Bab 78

1.1K 22 4
                                        

Pulang kerja hari ini Yona meminta Dewa menemaninya ke Mall, karena ia ingin mengganti ponselnya dengan keluaran terbaru karena tadi malam baru saja di berikan uang jajan oleh Rangga.

Drrt

Saat meyerir Dewa melihat panggilan masuk di ponselnya dari mamanya. Tidak biasanya mamanya itu menghubunginya di hari kerja sepert ini. Lantas membuat Dewa langsung mengangkat panggilan telfonnya.

"Iya halo ma, ada apa?", tanya Dewa to the point.

"Mama membuat beberapa menu kesukaan Lala. Mau mama bawa ke tempat mu, kalian sudah pulang kerja kan?", sahut mamanya dar sebrang telfon. "Nanti kalau mama sudah sampai, mama akan menelfonmu kembali ya Dewa".

"Jangan ma, tidak ada orang di apartemen sekarang. Biar nanti aku aja yang akan datang kerumah mama untuk mengambilnya", cegah Dewa tidak ingin mamanya sampai tiba - tiba datang ke apartemen tanpa keberadaan dirinya. Memang jarak apartemen dengan rumah mamanya hanya memakan waktu satu jam kalau ditempuh menggunakan mobil.

"Kenapa? Kamu sama Lala lagi di luar ya?", tanya mamanya. "Kalau engga biar nanti mama titipkan ke security aja kalau memang mama tidak boleh masuk ke apartemen kalian langsung. Soalnya kalau di malam kan di rumah mama, kulkas mama ngga muat lagi, sudah terlalu penuh".

"Ngga perlu ma, itu pasti berat. Biar sekarang aku menuju ke rumah mamanya untuk mengambilnya", tawar Dewa lagi.

"Tidak apa - apa, ini ngga terlalu berat kok, mama bisa membawanya sendiri".

"Mama tunggu saja di rumah, sejam lagi aku akan sampai disana", Dewa pun mengakhiri panggilan telfonnya setelah mendapat persetujuan dari mamanya.

"Kamu pergi aja mas, mama mu sudah menunggu kan di rumah", ucap melas Yona.

"Kamu ngga apa - apa?", Dewa khawatir Yona akan merajuk padanya.

"Gapapa mas, tapi nanti beritahu ya mama mu mengenai hubungan mu dengan Lala saat ini seperti apa", pinta Yona memberi syarat.

**

"Assalamualaikum ma", Dewa menyalim tangan mamanya saat memasuki rumah.

"Waalaikumsalam, kamu sendirian aja? Lala dimana?".

"Iya ma aku sendirian", Dewa memilih tidak menjawab pertanyaan mamanya mengenai keberadaan Lala.

"Ini dia yang mama masak tadi, bawa sekalian untuk keluarga Lala, bisa kan kamu singgahkan? Mama masak banyak soalnya", Mama Dewa menyerahkan 2 rantang bertingkat ke tangan Dewa.

"Apa Lala baik - baik saja belakangan ini nak? Dia tidak terlihat sehat sewaktu terakhir kali kesini. Mama ada kenalan dokter tradisional bagus, bilang ke Lala kesini biar mama temani nanti pergi ke dokter", kata mamanya lagi.

"Ma, ada sessuatu yang harus aku katakan", Dewa mengajak mamanya untuk duduk di sofa ruang tamu.

"Aku dan Lala akan bercerai ma, maaf kan aku", usap lembut Dewa pada punggung tangan mamanya.

"Omong kosong apa ini? Kenapa kamu bercerai?", tiba - tiba Mamanya Dewa teringa dengan perkataan Lala terakhir kali. Lala cerita kalau temannya kemungkinan akan bercerai karena suaminya berselingkuh. Lala saat itu menceritakannya seolah - olah itu terjadi pada dirinya.

"Apa kamu pacaran dengan wanita lain? Engga kan Dewa?", tanya mamanya lagi tidaknpercaya kalau sampai anaknya melakukan itu. Namun melihat Dewa yang diam saja sembari menundukkan kepala, membuat mamanya mulai menyadari pertanyaannya barusan benar adanya.

