Bab 85

190 4 0
                                        

"Pak Dewa dan Yona benar - benar ada hubungan?", tanya Lucky pada Raisa siang ini mereka makan siang di restaurant yang tidak jauh dari kantor dimana mereka bekerja. Raisa hanya menganggukan kepalanya tanda membenarkan pertanyaan Lucky.

"Kenapa dia? Apa ini masuk akal? Kamu sudah tahu sebelumnya?", tanya Lucky lagi dan lagi - lagi mendapat anggukan dari Raisa.

"Ini masalah besar untuk Lala. Jadi jangan sembarangan membicarakan tentang itu", ucap Raisa sambil menyendokkan makanan.

"Iya sayang baik lah. By the way, kamu tidak akan bisa membahas pengunduran diri", Lucky tiba - tiba teringat dengan rencana Raisa yang akan resign dan fokus pada keluarganya.

"Masalahnya saat ini lumayan serius. Aku berencana bicara setelah semua beres, tidak apa - apa ya?", Raisa meminta Lucky untuk sedikit mengerti dengan kondisi kantor saat ini.

"Ya sudah tidak apa - apa", Lucky menggenggam lembut tangan Raisa.

*****

"Putus lah dengan Dewa", pinta pak Rangga siang ini ke Yona. Mereka berbicara di ruangan pribadi pak Rangga hanya berdua saja.

"Tapi pa..", Yona terbata ingin menolak permintaan papanya.

"Ini lah alasanku memperingatkan mu sebelumnya. Sudah ku bilang jangan lagi berhubungan dengannya!", bentak pak Rangga membuat Yona hanya bisa menundukka  kepalanya.

"Dan kalau kamu tetap ingin punya hubungan dengannya, aku tidak akan melanjutkan sandiwara bahwa kamu adalah putri ku. Aku memutus hubungan dengan mu saat itu juga. Dasar jalang tidak tahu diri", pak Rangga berjalan meninggalkan ruangannya.

Yona masih duduk menundukkan kepala serta air mata yang terus mengalir. Dia tidak ingin kehilangan Dewa, tapi dia juga tidak mungkin melapaskan pak Rangga begitu saja. Ia sadar kalau Dewa tidak sekaya pak Rangga. Ia tidak mungkin bisa merasakan kemewahan seperti yang pak Rangga berikan padanya selama ini kalau memilih bersama Dewa. Namun saat bersama Dewa, ia merasa di cintai sepenuh hati.

*****

3 Tahun Kemudian..

"Ma, kalau udah siap ayo kita berangkat", teriak Steven dari lantai bawah memanggil istrinya.

"Iya pa, ini udah selesai kok, tinggal masang kain gendong Emil", jawab Lala dari arah kamar yang berada di lantai atas.

Lala dan Steven memutuskan untuk menikah 2 tahun yang lalu, setelah menjalani hari-hari bersama. Steven yang selalu menaruh perhatian dan meluangkan banyak waktunya untuk Lala, membuat hati Lala tergerak untuk balik menyukainya.

Sedang 3 tahun yang lalu, Lala, Raisa, Helena juga Steven memilih untuk resign dari PT. Future Bright secara bergantian. Mereka sudah tidak merasa nyaman berada di perusahaan yang terlalu banyak skandal, serta hanya mensejahterakan keluarga yang menjabat di perusahaan itu tanpa memikirkan karyawan.

Sejak Lala dan Dewa bercerai, yang Lala tahu, Dewa memilih hidup bersama dengan Yona. Begitu juga dengan Yona yang memilih hidup dengan Dewa dan meninggalkan harta dari pak Rangga.

Steven membuka sebuah restaurant setelah resign dari PT. Future Bright. Saat itu dibantu oleh Lala dalam mengelolanya. Namun sejak Lala melahirkan anak pertama mereka, ia lebih banyak memantau perkembangan restaurant melalui ponsel jadi tetap bisa dirumah saja. Sekarang Lala dan Steven sudah memiliki 1 orang anak laki-laki yang di beri nama Emil. Walaupun usia Lala dan Steven berbeda 3 tahun dan itu lebih muda Steven, keluarga Steven tidak menentang hubungan mereka sedari awal.

Hariini jadwalnya keluarga kecil Lala untuk belanja bulanan di Mall yang terdekat dari tempat tinggal mereka.

"Lala", panggil seseorang yang suaranya masih sangat dikenali oleh Lala.

