FLASHBACK ON
Sebulan sebelum Lala dan Dewa menikah, ibu Lala mengunjunginya ke kantor.
Lala pikir ibunya tulus mendatanginya karena mereka memang sudah lama tidak bertemu.
Lantas Lala pun mengajak ibunya ke kafe samping kantornya.
"Kamu tumbuh dengan baik, ibu percaya ayahmu akan melakukan itu", ucap ibunya Lala sambil tersenyum.
"Ada apa ibu kemari?", tanya Lala.
"Ibu dengar kamu akan menikah, ayahmu memberitahu ibu".
Ibunya Lala mengeluarkan satu buah amplop yang berisi uang tunai. "Ini tidak seberapa, kamu harus memberi calon suamimu jas baru", ucap ibunya sambil menyerahkan amplop itu.
"Tidak perlu Bu--".
"Ibu melakukan ini bukan untuk pura-pura menjadi orang tuamu", potong ibunya Lala. "Anggap saja ini sebagai hadiah uang untuk pernikahan mu, orang lain melakukan lebih, jadi ini bukan apa-apa", ucapnya sambil menyerahkan kembali amplop yang tadi dikembalikan Lala padanya.
"Aku tidak membutuhkannya Bu", Lala kecewa karena ibunya mendatanginya hanya untuk membahas soal uang.
"Kalau begitu buang saja atau setidaknya biarkan ibu melakukan ini", ucap ibunya sambil menggenggam tangan Lala. "Ibu tidak pernah melakukan apapun untukmu, jadi setidaknya biarkan ibu melakukan ini", ucapnya lagi sambil tersenyum.
*****
Saat pulang kerja ia menceritakan kejadian tadi ke Dewa.
"Ibumu?", tanya Dewa yang dibalas anggukan kepala oleh Lala.
"Maaf aku pikir dia sudah meninggal, karena kamu selama ini tidak pernah menceritakan tentang ibumu", ucap Dewa merasa tidak enak dengan Lala.
"Apa yang dia inginkan sekarang dengan hal seperti itu? Kenapa dia tiba-tiba saja datang dan memberikanku uang, tapi yang lucu adalah hal ini, untuk sesaat aku pikir aku senditi, tapi kupikir sebenarnya aku punya ibu yang mengkhawatirkan calon menantunya, bukankah itu lucu?", Lala berucap tidak percaya mengingat kejadian tadi dengan ibunya.
Lantas Dewa menarik pergelangan tangan Lala untuk ia genggam agar Lala merasa tidak sendiri.
*****
Besok harinya ibu Lala meminta bertemu dengan Dewa. Dewa pun menyanggupi permintaan ibu Lala dan mengatur pertemuan makan malam bertiga dengan Lala tanpa sepengetahuan Lala kalau ibunya juga ikut.
Saat dewa dan Lala baru saja memasuki ruangan VIP sebuah restoran, Lala bergegas pergi membalikkan badan ketika melihat ternyata ada ibunya juga di dalam ruangan.
"Lala", kejar Dewa sambil menarik Lala dan memeluknya.
"Tolong jangan begini, ayo turunkan ego mu untuk makan malam dengan ibumu sebentar saja", ucap Dewa. Lala pun menganggukan kepalanya dan mereka kembali memasuki ruangan VIP dimana ibunya sedari tadi sudah menunggu kedatangan mereka.
*****
Teringat lagi saat hari pernikahannya dengan Dewa. Di lihatnya ibunya juga turut hadir walaupun tidak ikut mendampinginya dipelaminan. Lala merasa senang dengan kehadiran ibunya.
Setelah selesai acara resepsi pernikahannya. Lala bergegas berganti pakaian agar bisa menemui ibunya. Di saat itu juga ia melihat ayahnya sedang memberikan amplop berisi uang ke ibunya. Lala tidak berani mendekat.
"Terima kasih", terdengar ibunya mengucapkan terima kasih kepada ayahnya. "Aku sangat tidak tahu malu", ucapnya lagi.
"Hiduplah bahagia", ucap ayahnya terdengar tulus.
"Aku berencana menjalani hidup yang baik sekarang--", Lala menghampiri ayah dan juga ibunya.
"Lala", ucap ibunya merasa tidak enak saat Lala memandangi amplop yang saat ini sedang ia pegang.
"Apa itu alasan ibu datang padaku? Apa karena ayah menjanjikan uang pada ibu?", Lala merasa sangat kecewa dengan ibunya.
"Lala ini tidak seperti yang kamu duga", ucap ayahnya sambil mengejar Lala yang berlari meninggalkan mereka.
FLASHBACK OFF.