"Bagaimana bisa Dewa?", tumpah seketika air matanya melihat Dewa yang masih tetap diam tidak berani menatap dirinya.

"Teganya kamu melakukan itu. Teganya kamu melakukan itu pada Lala, padahal kamu tahu apa yang terjadi dahulu pada mama!", Dewa terus di pukuli mamanya yang sangat kecewa dengannya.

"Kenapa kamu tega?", jerit mamanya lagi sambil terisak tidak kuasa menahan tangisnya. Dewa membiarkan mamanya melampiaskan kemarahannya.

"Kamu tidak tahu apa yang telah kamu lakukan bukan? Kamu tidak akan melakukan ini jika kamu tahu. Saat pertama kali kamu membawa Lala dan memperkenalkannya ke Mama, mama merasa itu sangat melegakan. Lala yang manis dan tulus, tapi bukan itu saja. Ibu kira dia sudah menjadi dunia mu. Karena itu lah, dengannya, mama kira kamu tidak akan menjalani hidup yang hampa seperti mama selama ini. Mama kira kamu bisa bedumah tangga secara normal. Itu memang menyenangkan. Ya, saat ini kamu pikir api yang kamu rasakan adalah cinta. Kamu tahu kamu melompat ke dalam api, tapi kamu merasa tidak bisa menahannya. Siapa lagi yang bisa kamu salah kan? Kamu hanya mirip ayah mu. Kamu tahu, karena perasaan sesaat itu, kamu baru saja kehilangan seluruh dunia mu. Kamu tidak tahu saat ini apa yang telah hilang. Kamu tidak tahu apa yang baru saja hilang", mamanya menangis lagi memikirkan akan kehilangan menantu sebaik Lala.

"Dia sudah lama menunggu kehadiran buah hati, akhirnya ia mendapatnya, berbulan - bulan menjaganya selama di kandungan, namun Allah berkehendak lain. Allah ambil calon anaknya yang akan lahir ke dunia, membuat Lala sangat sedih bahkan tidak ingin melihat wajah anak yang selama ini ia kandung, karena takut ia tidak akan bisa melupakan selamanya. Dia berusaha pulih dari kesedihannya. Lalu saat ia sudah mulai bangkit, kamu mala mengkhianatinya begitu dalam. Apa yang kamu pikirkan saat berselingkuh darinya Dewa!", teriak mamanya lagi menepuk - nepuk tubuh Dewa.

**

"Makasih ya bu sudah mau membuat janji temu dengan saya", saat ini Lala dan bu Angel bertemu di sebuah cafe atas permintaan Lala. Ada sesuatu yang ingin ia tanyakan mengenai pak Rangga dan juga Dewa.

"Iya, bicara lah, apa yang ingin kamu sampaikan", pinta bu Angel sambil meneguk teh hijau hangatnya.

"Hubungan antara pak Rangga dan Dewa yang kemarin ibu sebutkan, apa ada kaitannya dengan bu Suci dari Kilang Pride?", tanya Lala to the point.

"Kamu menebak lebih cepat dari dugaan ku", bu Angel tersenyum tipis menjawabnya. 

"Dewa mengurus para wanita simpanan suami ku, dia memberi mereka uang dan membuat mereka meneken perjanjian. Dan hal - hal seperti itu. Dia sudah menangani banyak wanita sejauh ini. Kurasa dia cukup handal melakukannya", Lala tidak menyangka akan cerita bu Angel. Suaminya yang ia kenal lelaki baik, pekerja keras dan tidak pernah neko - neko ternyata melakukan pekerjaan sekotor itu.

"Kenapa kamu terkejut? Suami ku tidak memercayai orang lain selain Dewa, suami mu.  Ku pikir suami ku merasa suami mu bisa di percaya. Terbukti, bahkan denganmu sebagai istrinya, seperti Dewa tidak pernah menceritakan pekerjaannya itu padamu. Bahkan suami ku membeli saham dengan nama pinjaman kalau - kalau nanti ada pertarungan warisan. Dan itu semua yang mengurusnya adalah suami mu. Saham itu memakai nama Suci dan suami mu. Kamu tidak tahu apa pun tentang suami mu".

Orang Ketiga Dalam Rumah TanggaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang