"Dewa, mari kita bercerai. Tolong talak aku", ucap Lala membuat keduanya saling terdiam.
Tok tok tok..
"Permisi bu, apa anda sudah merasa baik - baik saja?", masuk seorang perawat menanyakan kondisi Lala pagi ini.
"Iya sus saya sudah baik - baik saja kok", jawab Lala menyunggingkan senyuman.
"Aku keluar dulu ya La", pamit Dewa saat melihat ada panggilan masuk dari Yona di ponselnya.
"Ya Halo", sapa Dewa mengangkat panggilan telfonnya.
"Bagaimana keadaan bu Lala?", tanya Yona dari sebrang telfon.
"Dia sudah di berikan pengobatan dan kini sudah lebih baik", jawab Dewa apa adanya.
"Syukur lah. Kamu menginap di rumah sakit semalam?", tanya Yona lagi.
"Iya", jawab Dewa singkat.
"Kamu masuk ke kantor hari ini?", tanya Yona mencoba tetap mengobrol dengan Dewa.
"Iya, aku akan ke kantor siang nanti",
"Baik, sampai jumpa di kantor",
"Ya", Dewa memutuskan sambungan telfonnya.
Dewa kembali memasuki ruang rawat Lala dan melihat Lala yang sudah selesai di berikan obat pagi ini oleh suster tadi. Lala yang sedang menatap keluar jendela dari atas brankarnya. Ia sangat sedih saat Lala benar - benar mengatakan ingin berpisah dengannya, karna di lubuk hatinya yang dalam masih sangat ada nama Lala. Apalagi saat melihat Lala yang tidak sadarkan diri tadi, ia semakin ingin melindungi Lala seumur hidupnya.
**
3 hari setelahnya, Lala memutuskan untuk pulang dari rumah sakit. Karena sudah merasa enakan dan tidak ada efek dari tebentur kepalanya.
"Kenapa sudah masuk bekerja bu Lala? Padahal ini baru beberapa hari", khawatir Steven saat melihat Lala yang sudah masuk kantor pagi ini.
"Aku udah baik - baik aja", jawabnya sambil tersenyum agar tidak membuat Steven khawatir. Saat masih di rawat, Steven dan teman lainnya setiap sore setelah pulang kantor datang untuk menjenguknya.
"Maaf sekali lagi bu, itu semua karna aku", ini sudah kesekian kalinya Steven meminta maaf atas kejadian itu ke Lala.
"Engga kok, itu bukan salah mu. Lagian aku baik - baik saja", ucap Lala.
"Aku senang tidak ada luka serius yang terjadi, ucap tulus Raisa.
"Lo yakin udah baik - baik saja? Lo harus banyak istirahat", ucap Helena mengelus pundah Lala lembut.
"Im okey. Apa ada yang terjadi saat gue gak di kantor?", tanya Lala mengalihkan pembicaraan mengenai kondisinya.
"Kami di suruh tutup mulut agar tidak ada skandal. Pekerjaan ini terus membuat ku muak", kata Rini yang juga sedang berada di ruangan tim management. Lala hanya menyunggingkan senyum, ia juga paham kalau perusahaan pasti tidak ingin membuat citra para clientnya nanti akan jelek di luaran sana walaupun kenyataannya harus mengorbankan para pegawai.
**
"Bagaimana kondisimu?", tanya bu Irma saat Lala menemuinya di dalam ruangan kerja pribadi bu Irma.
"Saya baik - baik bu", jawab Lala sambil tersenyum dan menganggukkan kepala.
"Syukur lah. Aku tidak akan melupakan kerja keras yang kamu lakukan di malam itu", ucap bu Irma tulus. "Tujuan ku memanggil mu kesini juga ingin menyampaikan sesuatu. Ku dengar kamu juga menyadari apa yang terjadi antara Dewa dan juga pak Rangga. Kalau kamu setuju, akan lebih mudah menggiring opini publik, bagaimana?", tanya bu Irma antusias.
Namun Lala hanya diam saja sembari memikirkan haruskah dia setuju dengan ide bu Irma atau tidak.
"Kalau di pikirkan, kamu juga pasti menginginkan ini", ucap bu Irma lagi.
"Maaf bu kalau saya bilang begini, tapi saya tidak berniat untuk terlibat dalam urusannya lagi", keputusan Lala sudah bulat kalau ia ingin berpisah dengan Dewa tanpa mencampuri urusan pekerjaan.