Lala sedang memilih sayuran di supermarket sendirian, suami dan anaknya sedang bermain di spot permainan anak yang tidak jauh jaraknya dari supermarket itu. Lala langsung menoleh ke arah suara yang memanggilnya.

"Dewa?", ya, yang memanggil Lala tadi itu Dewa. Mantan suaminya yang sudah 3 tahun yang lalu juga tidak pernah ia jumpai.

"Kamu apa kabar? Sendiri aja kesini?", tanya Dewa.

"Aku baik, kesini bareng suami dan anak ku, tapi mereka lagi main di sana", tunjuk Lala ke arah tempat bermain yang tepat berada di sebrang supermarket itu.

"Oh iya, kamu menikah dengan Steven ya setelah resmi bercerai denganku", ucap Dewa yang di anggukkan kepala oleh Lala. Lala lanjut memilih sayuran dan mengabaikan Dewa yang masih diam berdiri di dekatnya.

"La, aku minta maaf ya untuk hubungan kita yang lalu", Dewa berbicara ke Lala lagi.

Dan lagi Lala mengalihkan fokusnya dari sayur ke wajah Dewa.

"Iya udah ngga perlu kita bahas lagi. Aku udah memaafkan kamu, dan itu juga udah lama berlalu. Sekarang kita juga udah berhasil menjalani hidup kita masing - masing", Lala mengibaskan tangannya.

"Habis kamu berbelanja, mau ngga kalau kita ngobrol sebentar? Di cafe depan itu aja", ajak Dewa.

"Maaf, aku udah di tunggu suami ku habis ini", tolak Lala.

"Ngga apa - apa, bareng Steven juga, aku mau nyapa karena udah lama ngga jumpa dia", lanjut Dewa.

"Lihat nanti deh", Lala segera berlalu meninggal kan Dewa untuk melanjutkan berbelanjanya. Setelah semua list belanjanya masuk ke troli, Lala membayarnya ke kasir. Lalu ia berjalan ke arah tempat bermain anak - anak untuk menemui anak dan juga suaminya.

"Maaa", teriak kecil suara bocah lelaki memanggil Lala. Lala langsung berjalan mendekat ke arah Steven dan Emil. Memeluk erat Emil.

"Udah puas belum bermainnya?", tanya Lala lembut sambil membelai kepala Emil.

"Udah ma", jawab Emil dengan nada khas batitanya.

"Sayang, kita makan dulu yuk sebelum pulang. Cape juga ikut Emil bermain gini", ajak Steven ke Lala sambil mengambil alih troli belanjaan yang tadi di bawa Lala.

"Yukk, aku pengen beli Chatime di situ", tunjuk Lala yang sudah menjadi kebiasaannya kalau sudah selesai  berbelanja bulanan harus meminum Chatime untuk menyegarkan tubuhnya.

Sesampainya di tempat makan yang masih berada di sekitaran supermarket itu. Lala memesan makanan untuknya suami juga Emil, lalu izin untuk memesan Chatime.

"Oh iya sayang, aku mau kasih tau kamu dulu sebelum terjadi salah paham", ucap Lala sebelum berlalu pergi.

"Apa itu sayang?", respon Steven dengan senyuman lembut khasnya.

"Tadi aku ketemu Dewa di dalam supermarket. Tapi cuma bicara sebentar aja nanyain kabar, tadinya dia mau ngajakin kita ngobrol sambil makan, tapi gak aku iyakan, aku gantung gitu aja bilang lihat nanti. Hehe", ya Lala dan Steven seterbuka itu menjalani hubungan ini, dan itu yang membuat hubungan mereka yang sudah terjalin 2 tahun ini belum ada terjadi cekcok.

"Pak Dewa?", tanya Steven memastikan. Pasalnya sudah 3 tahun ini ia tidak pernah mendengar kabar atasannya dulu itu, bak ditelan bumi. Lala menganggukkan kepalanya.

"Terus kenapa ngga kamu ajakin aja makan bareng kita biar bisa sekalian ngobrol nostalgia", ucap Steven.

Lala memutar bola matanya malas. "Kamu tuh aneh - aneh aja ya sayang. Malas aku. Yaudah aku mau beli chatime sebentar ya, kamu mau kan sekalian aku pesan kan". Ucap Lala langsung berlalu pergi tanpa persetujuan Steven.

*****

"Steven", panggil Dewa saat memasuki cafe melihat Steven dan seorang anak kecil laki - laki berada di salah satu meja.

"Pak Dewa", jawab Steven menoleh ke arah Dewa.

Orang Ketiga Dalam Rumah TanggaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang