PEMBACA YANG BIJAK DAN SADAR DIRI

53 8 7
                                        

Dalam platform penulisan digital, cara menghargai seorang penulis adalah dengan berkomentar atau sekedar memberi like pada tulisan-tulisan yang disukai. Bukan sekedar menjadi pembaca-hantu. Apalagi jika seluruh tulisan gratis dan dirasa layak untuk dihargai. Itulah bagimana konsumen yang bijak membantu penulis yang disukainya agar lebih dikenal dan merasa dihargai.

Selama ini aku tak menulis untuk alasan ekonomi dan mencari uang. Aku menulis untuk alasan intelektual. Dan untuk diriku sendiri.

Di sini, aku menulis agar gagasan-gagasanku dibaca lebih dulu sebelum kelak aku serius memperkenalkan diriku ke publik secara luas. Juga, ruang menulis di sini begitu sangat nyaman digunakan di mana saja. Jadi aku bisa menulis di mana saja dan sekaligus menyimpan tulisan-tulisanku kasarku sebelum nantinya akan diedit ulang.

Tahun mendekati 2030 akan menjadi tahun yang mana aku akan menjadi sangat terkenal. Sedangkan tahun antara 2025 adalah tahun yang akan membuatku cukup dikenali orang-orang. Jika aku masih hidup dalam jarak waktu antara 2025-2030, kalian akan mendapatkan berbagai macam bukuku tersebar luas di berbagai toko buku.

Tahun antara 2021-2024 adalah tahun-tahun yang mana aku akan menuntaskan beberapa gagasan besarku beserta buku-buku yang mudah dibaca oleh awam dan orang banyak. Jadi sekarang ini aku dalam proses menuntaskan tulisan-tulisan idealku dan tulisan yang dibaca untuk semua orang.

Aku sudah memiliki banyak tulisan. Banyak naskah buku. Tahap selanjutnya hanya sekedar mencari editor dan penerbit. Hanya itu saja.

Saat ini aku masih tak ingin dikenali oleh publik luas karena sebagian gagasan-gagasanku sangatlah kontroversial. Biarkan saja aku menjadi pemikir yang tak dikenal. Dengan begitu aku bisa menulis apa saja dengan nyaman dan santai. Saat waktunya tiba, aku akan muncul ke permukaan.

Dalam jarak waktu sebelum aku serius menempatkan diriku di antara para pemikir dan penulis di Indonesia. Aku harap, beberapa di antara kalian bisa menghargai apa yang kini aku tulis. Karena aku adalah tipe orang yang lebih suka proses yang aku jalani dari pada kelak saat aku semakin dikenali.

Mereka yang menerimaku dan menghargai gagasan-gagasan sewaktu aku belum siapa-siapa adalah orang-orang yang berhak membanggakan diri mereka sendiri kelak.

Aku sadar diri mengenai kecenderungan orang Indonesia. Menggratiskan hal-hal yang bersifat intelektual akan membuat mereka tak menghargai proses di balik tulisan-tulisan intelektual itu bisa ada. Selama ada yang gratis mereka akan cenderung menolak buku yang berbayar atau buku yang dicetak. Selain itu, mereka lebih suka menjadi pembaca gelap atau pembaca hantu dan tak meninggalkan jejak sama sekali. Aku sendiri secara jujur tak suka pembaca semacam itu. Karena mereka adalah parasit. Tapi untuk saat ini, aku masih tak terlalu peduli.

Tapi pandanganku mengenai konsumen atau pembaca yang bijak tetap sama. Mereka yang mau sedikit memberi reaksi terhadap tulisan-tulisan yang sudah mereka baca adalah orang-orang yang lebih layak untuk dihargai balik.

Musuh terbesar para penulis Indonesia yang berorientasi ekonomi adalah buku-buku mereka tidak dibeli dan tak laku. Mereka akan kehilangan sumber pemasukan. Itulah sebabnya mereka sebisa mungkin bersikap baik terhadap para pembaca mereka. Walaupun itu kepada para pembaca yang buruk dan tak tahu malu.

Sedangkan diriku, yang tak peduli dengan pencarian ekonomi dari dunia tulis menulis bisa jauh lebih mudah mengkritik para pembaca atau bahkan menghina mereka.

Jika seorang pembaca ingin juga dihargai, mereka juga harus menghargai tulisan yang mereka baca atau siapa yang menuliskannya. Terkadang, seseorang tak perlu memuji orang yang menulis suatu tulisan tertentu. Mereka hanya perlu secara jujur menghargai tulisan yang bagus dan layak sebagai penghargaan terhadap isi tulisan itu sendiri.

AKU, NIHILISCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang