Takut.

7.5K 674 57
                                        

Orang di hadapannya tampak tertawa. Bukan tawa yang keras sebetulnya. Well, itu bahkan lebih seperti kekehan sih. Namun, tetap saja menyaksikan itu di bibir pintu rasanya rahang Prisha mau jatuh andai itu bukan buatan Tuhan-owh, tentu saja!

Maka, gagal menjaga mulutnya untuk tetap bungkam, Prisha pun melayangkan tuduhan dalam gumaman, "Kamu masih bisa ketawa?"

Meresponsnya, orang itu cuma meletakkan telunjuknya di atas mulutnya sendiri sebelum meminta Prisha mendekat melalui gerakkan tangan.

See? Betapa dia memang selalu bertindak seenaknya sendiri.

Tidak tahu kah dia sementara dia bisa enteng tertawa macam begitu apa saja yang telah Prisha hadapi sebelum dan setelah dia tiba di tempat ini?

Menyadari Prisha tak kunjung menuruti maunya untuk mengeliminasi jarak, orang itu pun lantas berkata dengan nadanya yang sama sekali tak mengindikasikan kalau dia sedang sakit, "Why? Kamu takut saya tinggalin pas lagi sayang-sayangnya?"

Hish, Prisha ingin mendebat bahwa tak ada yang menyayangi pria itu! Terlebih dengan tabiat, hal-hal gila yang kerap dilakoninya, maupun mulutnya yang hobi mangap dengan sesukanya! Tapi, akhirnya toh dia hanya bergeleng-geleng kepala miris sambil kemudian terpaksa duduk di kursi paling dekat dari pintu.

"Semua orang terkejut," Prisha berbisik memberi tahu setelah nyaris satu menit dia menunggu, tapi kesannya orang itu tak ada niat memberinya penjelasan apa-apa.

Lagi pula, ya siapa sih yang nggak kaget? Terlebih Prisha yang memang sejak awal tahu bahwa hari ini atau mungkin malah hari-hari sebelumnya pun mereka tengah berhadapan dengan orang yang mencurigakan. Entah dia di bawah arahan Gustiraja atau bukan. Namun, please, orang itu mengikuti ke sana-sini persis di belakang mereka. Mana saat mereka berpisah di La-Mona nada pria itu pun sudah nggak enak. Dengan mengumpulkan semua orang lagaknya betul-betul kayak orang yang mau ninggalin wasiat. Terus, ditambah lagi dia sulit dihubungi. Eh, seolah belum cukup, Sekretarisnya juga mengabarkan sebuah berita buruk. Jadi, siapa coba yang bisa tertawa di saat-saat seperti ini?

Well, orang itu jelas adalah manusia di depannya sih, yang sesekali masih saja terus terdengar menahan-nahan deraian tawanya. Ugh, mungkin karena kepalanya lecet kali yah maka dia jadi sedikit kehilangan kewarasan? Meski, sehari-hari dia tidak serta-merta bisa disebut waras juga kok. Sebab, orang waras mana yang tega berbuat macam apa yang sudah dilakukannya itu?!

"Naga menangis dan saya tidak tahu bagaimana cara untuk menghentikannya," beber Prisha pelan, tapi tak bisa ditampik jika nadanya terkesan menusuk. Oh ya tentu, itu bagai menegaskan bahwa perempuan itu telah berupaya keras menahan kekesalannya. Bukan cuma karena ini sudah lewat tengah malam dan hanya ada mereka dalam ruangan-di mana salah satunya telah diwanti-wanti untuk banyak-banyak beristirahat. Namun, karena berteriak-teriak tidak pernah menjadi gaya Prisha mau semarah atau sekecewa apa pun keadaannya. Jika fakta bahwa bapak pernah berselingkuh serta sialnya selingkuhannya itu melahirkannya saja bisa menahannya dari mengacak-acak dunia, kenapa Prisha harus membuang energinya untuk orang menyebalkan ini kan?

Jujur, di antara semua hal memang kesedihan sekaligus tangisan Naga adalah yang paling Prisha sesalkan. Dia jarang sekali ditenangkan ketika sedang bersedih ataupun berduka sehingga dia pun tidak paham harus berbuat apa jika ada orang di sekitarnya yang mengalami hal serupa.

Okay, belakangan interaksi maupun reaksinya terhadap manusia lain memang membaik. Tetapi, itu boleh jadi karena selama ini toh Naga memang tidak pernah menangis sekejar itu di depannya. Lalu, begitu Prisha disuguhi oleh pemandangan berupa air mata anak itu yang membajir hingga membuat wajahnya yang kecil bukan hanya memerah, tetapi juga lembab. Ugh, tarikan sesak napas Naga bahkan terdengar begitu mengerikan! Itu ... bak mengingatkan Prisha pada suara napasnya sendiri tiap kali dia menangis sendirian di Bogor. Menghadapi seluruh hal itu di depannya entah mengapa kepala Prisha seperti kosong.

Jangan Ada Air MataCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang