57. 🐨

4.2K 389 79
                                        

Anthony 1 tahun.

Buat yang kangen Onik masih krucil.

Jangan tanya kenapa judulnya koala. Soalnya bagi aku aku bayi koala sama Onik sama-sama lucu :(







Fajar tertawa geli saat melihat gundukan kecil di balik selimut ketika membuka pintu kamarnya. Ia menidurkan dirinya di kasur dengan posisi miring, sebelah tangannya menopang kepala. Satu jarinya yang menganggur menusuk-nusuk pelan gundukan kecil itu.

Tidak lama kemudian gundukan itu bergerak, menyembulkan kepala kecil yang menggemaskan. Sepasang mata bulat jernih menatap Fajar dengan lucu. Mengerjap beberapa kali membuat Fajar tidak tahan.

"Onik ngapain?"

"Uh- yah," Anthony masih memandang Fajar dari balik selimut. Tangannya diulurkan pada sang Ayah.

Fajar menyambut jari kecil Anthony, "Lagi ngapain sih sayangnya Ayah? Main petak umpet ya sama Bunda?"

Anthony perlahan merangkak keluar. Ia langsung menubruk dada Fajar dan menduselkan wajahnya.

"Yaampun lucunya anak Ayah!"

Anthony kemudian mendudukkan dirinya di depan Fajar. Jari kecilnya bermain di atas pipi sang Ayah sambil berceloteh. Fajar pura-pura mengangguk paham. Sesekali menimpali ocehan Anthony. Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Mereka menoleh bersamaan saat mendengar suara Rian.

"Onik, dicariin juga. Ayo mandi dulu,"

Anthony menggeleng. Ia kembali menduselkan dirinya di dada Fajar membuat Rian menghampiri mereka. Fajar menepuk pantat Anthony pelan, "Ayo sayang mandi dulu,"

Anthony langsung melepaskan dirinya dari sang Ayah. Kembali merangkak masuk ke dalam selimut. Hanya rambut hitamnya yang kelihatan sedikit.

Fajar dan Rian tertawa geli. Putranya yang hampir berusia 1 tahun ini tidak pernah tidak membuat mereka gemas. Jari Fajar memainkan rambut tipis Anthony. Membuat Anthony menggelengkan kepala mengusir jari Fajar.

"Ayo dong Sayang mandi dulu, nanti keburu sore."

Anthony kembali menggeleng. Semakin menelusupkan dirinya di bawah selimut.

Rian tidak kehabisan akal. Ia duduk di samping Anthony sambil menepuk-nepuk pelan pantat Anthony. "Sayang, main air yuk? Berenang sama Ayah mau ga?"

Diam beberapa saat, Fajar memandang Rian bertanya. Baru ingin menjawab, gundukan kecil tersebut bergerak. Tanpa aba-aba, Anthony menubrukkan dirinya di pangkuan Rian.

"Mau main air?" Anthony mengangguk. Membuat Rian tersenyum jahil pada sang suami. "Yaudah yuk, kita turun. Biar Ayah ganti baju dulu,"

Anthony kembali mengangguk. Ia melingkarkan lengannya di leher Rian. Lantas memberi tatapan memohon pada Fajar. "Iya Sayang iyaa, sana duluan sama Bunda ke bawah. Nanti Ayah susul."

Fajar tidak habis pikir. Diajak mandi ga mau, tapi diajak main air mau. Fajar kemudian beranjak mengganti bajunya. Lalu menyusul suami dan anaknya di halaman belakang rumah.

*****

Anthony sudah tidak sabar menunggu sang Ayah. Ia terus bergerak-gerak di gendongan Rian sambil tangannya menunjuk-nunjuk kolam renang. Segera setelah Ayahnya muncul di balik pintu kaca belakang, Anthony langsung berseru heboh.

Alfian's FamilieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang