For: reeds0926
Gara-gara dirimu nih bang, racun sekali anda wkwk
AU!
Seandainya Jonatan punya adik-
"Koh, Kevin kok pusing ya?"
"Kenapa?" Marcus membuka lengannya, membiarkan Kevin duduk di pangkuannya.
"Gatau, dari pagi badan Kevin lemas,"
Marcus menempelkan punggung tangannya di kening Kevin, rasa panas menjalar di tangannya.
"Capek ya? Jojo bikin kamu kesusahan?"
"Enggaa, Jojo emang aktif, tapi Kevin ga ngerasa susah. Cuma kok akhir-akhir ini Kevin ngerasa gampang capek aja,"
"Yaudah kamu istirahat aja, besok kita titipin Jojo sama Mama, sehari aja. Biar kamu bisa istirahat,"
Kevin mengangguk. Menyamankan dirinya di pangkuan Marcus dan terlelap. "Vin, Kokoh mau kerja."
Kevin menggeleng. "Bobo aja sama Kevin~" Rengeknya.
Dan Marcus tidak punya kuasa untuk menolak kemauan nyonya besar Gideon.
*****
"Vin?"
"Kokoh jangan kesini! Kevin lagi muntah!"
Tanpa menghiraukan seruan Kevin, Marcus justru mendekat dan memijat tengkuk Kevin pelan.
"Kevin kenapa?"
"Pusing," Keluh Kevin.
"Ke dokter aja mau ga? Badan kamu tambah panas gini loh,"
Kevin menimbang-nimbang sebentar, kemudian menggeleng. "Engga ah Kevin cuma masuk angin kok. Mau bobo aja seharian. Nanti kalau Mama dateng bilangin maaf Kevin ga temuin Mama,"
Marcus hanya pasrah. "Yaudah, kamu balik tidur aja, Kokoh mau liat Jojo dulu,"
*****
"Loh Kokoh ga kerja?"
"Engga, kamu udah enakan?"
Kevin mengangguk. "Lumayan, pusingnya hilang tapi mualnya engga,"
"Mau makan dulu kah? Kamu dari siang belum makan,"
"Emm," Kevin tampak berpikir. "Mau sate ayam boleh?"
Marcus mengernyit. "Ini masih sore Vin, mana ada yang jual sate ayam?"
"Ih pokoknya mau sate! Cari dulu sana sampai dapat!"
Marcus terheran-heran. Suaminya lagi kenapa ya?
"Sate pinggir jalan Koh! Gamau yang di restoran!"
Marcus mau tidak mau menuruti permintaan sang Nyonya Gideon daripada diusir dari kamar nanti malam.
Setelah mendapat satenya dengan penuh perjuangan, Marcus melajukan mobilnya kembali ke rumah. Saat berhenti dilampu merah, Marcus mendadak teringat sesuatu.
