10. Ayah sakit

6.6K 615 74
                                        

Anthony 8 tahun. Reza 5 tahun.






Rian berlari terburu di lorong rumah sakit. Pikirannya panik. Ia membuka pintu kamar dengan kasar.

"Mas!"

Semua yang ada di dalam menoleh. Laki-laki berkulit putih itu melangkahkan kakinya masuk. Berdiri di samping Fajar.

"Mas kenapa?"

"Masih belum bisa dipastikan suami anda kenapa, harus menunggu hasil cek darahnya keluar."Sahut dokter yang ada disitu.

"Makasih Dok." Rian tersenyum tipis. Setelah dokternya pamit undur diri, Rian kembali menatap Fajar.

"Aw dek!" Fajar meringis ketika telinganya di jewer Rian.

"Kan aku udah bilang! Jangan keseringan lembur! Kalau udah gini siapa yang susah?!"

"Maaf,"

"Ga guna Mas, udah terjadi. Kamu tahu ga sih aku panik waktu di telpon sekretaris kamu?! Aku takut kamu kenapa-kenapa waktu mereka bilang kamu mimisan trus pingsan!"

Rian mungkin marah, tapi ekspresi dan mata yang berkaca-kaca membuat Fajar semakin merasa bersalah.

Fajar meraih tangan Rian yang terkepal. Membawanya ke wajahnya dan mencium punggung tangan Rian.

"Maaf, aku ga bermaksud bikin kamu khawatir."

"Jangan gini lagi. Aku ga mau kamu kenapa-kenapa."

Fajar mengangguk.

*****

"Ayah!"

Fajar menoleh ke arah pintu, ada kedua putranya yang berlari masuk.

"Ayah kenapa?" Tanya Anthony.

"Ayah gapapa A',"

"Ayah cakit ya?" Sahut Reza.

"Enggak, Ayah ga sakit kok." Rian mengangkat tubuh Reza dan mendudukkannya di samping Fajar.

"Fajar kenapa Yan?"

"Gatau Vin. Cek darahnya belum keluar."

"Yaudah lo tenang aja. Ntar anak-anak biar sama gue."

"Makasih Vin, sorry ngerepotin."

*****

Besoknya, ketika hasil cek darah Fajar keluar, Ia positif terkena demam berdarah.

"Dek," Lirih Fajar.

"Kenapa Mas?"

Fajar meringis. Tangannya menggenggam kuat tangan Rian. "Pusing Dek, kepala Mas sakit banget. Badan Mas juga nyeri semua."

Rian ingin menangis. Sungguh. Ia khawatir pada suaminya yang hanya bisa berbaring lemah. Tangannya yang bebas mengelus kepala Fajar.

"Iya Ian tahu. Tapi tahan dulu ya? Ian disini kok sama Mas."

Fajar memejamkan mata sambil sesekali meringis menahan sakit. Berulang kali bergerak tidak nyaman karena seluruh tubuhnya nyeri.

Alfian's FamilieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang