48. Anthony's

4.5K 412 84
                                        

Anthony 8 bulan.

"Onik, anak Ayah yang paling ganteng, ih lucunya kalo senyum," Fajar terus menduselkan hidungnya di pipi gembil Anthony. Membuatnya bisa mencium aroma bayi yang menguar dari tubuh Anthony.

Rian tersenyum melihat interaksi dua orang kesayangannya. Ia mengambil HP nya dan mengabadikan momen tersebut.

"Mana senyumnya? Aih gemesnyaa~" Fajar terus menggoda Anthony. Membuat suara-suara lucu yang disambut tawa Anthony.

"Mas, udah malem. Waktunya Onik bobok,"

"Yah- kan Ayah masih mau main sama Onik, Ayah kan kangen seharian ga ketemu dedek ya?"

Seolah mengerti kalimat sang Ayah, Anthony melingkarkan lengan kecilnya di leher Fajar. Membuat Fajar mendekat kemudian diberi ciuman kecil oleh Anthony.

"Heee anak Ayah manis banget sih-" Fajar menghujani pipi Anthony dengan kecupan.

"Nih Mas, kasih susu Oniknya, aku kunci pintu depan dulu."

Rian meninggalkan mereka berdua untuk mengunci pintu dan jendela. Saat Ia kembali, Fajar tengah menggendong Anthony dengan sebelah tangan sedang tangan sebelah lagi menyangga botol susu. Bibirnya bersenandung kecil membuat Anthony mengantuk.

"Bobo yang nyenyak ya Sayang, mimpiin Ayah oke?" Fajar meletakkan Anthony di boks bayinya. Menyelimuti dan tidak lupa memberi kecupan di keningnya.

"Udah, Mas nya juga harus tidur, besok kerja. Jangan dilihatin terus anaknya,"

"Lucu Dek, ga bosen Mas lihatnya," Fajar menoleh ke Rian. "Makasih ya udah kasih malaikat kecil seperti Onik."

Rian mengangguk. Fajar kemudian menepuk perut Anthony sekali baru menyusul Rian tidur.

*****

Anthony 1 tahun.

"Coba bilang Ayah-" Fajar mengajari Anthony yang mulai sering berceloteh.

"Ung?" Bayi kecil Fajar itu justru menyengir lucu. Menampilkan gigi kelincinya.

"A-yah gitu," Coba Fajar lagi.

"Wa wa-"

"Bukan wa, tapi Yah-" Fajar masih berusaha dengan gigih.

"Um-" Anthony menggeleng. "Ba- ba-"

"Bukan sayang. Coba kalo Bunda. Bun- Da gitu,"

"Uh- da?"

"Iya! Coba lagi, Bun-da,"

"Nda! Hehehe-" Anthony tepuk tangan sendiri.

Fajar cemberut. "Giliran disuruh bilang Bunda 2 kali aja langsung bisa. Tadi disuruh bilang Ayah berkali-kali malah cuma nyengir."

Rian tertawa. Mencium pipi gembil Anthony berkali-kali, "Onik kan anak Bunda ya?"

Yang dicium tertawa kegirangan. Kakinya melonjak-lonjak di paha Fajar.

"Yaudah Onik sama Bunda aja. Ayah mau mandi dulu," Fajar menyerahkan Anthony ke pangkuan Rian. Membuat Anthony sedikit merengek tidak suka.

Alfian's FamilieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang