"Steven", panggil Dewa saat memasuki cafe melihat Steven dan seorang anak kecil laki - laki berada di salah satu meja. Sedang Lala masih mengantri memesan minuman kesukaannya.
"Pak Dewa", jawab Steven menoleh ke arah Dewa. "Sini pak duduk di sini", ajak Steven mempersilahkan Dewa untuk duduk di kursi kosong yang berada di depannya.
Dewa mengulurkan tanggannya untuk bersalaman sebelum menduduki kursi kosong itu. "Lo apa kabar Stev?", tanya Dewa lebih dulu.
"Saya sehat pak, bapak apa kabar?", jawab Steven.
"Gua baik. Jangan panggil bapak lagi dong. Kan kita udah gak bekerja di kantor yang sama. Panggil Dewa aja", sahut Dewa.
"Hehe ngga apa - apa nih? Dewa?", jawab Steven dengan nada bercandanya.
"Aman. Itu anak lo sama Lala?", tunjuk Dewa pada Emil yang sedang asyik memakan buah anggur yang tadi di beli Lala dan di hidangkan Steven sembari menunggu mamanya.
"Oh iya. Iya ini Emil, anak kami, maaf ya tangan Emil lagi lengket kalau harus bersalaman sama Lo", ujar Steven menjelaskan, karna benar tangan Emil yang sedang mengunyah anggur terkena air dari buah tersebut.
"Iya ngga papa, cakep ya anak kalian", puji Dewa tulus.
"Alhamdulillah. Thanks. Lo masih kerja di PT. Future Bright?", tanya Steven membuka obrolan.
"Udah engga. Gak lama kalian pada keluar dari perusahaan, gue dan Yona sama - sama memutuskan keluar dari perusahaan, bahkan Yona memilih meninggalkan semua yang berhubungan dengan pak Rangga", ujar Dewa sambil menundukkan kepala.
"Hah? Lo seriusan? Jadi sekarang lo kerja dimana? Terus Yona apa kabarnya sekarang? Oh iya ngga ikut sama lo kesini?", tanya Steven beruntun.
"Panjang ceritanya. Gue sendirian aja kesini. Gue, gue udah ngga bareng Yona", ucap Dewa tergagu menjelaskan.
"Maksudnya?", tanya ulang Steven tidak mengerti ucapan Dewa yang menurutnya ambigu.
"Yahh. Kayak yang lo lihat saat ini, gue sendirian. Gue ngga sama Yona lagi. Setahun setelah gue memutuskan untuk menikahi Yona, gue baru tau kenyataannya. Ah nanti aja gue cerita sehabis kita makan. Btw gue pesan makan dulu deh, kalian udah pada pesan makanan belum?", ucap Dewa menghentikan ceritanya dan mencoba mengalihkannya.
"Ah, lo. Yaudah sana pesan. Kami udah mesan tinggal nunggu di antar aja tu makanan", Steven menjawabnya. Pasrah mesti menunggu cerita Dewa. Bukan apa - apa dia memang tipikal yang kepo dengan cerita hidup orang yang ia kenal, bukan ingin menghibahinnya tapi hanya penasaran saja.
Setelah Dewa memesan makanan, ia kembali menuju meja Steven, bersamaan dengan datangnya Lala dengan 2 cup Chatime coklat kesukaannya dan suami.
"Loh, kok", heran Lala melihat ada Dewa di meja yang sama dengan keluarganya saat ini.
"Ngga apa - apa sayang, Dewa bareng semeja makan dengan kita. Seru kok bisa sambil cerita - cerita tentang masa lalu dan sekarang juga", ucap Steven mencoba menenangkan istrinya.
"Hem", hanya itu yang keluar dari bibir Lala. Lala pun menduduki kursi yang ada di samping Steven dan tentunya bukan kursi yang bisa membuatnya bertatapan langsung dengan Dewa. Sedang Emil berada di stroller yang ada di sisi kanan Lala.
"Lagi makan apa sayangnya mama?", tanya Lala mencubit gemas pipi Emil yang dilihatnya sedang mengunyah serta menggenggam anggur muscot yang tadi baru ia beli.
Emil pun menunjukkan apa yang tengah ia pegang. "Ngguy", sambil berucap imut kepada mamanya. Emil yang saat ini belum genap berusia 2 tahun terlihat menggemaskan apalagi kalau sedang mengoceh karena bahasanya masih belum jelas bisa di pahami.
