"Dia ingin menemui aku?", tanya Yona terkejut saat bu Fatma menyampaikam ada seorang pria yang ingin di kenalkan dekat dengannya.
"Sepertinya pak Gio mendapat kesan pertama yang baik tentang mu", angguk bu Fatma membenarkan.
"Kurasa tidak tepat kalau aku bergabung di sana bu. Aku juga tidak bisa pergi karena saat ini sedang bekerja. Bilang saja ya bu kalau aku tidak bisa", Yona menolak ingin di kenalkan dengan seorang pria, karena menurutnya cukup Dewa yang ada di hatinya saat ini.
"Ini hanya percakapan ringan. Kenapa kamu tidak menemuinya saja daripada berpikir itu sulit? Kalau menolaknya sekarang, kamu mungkin skan menyakiti hati calon client perusahaan mu sendiri. Bukan kah salah satu tujuanmu acara ini selesai dengan sukses?", bujuk bu Fatma. "Sebenarnya pak Gio itu bukan seseorang yang bisa kamu temui dengan mudah. Kalau kita membahas ini dengan latar belakangmu. Ini juga akan menjadi kesempatan bagus untuk kamu", mendengar itu mau tidak mau membuat Yona menyetujui permintaan bu Fatma.
**
"Maaf jika aku membuatmu tidak nyaman", ucap Gio saat Yona sudah duduk tepat di depannya saat ini.
"Tidak apa - apa", jawab Yona gugup.
"Kamu pasti merasa canggung, karena saat ini aku juga merasakannya, canggung", senyum simpul Gio yang sedari awal menghadiri acara sudah menaruh perhatian pada setiap gerak - gerik Yona.
"Aku agak terkejut karena kamu ingin menemui ku", jujur Yona.
"Kamu tampak berbeda. Saat kamu berada di acara seperti ini, terkadang rasanya seperti bicara memakai topeng tanpa menunjukkan jati diri kita. Tapi kupikir kamu akan berbeda. Karena itulah aku ingin mengenalmu lebih dekat. Bukan kah sulit bekerja di bidang ini?", tanya Gio mencairkan obrolan.
"Hemm tidak juga", jawab Yona singkat namun tetap tersenyum ramah ke Gio.
"Kalau kamu haus biar aku ambilkan minum", tawar Gio.
"Ngga perlu, aku sedang tidak haus kok", Yona menolak secara halus karena memang saat ini ia tidak membutuhkan minum.
"Kalau begitu, kita ke meja lain yuk, aku ingin mengenalkan mu dengan teman - teman ku yang lain", ajak Gio sambil berdiri dan mengulurkan telapak tangannya dan di sambut Yona.
Mereka berjalan dengan Yona menggandeng lengan Gio sesuai permintaan Gio pribadi.
"Ini teman - teman ku, saat ini kami juga menjalin kerjasama dan kebetulan kami sudah saling kenal sejak kecil", Gio memperkenalkan teman - temannya berjumlah empat orang, dua wanita dan dua pria yang ada di meja itu.
"Sapa lah, ini Yona", ucap Gio pada teman - temannya yang terlihat jelas sangat terkejut dengan kedatangan Gio dan Yona yang sedang bergandengan, pasalnya mereka yang tadi membicarakan Yona.
"Senang bertemu dengan lo. Gue banyak mendengar tentang lo", sapa wanita pertama kepada Yona.
"Duduk lah", ajak Gio dan Yona menurutinya walaupun agak ragu.
"Gio, lo ngga pernah keluar dulu mau berkumpul saat kami menghubungi lo", ucap teman prianya.
"Benar, lo membuat gue sedih", ucap manja wanita yang satunya pada Gio.
"Heii, jangan bilang gitu dong. Tunggu, Yona kamu ada acara ngga di hari sabtu depan? Kami berencana mengadakan pesta, kalau kamu ada waktu datang lah", tawar Gio mengalihkan pembicaraan pada Yona. Mendengar itu sontak teman - temannya saling berpandangan, Gio mengundang orang baru di kenal untuk datang ke pesta yang akan mereka adakan.
"Tentu, aku akan datang kalau ada waktu", ucap Yona tidak ingin menolak Gio di depan teman - temannya.
"Ohya, btw, kakek lo baik - baik aja? Gue banyak mendengar kabar pemimpin perusahaan lo", tanya teman wanita Gio ke Yona.