*****
Lala keluar dari ruangan rawat ibunya menuju halaman rumah sakit. Akhirnya ia bisa menumpahkan tangisnya. Ia masih tidak menyangka kenapa ibunya selalu mendatangi orang terdekatnya hanya untuk mendapatkan uang. Apalagi mengingat ketidaksetiaan ibunya dengan ayahnya.
Dia merasa ayahnya memiliki hati yang luas walaupun sudah ditinggalkan oleh ibunya, ayahnya masih dengan tulus tadi ingin merawat ibunya yang sedang terbaring di rumah sakit.
Setelah puas menangis ia kembali masuk ke ruangan rawat ibunya.
"Aku di sini hanya karena tidak ingin ayah yang menjaga ibu, aku akan menyewa perawat buat ibu. Ibu adalah ibu kandung ku jadi akan kulakukan itu untuk ibu. Tapi kita tak pernah bertemu lagi", ucap Lala ke ibunya yang saat itu sedang memandangnya dengan tatapan yang sendu.
Sebenarnya Lala juga tidak ingin mengucapkan itu ke ibunya tetapi rasa kecewanya masih besar tersimpan di hatinya.
*****
Ibunya Lala terjaga dalam tidurnya dia melihat ke sebelah kirinya ada Lala yang tertidur di atas sofa dalam ruang kamar rawatnya.
Ia kembali merasa bersalah dengan Lala, walaupun Lala ketus terhadapnya, Lala masih ingin menjaganya dalam keadaan sakit seperti ini.
*****
Raisa mengunjungi rumahnya saat tengah malam. Betapa terkejutnya ia saat memasuki rumahnya dalam keadaan berantakan, mainan yang berserakan, tumpukan piring kotor di wastafel, bekal anak-anak yang tidak dimakan.
Ia perhatikan lagi bekal anak-anak yang tidak dimakan itu, yaitu buatan Lucky, suaminya.
Ia merasa sedikit terharu melihat Lucky menyiapkan bekal anak-anak dengan di bentuk karakter yang lucu-lucu. Tetapi anak-anaknya juga tidak ingin memakannya.
Dimasukinya kamar anak-anaknya, Yoga dan juga Sony. Mereka berdua sudah tertidur.
*****
"Lala mengambil cuti hari ini", ucap dewa saat baru saja sampai di kantor memberitahu rekan setim manajemen.
"Helena aku minta tolong kamu tangani tugas Lala yang paling mendesak", pinta Dewa ke Helena.
"Baik pak", sambil menganggukan kepala Helena menjawab perintah Dewa.
Helena hanya menatap langkah Dewa, dia bertanya-tanya kenapa Lala mengambil cuti secara tiba-tiba.
*****
Saat Helena memasuki ruangan Dewa untuk meminta tanda tangan.
"Pak maaf ganggu, boleh di tandatangani dulu pak untuk berkasnya".
Dewa pun menerima berkas yang diberikan Helena lalu menandatangani dan memberikan kembali berkas itu ke Helena. Dewa menatap ke Helena kenapa tidak bergegas pergi setelah menerima berkas yang sudah ia tandatangani.
"Ada apa lagi Helena?", tanyanya.
"Aku bisa menerima kenyataan karena Lala.
Ia teringat dulu pernah meminta Dewa untuk menjalin hubungan dengannya. Tetapi Dewa hanya bersikap dingin menolak dirinya dan menganggap seluruh ucapannya hanya lelucon.
Di hari itu juga saat pulang kerja Lala mengungkapkan kalau ia akan menikah dengan Dewa.
FLASHBACK ON
Teringat kembali percakapannya dengan Lala.
"Sejak kapan kalian mulai berpacaran?" tanya Helena masih dengan nada syoknya.
"Gue ingin memberitahu lo, tapi kalian kuliah bersama dan gue tidak ingin menyusahkan". Helena hanya tersenyum tipis.
"Lo kesal karena gue tidak memberitahu lo lebih awal?", tanya Lala karena mentap Helena hanya tersenyum kecil menanggapi pengakuannya.
"Selamat yaa, gue bahagia untuk kalian berdua. Semoga pernikahan kalian langgeng sampe nenek kakek ya La", sejak saat itu Helena memutuskan untuk berhenti mengejar cintanya Dewa.
FLASHBACK OFF.
KAMU SEDANG MEMBACA
Orang Ketiga Dalam Rumah Tangga
RomanceLala mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal, memberitahu bahwasanya suaminya tengah berselingkuh dengan salah satu karyawan yang berada di tim yang sama dengan dirinya. Mulai dari situ Lala berusaha mencari tau satu persatu dan betapa ia sangat...