"Astaga", bu Irma sedikit terkejut mendengar keputusan Lala. "Kamu sudah memaafkannya? Ternyata kamu orang yang murah hati", puji bu Irma walaupun ada sedikit rasa kecewa dengan keputusan yang di ambil Lala.
"Saya merasa balas dendam semacam ini tidak ada artinya bu", ucap Lala lagi.
"Hem, lalu bagaimana kalau begini. Bagaimana jika kamu sekarang berada di kubu saya. Kemarin kan kamu sempat mengutarakan ingin berpihak di saya. Ini kesempatan kamu", rayu bu Irma.
"Kalau yang ibu butuh adalah orang yang bisa bekerja seperti pak Dewa, saya rasa saya bukan orangnya. Saya akan melakukan semua yang bisa saya lakukan di posisi saya", ucap Lala pelan takut menyinggung perasaan bu Irma.
"Baik, saya paham maksud kamu Lala. Saya akan pertimbangkan pendapat kamu. Padahal sayang sekali, skandal seperti ini biasanya akan menjadi sangat efektif saat sang istri menuduh suaminya", ujar bu Irma lagi sebelum meminta Lala meninggalkan ruangan kerjanya.
*****
Yona dan Dewa bertemu di dalam lift yang sama saat akan menuju lantai 7 kantor.
"Kamu terlihat lelah", ucap Yona memandangi wajah Dewa.
"Ah iya ini karena semuanya membuat aku sibuk", jawab Dewa dingin tanpa menatap Yona.
"Kamu harus menjaga dirimu", ucap Yona lagi menundukkan kepala karena merasa kecewa Dewa tidak melihatnya sama sekali.
Pagi ini perusahaan Future Bright di gegerkan dengan sebuah artikel yang menampilkan foto Dewa dan Yona yang sedang bersama dengan tagline besar SKANDAL MANAGER DAN KARYAWAN
"Apa dia baik - baik saja?", tanya Helena pada Raisa dan Steven sambil memandangi Lala yang sedang menatap layar laptop di ruangan pribadinya.
"Pasti baik, karna itu bukan kesalahan bu Lala, namun mereka sendiri", jawab Steven datar.
Seluruh staff kantor memandangi Yona dan Dewa yang baru saja keluar lift. Mereka berjalan memasuki ruangan kerja masing - masing untuk memulai bekerja hari ini.
Yona langsung menghidupkan layar komputer di meja kerjanya. Namun ia langsung melihat sebuah email dari seseorang yang mengirimkan artikel mengenai dirinya dan Dewa yang sudah ramai mendapat komentar pedas. Ia pun melirik ke kiri dan kanan teman - teman yang ada di ruangan kerjanya dan ia sangat terkejut dan malu karena semua memandang rendah ke arahnya.
Begitu juga dengan Dewa yang mendapati hal yang sama saat baru saja menghidupkan layar laptop di ruangan pribadinya. Dewa langsung menghadap pak Rangga karena ingin memberikan penjelasan mengenai artikel yang sedang viral tersebut.
Namun saat ia baru saja melangkah kan kaki memasuki ruangan pak Rangga, terdengar suara dari tv yang sedang menampilkan foto pak Rangga di siaran berita, kecurigaan kepada wakil direktur Rangga PT Future Bright, memiliki saham atasnama pinjaman, berusaha untuk mengamankan hak pengelolaan PT Future Bright, dia memakai nama para penanam saham, termasuk wanita simpanannya yaitu bu Suci dari perusahaan Kilang Pride dan juga orang kepercayaannya di perusahannya sendiri bernama pak Dewa.
Pak Rangga langsung mematikan tv setelah mendengar pembawa berita membacakan beritanya.
"Ini pasti sengaja di buat untuk mengatasi skandal itu", ucap pak Rangga dengan gigi yang sudah gemelatuk menahan amarah.
"Kamu masih belum bisa menghubungi Suci?", tanya Pak Rangga pada Dewa.
"Maaf belum pak", Dewa tertunduk.
"Irma sialan! Sudah pasti ini semua perbuatannya", pak Rangga menggeram marah.
*teman - teman maaf ya udah hampir 1 tahun gak update, aku komit per hariini setiap hari posting dan usahakan 2 bab setiap harinya, see u*
KAMU SEDANG MEMBACA
Orang Ketiga Dalam Rumah Tangga
RomanceLala mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal, memberitahu bahwasanya suaminya tengah berselingkuh dengan salah satu karyawan yang berada di tim yang sama dengan dirinya. Mulai dari situ Lala berusaha mencari tau satu persatu dan betapa ia sangat...
