Mereka dulu menuntut hal-hal baik untuk diri mereka sendiri. Segala yang terhormat dan layak sebagai manusia yang bebas dan merdeka. Setelah beberapa dekade mereka berjuang dengan letih dan meraih banyak kemajuan. Generasi baru tumbuh tanpa tahu dasar dari apa yang mereka perjuangkan. Mereka pun meletakkan egoisme dan kepentingan pribadi di atas segalanya. Menjadi lebih kejam. Bengis. Tak tahu malu. Keras kepala. Selalu berusaha membebaskan diri dari segala kesalahan dan menganggap diri sebagai korban-korban terus menerus. Pandai memutar balikan fakta. Susah untuk diarahkan dan dinasihati. Menjadi korup dan tak bermoral.
Dari hal-hal terhormat berubah menjadi narasi hidup yang sangat menjijikkan.
Bagaimana, perempuan yang dulunya sibuk mencari kehormatan yang layak sebagai manusia kini malah berubah menjadi pelacur, istri simpanan, kekasih gelap, perusak rumah tangga orang lain, dan para janda yang bercerai dengan alasan yang sepele dan tak masuk akal?
Bagaimana, banyak dari mereka kini tak mau disalahkan atas kesalahan diri mereka sendiri dan malah menuduh semuanya adalah kesalahan laki-laki?
KAMU SEDANG MEMBACA
AKU, NIHILIS
Non-Fictionapa jadinya, jika hampir semua orang lebih memilih menghindari menyelesaikan persoalan utama kehidupan dan lebih memilih hidup tenang dan kepura-puraan yang disepakati? lalu, kapan akan ada akhir? kapan ulangan akan berhenti?
