100. Drabble (5)

2.8K 167 31
                                        

Hai!

Chapter ini tercipta dari beberapa gambar yang aku temuin, jadi agak banyak. Dan ini panjang, jan capek nge scroll ya yak hehe

Sorry for typo too!

Enjoy!









Derita Sang Kakak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Derita Sang Kakak.

Anthony-Reza (5-3 tahun).

"Aa' nonton apa?"

"Nonton spongebob,"

"Main cama Ejak aja," Pintanya melas.

Anthony menggeleng. "Aa' habis makan,"

Reza akhirnya memilih main sendiri. Loncat sana loncat sini, menganggu Anthony nonton.

"Jaa! Jangan loncat-loncat! Nanti jatuh!"

Reza masih loncat-loncat, tapi sedetik kemudian tersandung karpet dan jatuh, ditambah keningnya kejedut meja.

"HUAAAA!"

Belum sempat Anthony bertanya, suara Rian dari dapur terdengar, "ONIK! ADEKNYA JANGAN DIBUAT NANGIS!"

"Onik diem Bundaaaaa-" Seru Anthony melas.

Lagi nonton juga, bocahnya jatoh sendiri, masih aja Onik yang salah 😢

*****

Jonatan-Christian (15-3 tahun)

"Tian, geseran mainnya, Kokoh mau kerjain PR,"

Tian dengan menurut menggeser tubuhnya, kemudian Jonatan duduk dan menggelar PR nya.

"Itu apa?" Tanya Tian penasaran.

"Ini PR nya Kokoh, jangan dibuat mainan,"

Tian mengangguk. Tapi beberapa detik kemudian kembali bertanya. "Yang ini boyeh Tian colet-colet?"

"Engga, Tian diem dulu. Nanti kalau udah selesai Kokoh main sama Tian,"

Tian yang bosan karena Kokohnya tidak selesai-selesai melirik pulpen yang kebetulan tergeletak dibawah meja. Dengan pintarnya, Ia mengambil pulpen tersebut dan meraih salah satu lembar PR Jonatan yang sudah selesai dan dicoret-coret.

Alfian's FamilieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang