmu, tapi istri sah Lizzy cukup sensitif jika ada orang asing yang mencoba menyentuh anak-anaknya."
Istri sah katanya.
"Kalau begitu, bawa dia kemari, please!" Anya tiba-tiba berubah 360 derajat saat dia mengentak-entak sebelah tangan Kevan sambil lompat-lompat manja. "Kalau kau yang membawa mereka keluar, istri sah Lizzy tidak akan marah, 'kan?"
Kevan diam. Jarang-jarang mendapati Anya bersikap seperti ini. Lebih dari bayi harimau, Anya yang seperti ini jauh lebih menggemaskan di mata Kevan.
Baiklah, dituruti saja. Mana tahu dengan ini Anya bisa terbuka hatinya untuk memakai lingerie secara sukarela.
"Tunggu di sini."
Penjaga membuka pintu kaca untuk Kevan. Anya melihat Kevan dari tempatnya; melihat bagaimana Kevan disambut dengan sukacita oleh harimau betina. Tapi ada yang aneh. Tampaknya Lizzy malah menjauh?
Dugaan Anya semakin kuat saat dia melihat Lizzy langsung memeluk kedua bayinya yang tadi sedang asyik bermain. Seolah-olah Lizzy mencegah Kevan agar tidak mengambil anak-anaknya.
Apa Lizzy marah karena dipulangkan terlalu cepat?
Sejenak, Anya melihat Kevan bicara entah apa dengan Lizzy. Interaksi mereka sungguh membingungkan, namun sepertinya Lizzy paham? Sementara itu, harimau betina malah sibuk merebahkan dirinya di permukaan salju yang menumpuk.
Tak lama kemudian, Lizzy akhirnya mengizinkan kedua anaknya untuk dibawa ke tempat Anya. Padahal tadinya Kevan bilang harimau betina yang sensitif jika anak-anaknya dibawa pergi. Tapi ternyata yang sensitif itu justru Lizzy! Sedangkan harimau betina malah santai saja!
Dengan baik hati, Kevan menggendong dua bayi harimau sekaligus di kiri dan kanannya. Anya langsung semringah melihat Kevan membawa bayi-bayi harimau itu kepadanya. Begitu bayi-bayi harimau itu diturunkan, Anya langsung berjongkok agar bisa mengusap bulu mereka.
"Extreme cute," celetuk Anya sebelum mendongak menatap Kevan. "Apa ini rumah pribadimu?"
"Hmm, ya."
"Kurasa lebih baik kita tinggal di sini?"
"Tidak. Aku suka pemandangan dari ketinggian."
"Kau sendiri saja yang tinggal di penthouse. Biar aku yang tinggal di sini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bitter Sweet Pervert
Romance"Beri aku kebebasan mutlak atas tubuhmu." Anya Snow adalah seorang detektif partikelir yang berfokus memata-matai kasus perselingkuhan. Suatu malam, Kevan sang CEO yang sedang naik daun tiba-tiba bertamu ke kantor Anya, memintanya untuk mencari seor...
