Apa yang tersisa dari Indonesia? Entahlah. Yah, mungkin aku harus bersiap mengucapkan selamat tinggal bagi kebebasan intelektual yang masih sedikit tersisa di negara ini. Setidaknya, yang paling menarik, sebagai pengamat, aku melihat rakyat Indonesia seperti biasanya. Mereka yang terdiri dari kaum terpelajar dan yang bukan. Sebuah dunia, di mana kaum berpendidikan tinggi dan orang biasa begitu sangat suka dengan pemimpin otoriter.
Begitulah Indonesia. Negara ini memang cocok berada di bawah seorang raja atau pemimpin kuat yang semua rakyatnya harus tunduk.
Sampai pergantian abad, Indonesia hanya akan sedikit menghasilkan pemikir yang layak diingat. Yang tersisa adalah orang awam yang sekadar hidup dan mati. Para menteri yang tak diingat. Pejabat yang datang dan pergi. Para artis dan tokoh publik yang dilupakan dengan cepat. Lalu seorang presiden. Hanya dia yang diingat sejarah. Sisanya hanyalah orang-orang lewat yang tak akan diingat siapa-siapa.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKU, NIHILIS
Nonfiksiapa jadinya, jika hampir semua orang lebih memilih menghindari menyelesaikan persoalan utama kehidupan dan lebih memilih hidup tenang dan kepura-puraan yang disepakati? lalu, kapan akan ada akhir? kapan ulangan akan berhenti?