"Silahkan pak, bu, pesanannya. 3 nasi, 2 ayam bakar paha, 1 ayam paha sambel pecak, 1 ayam goreng original, dan 3 ice lychee tea ya. Semua sudah lengkap ya pak, bu pesanannya di antar", ucap pramusaji sambil meletakkan satu persatu hidangan di atas meja.
"Makasih ya mas", ucap Lala tersenyum ramah.
"Sayang, kamu ngga makan?", tanya Steven karena melihat Lala yang belum menyentuh makanannya sama sekali.
"Belum, gantian sama Emil sayang. Nanti kalau aku makan deluan, kasihan Emil, tangan ku kena sambel deluan hehe. Nih syukurnya Emil no drama makannya", jelas Lala menunjukkan Emil yang sedang mengunyah ayam goreng originalnya. Sedang Steven dan Dewa sedari tadi asyik mengobrol sambil makan.
"Oh ya udah sayang, Emil pinter ya, senang dia makan di luar", jawab Steven.
Setelah semuanya selesai makan. Steven pun tiba - tiba teringat sesuatu.
"Oh iya Dewa, lo lanjut dong cerita yang tadi sempat terputus. Lo bilang mau cerita kalo kita udah selesai makan", pinta Steven.
"Eh, hemm. Gue takut gak sopan kalo cerita sebenarnya", ragu Dewa.
"Halah, lo kayak sama siapa aja, sama kita doang, ya kan sayang", Steven meminta persetujuan Lala yang hanya di tanggapi dengan anggukan dan senyuman saja. Lala yang sedang mengobrol dengan Emil, tidak terlalu mendengarkan perbincangan Steven dan Dewa sedari tadi.
"Gini, gue sama Yona udah pisah. 3 tahun lalu sempat menikah, tapi setahun lebih lalu, gue ceraikan", ucap Dewa perlahan.
"Jadi lo akhirnya nikahin Yona? Tapi tadi lo bilang kalo Yona milih ninggali semua yang berhubungan dengan pak Rangga, jadi pak Rangga tahu lo nikahin anaknya?", tanya Steven terkejut, sama halnya dengan Lala. Ia juga sedikit terkejut dengan pengakuan Dewa barusan.
Dewa menggelengkan kepalanya. "Pak Rangga saat itu ngga tahu kalo kami menikah", jawab Dewa.
"Loh terus? Nikah dibawah tangan hakim, gitu?", potong Steven ngga sabar dengan cerita Dewa.
"Ya begitu lah. Lagian Yona ngga tahu bokap aslinya siapa, pak Rangga kan bukan orangtua kandungnya", jelas Dewa lagi.
"Maksudnya? Bukannya dulu kantor kita di hebohkan dengan munculnya Yona sebagai anak kandung dari pak Rangga?", tanya Steven yang heran, sedang Lala sedikit banyaknya ia tahu kisah itu.
"Bukan lah. Jadi kalian belum tahu? Kalau Yona itu bukan anak kandung pak Rangga, tapi dia gundiknya pak Rangga. Makanya pak Rangga marah ke gue waktu tahu Yona dan gue menjalin hubungan. Bahkan seisi kantor udah pada tahu kenyataan itu sebelum kami berdua keluar dari perusahaan. Lumayan gempar seisi kantor, bahkan pak Rangga saat itu ribut besar dengan istrinya", ucap Dewa menjelaskan.
"Sumpah demi?", kaget Steven yang tidak menyangka kenyataan itu. "Terus sekarang kenapa lo pisah lagi sama Yona?", kepo Steven lagi.
"Ya itu, gue baru tahu setelah 1 tahun menikah dengannya. Di saat kandungan Yona berusia 3 bulan, kami sering ribut. Ngga tahu kenapa, gue pun merasa ngga kayak dulu lagi. Segala keinginan Yona bisa gue tolak, yang tadinya semua pasti gue turuti. Rasa sayang ke Yona juga udah mulai pudar. Ternyata gue ngga sengaja mendengar dia berbicara lewat telfon dengan seseorang", Dewa mulai menceritakan masa - masanya saat bersama Yona.
KAMU SEDANG MEMBACA
Orang Ketiga Dalam Rumah Tangga
RomanceLala mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal, memberitahu bahwasanya suaminya tengah berselingkuh dengan salah satu karyawan yang berada di tim yang sama dengan dirinya. Mulai dari situ Lala berusaha mencari tau satu persatu dan betapa ia sangat...