"Ya dia baik - baik saja", jawab Yona gugup.
**
"Irma, aku ingin bicara sama kamu", ajak bu Angel ke bu Irma dan menggandeng lengannya untuk mengikutinya menuju salah satu ruangan yang tidak ada orang.
"Mau bicara apa? Mana suami kamu mbak?", tanya Irma.
"Dia lagi di ruangan rapat", jawab Angel lalu keduanya duduk di sofa yang terdapat di ruangan itu.
"Rapat seperti apa? Apa dia berkonspirasi untuk menjatuhkan ku?", sindir Irma.
"Irma, kamu pasti bersenang - senang dengan semua ini", ucap Angel menatap tajam Irma.
**
Lala memilih menyingkir sebentar dari ruangan acara ke ruangan khusus pegawai karena ingin meluruskan kakinya yang sedari tadi hanya berdiri menggunakan heels. Yona yang melihat Lala hanya sendirian memasuki ruangan pegawai, mengambil kesempatan untuk mengikuti Lala.
Yona berjalan dengan langkah tegas menghampiri Lala yang sedang duduk di sofa empuk dan meluruskan kakinya.
"Maaf mengganggumu saat sedang istirahat. Aku ingin menanyakan sesuatu", ucap Yona penuh penekanan, tidak ada nada lembut seperti biasanya kalau sedang berbicara dengan seseorang. Lala hanya menatap tajam Yona.
"Apa rencanamu mulai sekarang?", Lala yang malas menanggapi pertanyaan Yona memilih berjalan begitu saja meninggalkan Yona.
"Bisa tolong ceraikan saja dia?", pinta Yona dengan suara yang lebih keras karena merasa di abaikan Lala. "Lagi pula, hubungan kalian sudah berakhir. Kumohon, ceraikan dia".
Lala menghentikan langkahnya dan membalikan tubuh mengarah ke Yona. Di tariknya napasnya perlahan dan tersenyum sinis.
"Jangan ganggu gue lagi dengan masalah ini. Ini bukan urusan lo", Lala berjalan dengan langkah lebar meninggalkan Yona.
Sedang Coki yang secara tidak sengaja menyaksikan keduanya berjalan ke arah ruangan yang sama, memilih untuk menemui Dewa.
"Dewa, Yona sepertinya mendatangi Lala di ruang pegawai, wajahnya tampak sedang tidak baik - baik saja", Dewa yang mendengar itu langsung berjalan cepat menuju ruangan yang di maksud Coki. Ia tidak ingin jika nantinya akan terjadi keributan.
Namun saat ia baru saja tiba di depan ruangan, Lala keluar dari ruangan itu dan melewatinya begitu saja. Dewa memasuki ruangan dan berjalan mendekati Yona.
"Bu Lala tidak berniat menceraikan mu kan?", tanya Yona dengan kesal ke Dewa.
"Lalu kita harus bagaimana?", tanya Yona lagi karena Dewa tidak menggubris pertanyaannya tadi. "Kalau dia tidak menceraikan mu bagaimana nasib kita?", tanyanya lagi.
"Yona-",
"Pak Rangga menyuruhku ke luar negri. Kita bisa memulai dari awal di tempat asing. Tapi untuk itu, dia harus menceraikan mu", ucap Yona menggebu - gebu.
"Yona, aku akan berbicara dengannya nanti", ucap Dewa masih lembut pada Yona.
"Kamu tidak keberatan dengan ini? Aku akan di pindahkan ke luar negri. Kita juga tidak akan bisa bertemu dengan pantas. Kamu tidak keberatan?", ucapnya bergetar sambil menahan tangis.
"Aku tidak tahan lagi", Yona berjalan keluar meninggalkan Dewa.
**
"Mohon perhatiannya sebentar, maaf mengganggu waktunya", ucap bu Irma dari atas panggung menggunakan mic.
"Saya ingin memperkenalkan seseorang pada malam hari ini kepada semuanya. Silahkan naik bu Suci", ucap Irma sontak membuat Rangga dan Dewa terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Orang Ketiga Dalam Rumah Tangga
RomansaLala mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal, memberitahu bahwasanya suaminya tengah berselingkuh dengan salah satu karyawan yang berada di tim yang sama dengan dirinya. Mulai dari situ Lala berusaha mencari tau satu persatu dan betapa ia sangat...
