"Bapak mengenalnya?", tanya Rini langsung.
"Iya, sudah lanjutkan", pinta Dewa.
"Kamu harus memberitahukan alasan yang jelas mengenai penolakan pada bu Suci", ucap Lala.
"Dia tinggal di luar negri, jadi akan membuat kita sulit untuk berkomunikasi intens dengannya", jelas Dewa.
"Kalau dia menghabiskan banyak waktu di luar negri, namun kerjasamanya dengan perusahaan lain sejauh ini lancar, berarti dia orang yang kompeten".
"Tim Manejemn bisa melakukan semua sendiri. Kenapa kita juga ikut di sini", geram Agus saat keluar dari ruangan rapat.
"Tadi itu perlawanan kita sangat bagus", seru Rini senang saat mendengar Agus ngedumel keluar ruangan.
*****
"Pak Dewa, kita di panggil ke ruangan bu Irma sekarang", ajak Lala sopan ke Dewa karena saat ini mereka sedang berada di kantor.
"Saya memanggil kalian berdua kesini karena akan ada pesta dengan calon client -!client yang nantinya akan bekerja sama dengan perusahaan kita", jelas bu Irma.
"Pesta?", tanya Dewa ragu mendengarnya.
"Iya, seperti makan malam namun di buat lebih meriah agar tidak kaku saat berbincang. Dan ini adalah tema acaranya", bu Irma menyerahkan map.
"Karena nantinya yang ingin menjadi client bisnis kita banyak, tidak hanya orang yang sudah menikah, namun yang masih lajang jug banyak. Kita bisa membuat semacam game perjodohan, ya siapa tahu dengan game yang kita buat nantinya akan benar ada hubungan yang terjalin di antara mereka. Karena ini juga saatnya ada kesempatan untuk bertemu banyak orang lajang diantara pebisnis serta karyawan hebat yang ikut berpartisipasi. Aku yakin pengusaha yang kaya itu akan senang menemukan pasangan dari kalangan yang sama dengannya. Mereka pasti sangat antusias mendengarnya. Jadi kita harus tahu dulu apa yang mereka inginkan dan memberi mereka pasangan sempurna. Untuk melakukannya, kalian akan membutuhkan bantuannya", bu Irma menyerahkan 2 lembar kertas nama seseorang yang sangat cekatan untuk mencari tahu perihal seseorang sekalipun itu calon client yang akan hadir di acara pesta yang di gelar PT. Future Bright.
Dewa dan Lala membaca dengan seksama kartu namanya dan menyimpan itu sebelum melangkah keluar meninggalkan ruangan bu Irma.
"Oh ya, pergi lah dengan Yona saat kalian ingin bertemu dengannya. Dia akan senang berjumpa dengan Yona. Yona adalah wanita baru yang tiba - tiba muncul di lingkungan kerja kita ini", Dewa dan Lala sedikit kebingungan dengan apa yang di maksud bu Irma namun mereka sama - sama menyetujui dan mengangguk paham pada perintah bu Irma.
**
"Apa? Amran? Lo mengenalnya?", tanya Helena pada Rini saat jam makan siang di kantin. Pasalnya Amran adalah lelaki dari masa lalu Helena yang nantinya akan turut hadir di acara pesta bersama para calon client.
"Tentu sajaa", jawab Rini geram. "Dia di kenal sebagai pria bodoh terpopuler di antara wanita kaya. Dia bisa turut andil dalam semua pernikahan keluarga dengan hubungan finansial dan politik", jelas Rini.
"Kita akan mengadakan perjodohan untuk orang lajang dan kaya. Orang yang sudah memiliki semua yang mereka butuhkan dalam hidup maka makin membuat hidupnya menyenangkan dengan bertemu dengan pasangan yang selevel dengan mereka. Aahh kapitalisme bisa sangat menyebalkan", kata Helena.
"Raisa menyerahkan surat pengunduran dirinya", ucap Lala merubah topik pembicaraan. Helena dan Rini menatapnya.
"Dia akhirnya memutuskan untuk berhenti?", tanya Helena.
"Itu masuk akal. Dia akan muak bekerja di sini setelah apa yang dia alami", ujar Rini.
