Enam Puluh Enam

7.5K 457 33
                                        

Kalau iklannya mengganggu, datanya dimatiin aja gesss. Happy reading dan jangan lupa vote^^

--

Usai membuat Anya tenang, Kevan akhirnya punya kesempatan untuk menjelaskan apa yang ingin Anya dengar. Walau dia bilang akan menjelaskan semuanya, tentu saja dia tetap harus menyembunyikan fakta bahwa dirinya memiliki kepribadian ganda.

Bahwa dia memiliki seseorang yang lain dalam dirinya.

Seharusnya untuk saat ini Karl tidak akan berbahaya. Meski tak dapat diprediksi kapan Karl akan muncul lagi, Kevan punya keyakinan kuat bahwa Karl tak akan membuat ulah lagi saat ini.

"Kau ingat waktu Kakek meneleponku waktu itu, kan?" tanya Kevan. "Besoknya, Kakek mengunjungi kantorku. Dia tiba-tiba memberitahu sesuatu. Dia bilang, ada yang aneh dengan pernikahan Martin dan Erleen. Tidak biasanya Kakek mengurus rumah tangga orang lain, sampai akhirnya dia memberitahu bahwa dia sudah memaksa Erleen untuk bicara tentang sesuatu yang disimpannya selama ini. Tentang ... kenyataan yang dia sembunyikan dariku."

Anya mendengar dengan saksama. Meski sebenarnya dia lebih memilih berlari daripada harus mendengarkan sesuatu yang pahit, dia tetap harus mendengarkan. Supaya dia juga bisa merasa tenang.

"Erleen ternyata diperkosa."

Sesuatu entah apa seperti menebas hati Anya entah bagaimana. Fakta yang terlontar dari mulut Kevan itu kian sanggup memalingkan konsentrasi Anya sepenuhnya. Tumpang-tinding memori yang ingin benak Anya tampilkan dalam kepalanya. Sampai akhirnya Anya mengingat dengan jelas bagaimana ekspresi tenang Erleen saat mereka berada di dalam ruangan rumah sakit; saat Anya menjenguk bayi Erleen yang sempat dibanting.

Dengan tidak ragu-ragu, Anya merasa yakin bahwa Erleen adalah wanita yang baik; yang tak mungkin akan sanggup mengkhianati seseorang. Anya bahkan mengatakan itu dengan terus-terang pada Kevan. Kini, dugaan itu benar. Erleen tidak bersalah atas pembelokannya. Dia dinikahi oleh Martin karena kesalahan Martin sendiri.

Tunggu. Benarkah Martin yang memerkosanya?

Karena Martin yang menikahinya, tentu saja Martin, bukan?

Kevan juga tak menjelaskan siapa yang telah memerkosa Erleen. Anya langsung menganggap bahwa memang Martinlah yang telah memerkosa Erleen.

"Aku tidak bermaksud menyembunyikan hal ini darimu, tapi kurasa kau tidak akan bisa tenang jika aku mengatakannya. Aku ... hanya merasa bersalah padanya. Kau tau ... bagaimana selama ini aku bersikap padanya. Aku hanya merasa bersalah dan berniat untuk memperbaiki kesalahanku."

Meski begitu ....

"Walaupun aku berkunjung ke mansionnya hanya untuk menunjukkan rasa bersalahku, kau tetap tidak akan tenang, kan?"

Sudah pasti begitu.

"Kau pasti berpikir perasaanku akan berbalik."

Ya, itulah yang Anya pikirkan. Tak kurang dan tak lebih.

"Berpikir bahwa simpatiku akan membuat kami membangun hubungan lagi."

Anya menatap tangannya yang tiba-tiba digenggam oleh Kevan. Aroma musk yang menguar dari pria itu memang membuatnya mabuk sesaat, namun kegelisahannya yang pekat membuatnya tenggelam dalam perasaan takut akan banyak hal.

Takut dipermainkan. Takut dibohongi.

"Walaupun aku sudah tau kebenarannya, walaupun Erleen tidak pernah benar-benar mengkhianatiku, itu tidak akan mengubah apa pun. Aku tetap mencintaimu, Ann."

Anya bukan wanita yang mudah dibujuk. Namun, Kevan telah mengapai hatinya sepenuhnya. Membuatnya mau tak mau harus percaya, meskipun dia tak ingin.

"Lihat aku."

Bitter Sweet PervertCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang