Saat kamu sudah tak lagi menikmati segala macam hubungan yang dekat. Saat hubungan sosial yang paling tak berbahaya pun bisa membuat perasaan tak nyaman. Saat berbincang dengan orang-orang bukan lagi hal yang penting dan layak. Jadilah individualis. Nikmati dirimu sendiri.
Melakukan perjalanan kemana pun kamu mau. Menghabiskan uang tanpa perlu khawatir dengan anak dan pasangan. Bersenang-senang selagi bisa. Membeli apa saja yang bisa kamu beli. Dan lakukan apa pun tanpa perlu orang lain.
Kamu bisa mengabaikan banyak orang sesuka hatimu. Mengabaikan orangtuamu. Mengabaikan semua yang pernah kamu kenal dan hubungan-hubungan yang sudah tak lagi menarik.
Mati hari ini atau besok, bukan soal. Kamu bisa mati kapan saja jika kamu mau. Tak perlu khawatir mengenai pekerjaan dan masa depan. Tak perlu terlalu keras bekerja untuk usia tua. Kamu juga bisa bersikap masa bodoh tentang banyak hal.
Yang penting beberapa tahun ke depan, kamu memiliki cukup banyak uang untuk bisa mengabaikan orang-orang sesuka hati kamu. Itu sudah cukup. Jika entah mengapa kamu menjadi sangat kaya raya dan setiap hari keuanganmu semakin membengkak karena berlebih. Kamu bisa membeli apa saja untuk menjamin nilai-nilai yang kamu anut.
Jika kamu kaya raya, menjadi individualis jauh lebih mudah. Kamu bisa membeli rumah besar di kota yang jauh atau di kota paling sibuk di dunia tanpa perlu khawatir dikenali orang-orang. Kamu bisa berpindah dari satu kota ke kota lainnya sesuka hati kamu. Kamu bisa menetap di suatu negara dalam beberapa waktu dan jika kamu sudah bosan, kamu tinggal mencari negara lainnya untuk bisa kamu nikmati.
Kamu bisa membeli apa saja dan berpergian kemana pun tanpa perlu terikat dengan orang-orang. Tak ada beban menelantarkan keluarga dan anak-anak. Saat orang lain sibuk sekali menjaga anak-anaknya agar tetap waras dan bekerja dengan keras di satu tempat yang sama selama bertahun-tahun untuk mempertahankan ikatan pernikahan. Kamu tak memilik hal semacam itu. Kamu bebas pergi ke mana saja. Bebas meninggalkan siapa saja. Dan, Tak ada tanggung jawab tehadap orang lain.
Dan, kamu tak perlu khawatir jika dibenci orang-orang karena kamu sudah biasa menikmati diri sendiri. Bagi orang yang sudah biasa dengan kesendiriannya. Dibenci dan dimusuhi oleh banyak orang bukan hal menakutkan. Tapi, hidup akan lebih baik jika kita tak banyak musuh dan orang yang membenci.
Setidaknya, menjadi individualis berarti kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Atas kehidupan dan kematianmu. Atas masa kini dan saat nanti.
Kamu bisa menjadi sangat boros dan terlihat mengeluarkan banyak uang karena kamu tak perlu membiayai siapa pun. Kamu hanya perlu membiayai dirimu sendiri. Membeli rumah untuk dirimu sendiri. Membeli buku, game, konsol, alat musik, makanan, dan apa pun itu, untuk dirimu sendiri. Membeli kesehatan dan perjalanan-perjalanan untuk dirimu sendiri.
Tak ada perasaan khawatir akan masa depan anak-anak karena kamu tidak butuh anak-anak. Keputusan ini sangat menarik bagi para individualis karena anak-anak menghabiskan begitu banyaknya biaya hidup dan membuat sebagian orang menjadi hati-hati dengan keuangannya.
Uang yang bisa kamu gunakan untuk dirimu sendiri- untuk membeli kesenangan dan hal-hal yang kamu inginkan- harus diserahkan untuk anak-anak dan pasangan. Banyak orang yang tak siap dengan ini, memiliki keuangan yang tanggung, akhirnya tersiksa oleh beban keluarga. Tanggung jawab keuangan keluarga pada akhirnya membuat banyak orang menjadi lebih iri dengan mereka yang lebih kaya dan makmur. Menjadi tak puas dengan diri sendiri. Merasa bahwa hidup menjadi lebih kacau dan tak menyenangkan saat kekayaan orang lain begitu sangat mengganggu.
Bagi orang yang tak tertarik dengan anak-anak, merasa tak tertarik dengan keluarga, mereka yang lebih mencintai dirinya sendiri, atau yang pernah memiliki truma hubungan sosial yang sulit dan tak menyenangkan. Menikmati diri sendiri tanpa perlu khawatir tak memiliki teman adalah hal yang menarik untuk dijalani.
Sebagai filsuf, menikmati diri sendiri adalah hal yang perlu. Menjadi individualis adalah keputusan yang sangat tepat bagiku. Aku bisa melakukan banyak hal tanpa perlu aku harus menunggu orang lain. Atau setidaknya, memiliki beberapa kenalan, teman tak terlalu dekat, atau seorang pasangan, sudah lebih dari cukup.
Tak perlu banyak orang untuk bisa menikmati kehidupan. Adakalanya, hanya dengan diri sendiri, kita bisa melakukan banyak hal dan menikmatinya tanpa harus berurusan dengan banyak orang dan sekian banyak cara hidup berbeda.
Menikmati diri sendiri. Tanpa perlu tenggelam dengan ikatan yang dalam. Dan, datang dan pergilah sesuka hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKU, NIHILIS
غير روائيapa jadinya, jika hampir semua orang lebih memilih menghindari menyelesaikan persoalan utama kehidupan dan lebih memilih hidup tenang dan kepura-puraan yang disepakati? lalu, kapan akan ada akhir? kapan ulangan akan berhenti?
