Anya baru saja membereskan pakaian yang sudah dicuci ke kabinet saat Kevan pulang. Jas-jas milik Kevan juga sudah dia rapikan di tempatnya. Begitu dia melihat Kevan masuk ke kamar, Anya lekas menghampiri pria itu untuk menyambutnya.
"Kau sudah makan?" tanya Anya sambil mengambil jas yang baru dilepas suaminya.
"Kurasa aku masih kenyang."
Kevan, atau lebih tepatnya Karl—karena dia yang sedang mengambil alih saat ini, kian menatap Anya dalam diamnya. Itu membuat Anya bingung.
"Kev?"
Karl masih menatap Anya saat bertanya, "Boleh aku bertanya sesuatu?"
Diam sejenak, Anya lantas membalas, "Tanya apa?"
"Apa kau tau ...."
Di mana Erleen sekarang?
Karl diam. Dia merasa tak etis menanyakan keberadaan wanita lain kepada istri Kevan. Walau Karl tak segan untuk melukai seseorang, Karl melihat Anya tak ada hubungannya dengannya. Jadi lebih baik Karl tak membuat masalah dengan Anya.
Lebih baik kucari sendiri. Karena dia menikah dengan Martin, tentu saja dia ada di rumah Martin, kan?
Karl berbicara dalam hati.
"Tidak jadi," tandas Kevan sambil berlalu. "Aku mandi dulu."
Sementara itu, melihat suaminya tiba-tiba aneh dan bersikap lebih dingin, Anya hanya bisa bergeming sembari memeluk jas pria itu, menatap punggung Kevan yang menjauh.
**
"Mau ke mana kau malam-malam begini?" tanya Anya begitu melihat suaminya mengambil kunci motor. Sebelumnya, Anya berada di luar kamar untuk memanaskan makanan—barangkali Kevan mungkin ingin makan. Begitu kembali ke kamar, dia malah melihat suaminya sudah siap dengan jaket dan celana cargo, bersiap entah ke mana.
"Lebih baik kau tidak tau," balas Karl. Saat melewati Anya, dia lihat wanita itu menatap nanar padanya. Itu membuat Karl mengesah. "Aku tidak bisa memberitahumu karena kau tidak ada hubungannya. Tapi aku janji, aku akan mengembalikan suamimu besok atau lusa."
Saat Kevan hendak berlalu, Anya spontan menahan lengan pria itu. Matanya berkaca-kaca, dan dia bingung. Dia tak bisa memahami Kevan yang tiba-tiba bersikap aneh dengan mengabaikannya seperti ini.
Dan apa tadi? Mengembalikan suamimu besok atau lusa? Maksudnya apa!?
"Ada apa?" cicit Anya. "Tidak biasanya kau begini. Apa kau ingin pergi ke tempat ibumu? Kalau begitu, kau bisa mengatakannya padaku tanpa harus bertingkah seolah-olah kau menyembunyikan sesuatu ...."
"Aku ingin ke tempat Erleen," lontar Karl, tak ayal membuat Anya terpegun. "Apa itu yang ingin kaudengar? Padahal aku sudah mengatakannya padamu; itu bukan sesuatu yang baik untuk kaudengar."
Anya mengernyit. "Kenapa harus malam begini?"
Karl menarik lengannya dari tangan Anya. "Semakin sedikit yang kau tau, maka semakin baik."
Sambil tersenyum, Karl menepuk-nepuk lengan atas Anya dengan hangat; seakan-akan Anya adalah rekannya. Dia tak memedulikan ekspresi Anya yang menyedihkan.
"Aku pergi dulu. Jaga dirimu."
Pada akhirnya, Anya tak bisa apa-apa melihat punggung suaminya berlalu. Kekosongan yang meliputinya tak menjawab banyak hal. Padahal sejak kemarin, Kevan selalu berusaha menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi sekarang, pria itu sudah mulai terang-terangan.
Meski sikap Kevan memang mendadak aneh, Anya sama sekali tak menduga bahwa yang dia temui baru saja bukanlah Kevan yang sebenarnya.
**
KAMU SEDANG MEMBACA
Bitter Sweet Pervert
Storie d'amore"Beri aku kebebasan mutlak atas tubuhmu." Anya Snow adalah seorang detektif partikelir yang berfokus memata-matai kasus perselingkuhan. Suatu malam, Kevan sang CEO yang sedang naik daun tiba-tiba bertamu ke kantor Anya, memintanya untuk mencari seor...
