"Mohon perhatiannya sebentar, maaf mengganggu waktunya", ucap bu Irma dari atas panggung menggunakan mic.
"Saya ingin memperkenalkan seseorang pada malam hari ini kepada semuanya. Silahkan naik bu Suci", ucap Irma sontak membuat Rangga dan Dewa terkejut. Bu Suci menaiki panggung dengan sangat anggun dan menyalami Irma.
"Halo semuanya, aku Suci dari perusahaan Kilang Pride", ucap bu Suci mengambil alih microfon untuk memperkenalkan dirinya. Sedang pak Rangga yang tadinya duduk segera berdiri dan meninggalkan ruangan.
"Aku berterima kasih dari lubuk hatiku karena kalian telah menghadiri acara malam ini. Donasi ini, yang berasal dari kehangan hati kalian, akan digunakan dengan baik dan bijak, untuk membantu anak yang kesulitan menyiapkan masa depan. Terimakasih", lanjut bu Suci yang dipilih untuk menyalurkan donasi yang di kumpulkan pada malam ini.
Lala melihat dari ekor matanya, kalau Dewa berjalan keluar ruangan mengikuti pak Rangga, ia justru mengikutinya juga secara perlahan.
"Apa maksudnya itu?", tanya Rangga pada Dewa saat mereka sudah berada di luar ruangan dan memilih sudut yang sepi agar tidak di dengar siapa pun.
"Bawa Suci kepadaku saat dia sudah selesai", pinta Rangga membuat Dewa menganggukkan kepalanya.
Saat Dewa berbalik berjalan ingin memasuki ruangan acara kembali, ia melihat Lala yang sudah berdiri tidak jauh dari ia dan pak Rangga tadi berbicara.
"Kita tidak akan bisa bicara hari ini. Mungkin lain kali", ucap Lala lalu meninggalkan Dewa begitu saja.
**
"Terimakasih kamu sudah hadir, tolong abaikan telfon darinya, aku yang akan menanggung akibatnya", ucap bu Angel pada Suci. Saat ini Irma, Angel dan Suci sedang berada di sebuah ruangan yang di khususkan untuk bu Irma.
"Dan ambil ini, lalu tinggallah di luar negri untuk sementara", Angel memberikan sebuah amplop yang berisi banyak uang.
"Baik lah bu", jawab Suci senang lalu pergi meninggalkan ruangan.
"Terimakasih ya mbak, kamu memilih berada di pihak ku. Aku merasa seperti memiliki sesuatu yang hebat", ucap Irma sambil menuangkan minuman untuk Angel.
"Aku tidak membantu demi kebaikan mu", ucap Angel.
"Gunakan kesempatan ini untuk mengalahkan mas Rangga", Irma menyenggol gelas minuman Angel tanda bersulang.
**
"Kamu sudah bicara dengan pak Gio?", tanya bu Fatma saat melihat Yona yang terus saja melamun di depan ruangan acara.
"Ah, ya sudah bu", jawab Yona kaget.
"Lalu bagaimana dia?", tanya bu Fatma lagi.
"Dia orang yang baik", jawan Yona singkat.
"Bukan kah menyedihkan, sekeras apa pun mereka bekerja, orang - orang ini tidak akan pernah menjadi seperti mereka", ucap bu Fatma menuju para waiters dan tamu dalam ruangan acara.
"Kamu sangat beruntung, jika di posisi mu, aku tidak akan membuang kesempatan", ucap bu Fatma lalu pergi meninggalkan Yona yang masih menatap ke arah waiters yang sedari sibuk kesana - kemari.
**
"Pak, maaf pesta akan segera berakhir. Saya akan bantu memanggilkan sopir anda untuk segera menjemput", ucap Lala pada salah satu client yang sedaritadi ia perhatikan terlalu banyak minum dan saat ini dalam keadaan mabuk.
"Gue masih mau di sini", racaunya.
"Maaf pak, tapi bapak sudah terlalu banyak minum, mari saya antarkan ke depan", ucap Lala ramah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Orang Ketiga Dalam Rumah Tangga
RomansaLala mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal, memberitahu bahwasanya suaminya tengah berselingkuh dengan salah satu karyawan yang berada di tim yang sama dengan dirinya. Mulai dari situ Lala berusaha mencari tau satu persatu dan betapa ia sangat...
