Pendek :(
Anthony 2 tahun.
Bunga.
"Ayah mau kemana?"
"Ayah mau ke belakang, siram tanaman,"
"Mau ikut!"
"Yaudah ayuk." Fajar menggandeng tangan kecil Anthony ke belakang.
"Mau mau!" Anthony berseru senang saat Ayahnya mengeluarkan selang. Cipratan air membuatnya girang.
"Abis ini mandi ya," Fajar dengan sengaja menciprati air ke tubuh anaknya. Membuat Anthony tertawa lebar.
Anthony kecil masih asyik bermain air. Sampai matanya menangkap bunga anggrek ungu yang cantik. Tangannya terulur. Lalu memetiknya dan berlari masuk.
"Bunda, Bunda!"
"Iya sayang?" Rian berjongkok. Menangkap Anthony yang berlari kearahnya.
"Buat Bunda," Anthony mengulurkan bunga yang di petik tadi.
"Wah- Onik dapat dari mana?"
"Pot Bunda." Jawaban polos Anthony membuat Rian menganga.
"Dek, anggrekmu kok hilang satu bunganya?" Tanya Fajar tiba-tiba.
Rian menunjukkan bunga di tangannya. "Dipetik Onik,"
"Oalah,"
"Bunda ndak cuka ya?" Wajah Anthony memelas.
"Suka kok sayang, makasih ya." Rian memberi satu ciuman di pipi Anthony. "Tapi lain kali ga boleh dipetik ya, kasian nanti bunganya sakit kalau dipetik,"
"Gitu ya?"
Rian mengangguk.
"Nanti kalau udah becal Onik mau beyiin Bunda bunga yang banyak!" Tangannya terbuka. Menunjukkan seberapa banyak bunga yang mau dibeli.
Rian gemas sendiri. Menggendong Anthony dan memutarnya di udara. "Gembulnya Bunda-"
"Cayang Bunda!" Anthony berseru sambil memeluk leher Rian erat.
*****
Anthony 5 tahun.
Mandi.
"Mandi yuk?"
Anthony menggeleng. Merosot dari sofa lalu bersembunyi di balik lemari.
"Mandi sama Adek?"
"Ndak,"
"Berenang sama Ayah?"
"Ndak,"
"Mandi sama bebek?"
"Ndak mau,"
"Mandi busa?" Rian belum menyerah membujuk Anthony.
Mata Anthony mengintip sedikit.
