Dalam perjalananku selama enam bulan untuk menyelesaikan gagasan-gagasan utamaku. Aku menghabiskan hampir seluruh sisa uang yang aku miliki. Aku menghabiskan hampir seratus juta rupiah untuk mendapatkan suasana nyaman dan cocok agar aku bisa menulis dengan baik. Terbukti, seluruh gagasan utamaku, Gagasan-gagasan yang Tak Selesai, selesai selama tiga bulan saat aku berada di Jakarta. Aku mendapatkan puisi-puisi indah saat aku bersenang-senang di sebagian besar Sumatera Barat dan Riau.
Aku juga hampir menyelesaikan beberapa tulisan lain. Tulisan yang aku tulis di berbagai macam kota yang akan terdokumentasikan dalam perjalanan intelektualku.
Apakah aku menyesal menghabiskan hampir seluruh sisa uang yang aku miliki? Tidak. Aku sangat puas.
Aku sangat puas dengan apa yang telah aku selesaikan karena memang itu adalah tujuan terakhir hidupku. Dengan berbagai batasan yang aku miliki. Hanya itu lah titik terjauh yang bisa aku lakukan. Jika boleh mengandai, seandainya aku lahir di sebuah keluarga terpelajar dan cukup kaya. Mungkin aku akan menjadi seorang pengusaha sekaligus pemikir yang akan menghasilkan begitu banyak hal. Tapi mau bagaimana lagi, hanyalah sejauh inilah apa yang bisa aku lakukan. Batas yang aku tahu dan mampu raih.
Beberapa waktu terakhir ini, aku bersinggungan dengan begitu banyak orang secara tak langsung. Berurusan dengan ratusan atau terkadang ribuan judul buku asing, baru, aneh dan menarik. Terkadang, buku-buku itu membantuku untuk melihat dunia yang lain.
Ada beberapa buku yang aku suka. Ada dunia baru yang dijelaskan orang lain yang aku tak tahu. Itu pun, masih banyak hal yang tak aku tahu. Tapi setidaknya itu sangat membantuku.
Ribuan judul buku itu, beberapa di antaranya kadang berguna bagiku. Dari dunia para Bhikkhu dan Buddha. Para olkutis hingga kaum Sufi. Beberapa haiku dari penyair kuno Jepang dan juga penyair dan berbagai filsuf dari China. Jatuhnya berbagai kekaisaran atau kerajaan dari mulai para Viking, Yunani, Roma, Sparta, Bizantium, Ottoman, di sekitaran Mesopotamia, hingga Mesir dan kerjaan di sekitaran Laut Hitam dan bahkan Meksiko dan sebagian besar Afrika dan Amerika Latin.
Berbagai peperangan dari Hannibal hingga Sulla. Perang Persia yang sangat klasik. Perang Salib. Pemberontakan budak Sparta. Raja-raja kuno Mesir. Para filsuf sampai aku mengenal hampir semua kaisar Romawi dan bagaimana Aleksander dan Napoleon berperang, mencoba memperluas kekuasaannya dan kalah.
Tentu saja, perang dunia dan berbagai genosida yang terjadi dalam sejarah manusia. Peperangan di Timur Tengah dan bagaimana para diktator berkuasa.
Terkadang ada sejarah Afrika dan India. Ada sejarah para malaikat jatuh dan dewa-dewa. Ada puisi klasik dari para Viking dan perjalanan orang-orang Jepang di abad yang lalu. Revolusi Amerika. Sejarah di kawasan Asia Tenggara dan Indonesia. Juga ada politik. Ekonomi. Sains. Dan banyak lainya.
Akses yang luar biasa ini terhadap berbagai macam buku dan tema baru akan banyak hal. Membantuku sedikit melihat dunia dan bagaimana masa depan nantinya akan berjalan. Itu juga membantuku mengatasi kebosanan dan terkadang, membantu tulisan-tulisanku yang aku sederhanakan agar mudah dibaca siapa saja tapi memiliki cakupan daftar pustaka yang cukup luas untuk membantu mempertahankan perdebatan jika itu dibutuhkan.
Pada dasarnya, aku sudah puas dengan apa yang aku selesaikan. Sisanya tinggal keberanian dan keputusan diriku untuk menyelesaikan diriku sendiri.
Jika aku tetap meneruskan hidup. Aku mungkin akan berakhir dalam usia tua yang penuh kesendirian karena ketidakmampuanku untuk kembali terhubung dengan orang-orang. Dan aku tak tertarik dengan masa depan yang semacam itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKU, NIHILIS
Non-Fictionapa jadinya, jika hampir semua orang lebih memilih menghindari menyelesaikan persoalan utama kehidupan dan lebih memilih hidup tenang dan kepura-puraan yang disepakati? lalu, kapan akan ada akhir? kapan ulangan akan berhenti?
