ANTARA GAIRAH YANG MULAI HILANG DAN PIKIRAN-PIKIRAN YANG TERLALU BANYAK

16 0 0
                                        

Beberapa hari ini aku jarang membaca dan menulis. Semacam jeda dari rasa malas dan semacam sesuatu yang aku pikir tak lagi berguna. Padahal aku bisa menulis apa saja. Ada beberapa hal yang ingin aku tulis tapi terkadang datang semacam perasaan, untuk siapa sebenarnya aku menulis? Tidakkah aku tak benar-benar memiliki pembaca yang serius untuk tulisan-tulisanku? Perasaan semacam itu ditambah gagasan-gagasan besarku yang telah selesai membuat aku sedang tak ingin menulis.

Aku pun memutuskan mencari dan membeli tanaman untuk memperindah rumah. Memberi makan para kucing yang begitu berisik di malam hari. Bermain game. Mengurus apa yang bisa diurus.

Merencanakan perjalanan mengelilingi kota-kota kecil di Jawa Tengah setelah beristirahat yang cukup. Memperbaiki Playstation yang rusak. Mengumpulkan sedikit pundi-pundi uang. Mencari tempat tinggal baru untuk kembali menetap sejenak di Jogja.

Dan tentu saja, aku ingin kembali menikmati seni. Berkeliaran kembali ke galeri seni dan menulis mengenai seni. Selama ini aku mencoba menahan diri tak menulis dunia kesenian yang biasanya menjadi bagian kedua dari hidupku setelah gagasan-gagasanku yang jauh lebih penting. Lalu, berbincang dengan beberapa seniman yang aku kenal.

Aku rasa, itu cukup menarik.

Beberapa bulan ini, kedua orang tuaku terus menyarankan aku untuk menikah. Menjodohkan aku dengan beberapa perempuan. Tapi entah kenapa aku tak tertarik. Biarkan aku nanti mencari perempuan baru saat berada di Jogja. Apakah bisa atau tidak. Aku tak tahu. Setidaknya, sekarang aku bukan milik siapa-siapa lagi.

Kembali ke Jogja terasa aneh tapi juga hal yang wajar. Di sana, aku akan menyelesaikan satu dua tulisan untuk menggenapi kekurangan dari buku-buku yang harusnya sudah selesai. Setelah sedikit menyunting dan membenahi beberapa bagian dari tulisan yang cukup banyak. Aku akan menyerahkannya ke beberapa penerbit. Apakah nanti ada yang mau mengurus dan menerima naskah-naskah milikku? Aku tak tahu.

Yang paling menarik dari semua hal yang setiap hari aku amati setelah gagasan-gagasan utamaku selesai adalah kisah-kisah dan berbagai data mengenai perceraian, perselingkuhan, anak-anak yang tak memiliki orang tua, kebencian dan konflik di antara laki-laki dan perempuan yang kian memburuk, jumlah orang-orang yang memiliki riwayat gangguan kejiwaan atau masalah emosional yang kian bertambah dan kesombongan di antara orang-orang bodoh yang sangat banyak.

Data-data ini membantuku untuk menulis dan berpikir mengenai kemungkinan apa yang akan terjadi di masa depan; sepuluh sampai lima puluh tahun yang akan datang. Salah satu yang paling aku tunggu adalah puncak bunuh diri sebagai hasil dari masyarakat yang aku amati. Dan yang lainnya adalah mengenai kemungkinan perang saudara yang akan kembali terjadi di negara ini.

Yang jelas, jumlah orang yang membunuh orang lain akan semakin meningkat bersamaan dengan mereka mati oleh bunuh diri.

Ini juga menarik karena berbagai gagasan dan kemungkinan-
kemungkinan yang aku amati nantinya akan terjadi sebelum banyak orang bisa meraba-raba apa yang akan terjadi di depan sana.

Sebenarnya aku bisa mati sekarang juga karena semuanya sudah aku anggap selesai. Tapi, entah kenapa, melihat kedua orang tuaku yang kian berumur dan dibenci oleh banyak tetangga hanya karena sejak kecil hidup enak dan cukup makmur daripada yang yang lain, membuatku agak kasihan dengan mereka. Bahkan, saat sekarang dalam keadaan agak miskin pun. Hidup mereka masih tergolong enak dibandingkan yang lain. Yah, kebencian di antara tetangga dimulai dari rasa iri mengenai bagaimana orang lain hidup lebih baik.

Jika aku mati karena bunuh diri. Banyak tetangga yang membenci kedua orang tuaku pastinya akan senang dan berbahagia. Pikiran semacam ini, menghalangi aku untuk mati dengan segera.

Padahal aku sudah sangat bersiap.

Lalu, apa yang harus aku lakukan setelah ini? Melakukan apa yang bisa dilakukan sambil menyiapkan beberapa hal yang harus diselesaikan. Itu sudah lebih dari cukup.

Biarkan keputusan untuk mati aku ambil saat nanti berada di Jogja.

AKU, NIHILISCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang