Kelak, jika aku sudah tak ada lagi dan kalian, orang-orang yang menemukan gagasan-gagasanku dan tertarik dengan duniaku. Mungkin kalian akan tergelitik untuk melihat bagaimana aku menyelesaikan pikiran-pikiranku. Kalian bisa melihat catatan visual yang aku tinggalkan selain luar biasa banyaknya tulisan yang tercecer di mana-mana.
Aku mencatat semua ruang dan tempat di mana aku menulis. Seperti apa ruangan yang aku tinggali. Benda apa saja yang ada di dalamnya. Buku-buku apa saja yang aku bawa. Cafe semacam apa yang aku sangat betah ada di dalamnya dan berbagai tempat untuk sekadar memburu puisi-puisi indah.
Aku termasuk orang yang rumit. Ada yang nyaman dan menganggap aku baik. Bahkan sangat baik. Di lain sisi, ada yang sangat membenci, tak cocok dan merasa ngeri dengan diriku. Ambil saja mana yang kalian suka. Itu terserah diri kalian. Aku adalah semua itu. Sekadar manusia yang mencoba mengakui semua yang ada pada dirinya.
Sisi baiknya sebagai manusia. Kelembutannya. Hal-hal gila, kejam, brutal dan rasa sakit yang ada. Semua itu adalah bagian dari manusia. Dari diriku. Kalian boleh menyukai dirimu, entah yang baik atau yang buruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKU, NIHILIS
Non-Fictionapa jadinya, jika hampir semua orang lebih memilih menghindari menyelesaikan persoalan utama kehidupan dan lebih memilih hidup tenang dan kepura-puraan yang disepakati? lalu, kapan akan ada akhir? kapan ulangan akan berhenti?