"Untung dia mengundurkan diri karena keinginannya sendiri. Kala saja tidak--"
"Ahhh sialan", Rini memotong ucapan Helena karena tidak ingin mendengar lanjutannya.
"Bukan kah pemerintah harusnya melakukan sesuatu. Haruskah bekerja dan membesarkan anak - anak bersamaan menjadi hal yang semustahil ini?", kesal Rini.
"Benar. Kita sepertinya sangat sulit mengerjakan kedual hal itu tanpa harus mengorbankan salah satunya", tanggap Helena.
**
"Aku pikir dulu dia adalah orang yang lugu, namun saat ini aku muak melihat kearoganannya. Dikit - dikit bilang atas perintah pak Dewa, tidak ada satupun yang keluar dari idenya sendiri", celoteh Lucky saat keluar dari ruangan rapat bersama Raisa. Lucky dan Raisa juga Yona baru saja melakukan rapat bertiga mengenai konsep selanjutnya. Namun Yona tidak banyak mengeluarkan pendapat, hanya tetap bersikeras dengan bahan yang di berikan Dewa untuknya.
"Dia dia akan menjadi atasan atas kemampuannya sendiri. Dia layak menjadi bawahan mu dalam hal kemampuan", kesal Lucky. "Tidak apa - apa, kamu tidak perlu bertahan lebih lama lagi di kantor ini. Aku tidak suka kamu di debat dengan orang yang tidak mengerti apa - apa sepertinya itu. Ayo kita kembali keruangan masing - masing", ajaknya. Raisa hanya tersenyum menanggapi perkataan Lucky yang membela serta mendukungnya.
**
"Siapa yang bisa membantu ku mengerjakan rekapan minggu ini," tanya atasan Lucky kepada timnya.
"Saya saja pak", Lucky mengajukan diri.
"Baiklah terima kasih Lucky"
"Kalau ada pekerjaan yang lain di luar jam kerja juga serahkan saja pada saya pak", ucap Lucky lagi.
"Waahh ada apa ini? Kenapa lo jadi pura - pura gila kerja gini?", tanya Bayu rekan se timnya.
"Gue sungguh - sungguh, karena mulai saat ini gue adalah seorang tulang punggung sendirian. Oh ya kalau lo gak mau ngerjain lemburan, biar gue aja yang kerjain, lo serahkan aja uang lemburnya nanti sama gue. Nanti gue kasih 20% buat lo" kata Lucky bersemangat.
"30% kalau lo mau", balas Bayu.
"Oke deal", tukas Lucky.
**
"Lo ingat gak acara ulang tahun anak - anak yang kemaren kita hadiri bersama", ucap Helena saat ini tim Manajemen duduk cantik untuk ngopi usai jam kerja berakhir di cafe tidak jauh dari perusahaan.
"Iya ingat", jawab Rini.
"Banyak yang bercerita di media sosial kalau ruang permohonan dan percakapan yang di sediakan kemaren, banyak membuat anak - anak menangis mendengar jawabannya. Kemaren petugas aslinya tidak bisa hadir, jadi aku memerintahkan Steven untuk menggantikannya. Namun emang dasar Steven b**oh, ia tidak pandai menghibur anak - anak ternyata", cerita Helena menceritakan yang sebenarnya terjadi. Steven sendiri sedang berada di toilet cafe saat ini.
Lala yang mendengar cerita Helena terkejut, pasalnya ia juga sempat iseng memasuki ruangan itu untuk bercerita tentang masalahnya. Ia justru masih sangat ingat jawaban atas permasalahan yang ia ceritakan.
"Aku melihat di masa depan, kamu akan terlihat bahagia. Kamu pasti akan bahagia".
"Laaa", lamunannya buyar saat Helena mengurnya.
"Ada masalah La?", tanya Helena.
"Tidak ada kok", Lala menghindar memilih tidak memberitahu teman - temannya. Is masih memikirkan Steven yang besar kemungkinan sudah tahu apa yang terjadi di dalam rumah tangganya dengan Dewa saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Orang Ketiga Dalam Rumah Tangga
RomanceLala mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal, memberitahu bahwasanya suaminya tengah berselingkuh dengan salah satu karyawan yang berada di tim yang sama dengan dirinya. Mulai dari situ Lala berusaha mencari tau satu persatu dan betapa ia sangat...
