Bab 65

201 5 0
                                        

Dewa di panggil pak Rangga untuk menghadap ke ruangannya.

"Aku membatal kan mutasi Lala. Kamu bisa menangani insiden ini sesuka hati mu", mendengar itu Dewa sangat senang. Karena ia tidak ingin Lala semakin terluka dengan keadaan ini.

"Ku dengar Irma berusaha membuat mu memihaknya", Dewa terkejut bagaimana pak Rangga bisa mengetahui ini pikirnya. "Ayah ku dulu adalah seseorang yang tidak menganggapnya sebagai calon penerus karena dia seorang wanita. Namun kali ini berbeda, dia memberi ku peringatan dengan akan menjadikannya presdir. Tapi aku tahu kalau Irma adalah seseorang yang tidak akan pernah mundur begitu dia mengambil kesempatan seperti ini. Jujur saja, itu merepotkan luar dalam. Aku membutuhkan mu. Semua yang terjadi di antara kamu dan Yona sudah menjadi masalalu bukan?", tanya pak Rangga menatap Dewa menyelidik.

"Ada yang ingin ku katakan. Aku memutuskan untuk bersama dengan Yona", ucap Dewa membuat pak Rangga mendelik melihatnya.

"Maaf kan aku", ucap Dewa membungkukkan badannya. "Aku memutuskan berada di sisijya saat ini", lanjutnya.

"Aku mengerti. Aku tidak akan menentang hubungan kalian. Namun aku punya syarat. Bercerai lah dan bereskan terlebih dahulu masa lalu mu dengan Lala sebelum menjalin hubungan dengan Yona lagi. Yona sudah terekspos di media. Dia pasti akan sangat terluka jika mendapat perhatian karena perselingkuhan nantinya. Aku yakin kamu masih punya akal sehat. Setelah aku memberi mu jawaban atas masalah itu, saatnya kamu memberi ku satu solusi", Dewa meninggalkan ruangan pak Rangga setelah pembicaraannya telah selesai.

*****

Di ruangan kerjanya, Dewa memikirkan kembali permintaan dari pak Rangga.

*****

"Aku datang ke ruangan mu beberapa kali", ucap Coki saat Helena keluar dari ruangan kerjanya. "Aku datang beberapa kali, tapi aku tidak tahu harus berkata apa", Coki menarik nafasnya sebelum melanjutkan kalimat.

"Helena, aku minta maaf. Aku sangat menyesali cara ku yang menganggap remeh..", jedanya lagi. "Yang menganggap sangat remeh saat kamu menolak ku. Maaf kan aku", ucapnya lagi.

Helena kembali melangkah kan kakinya untuk pergi karena ia rasa tidak ada yang terlalu penting dari yang di katakan Coki padanya.

"Aku hanya ingin menunjukkan dukungan ku. Aku serius", ucap Coki cepat agar Helena tetap bisa mendengarnya.

"Terima kasih", ucap Helena membalikkan badannya lalu kembali melanjutkan langkahnya menjauh dari Coki.

*****

Malam ini Helena mengundang teman - teman dekatnya yaitu Lala, Raisa juga Rini untuk makan malam di kontrakan barunya. Mereka memilih menu bakaran. Ada daging, ayam juga sosis yang menjadi menu pilihan mereka untuk di bakar.

"Ih Sa, kok lo minumnya lemon tea doang, ini minum lah soda, cocok menu bakaran minumnya soda", ucap Rini pada Raisa saat akan menuangkan lemon tea.

"Aku sedang hamil", seru Raisa tersenyum.

"Hamil?" tanya Rini melihat temannya yang lain. "Apa? Hanya aku yang tidak tahu?", tanya Rini bete.

"Lo ngelakuinya dengan baik Hel", puji Raisa. mengenai postingan Helena di forum.

"Lo juga kok. Tapi ini belum berakhir, hidup begitu sulit ya", ucap Helena.

"Yaa seperti itu lah hidup. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi", seru Rini seraya meminum sodanya.

"Gue aja gak pernah menyangka kalau akan bercerai", membuat Raisa yang sedang minum menyemburkan sodanya dan membuatnya tersedak.

"Bercerai?", kembali Rini melihat teman - temannya. "Apa lagi? Ada hal lain yang tidak gue ketahui?", tanya Rini karena melihat ekspresi wajah Helena dan Raisa yang tidak terkejut dengan apa yang baru saja Lala katakan.

Orang Ketiga Dalam Rumah TanggaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang