Kalau aneh maapin yak, ngetiknya sambil dengerin dosen ngereceh wkwk
Joshua 4 bulan.
"Kak, lihat deh!"
"Apa?"
"Lihat!" Jonatan menunjuk putranya. "Masa Jo mulai guling-guling,"
"Rekam buruan Jo, kirimin Bunda sama Mami,"
Jonatan langsung meraih HP nya, merekam Joshua yang mulai ingin tengkurap. Anthony menidurkan dirinya di sebelah putranya. Joshua yang melihat Mamanya langsung menyengir.
"Uh!"
"Apa sayang?" Jari Anthony di genggam tangan kecil Joshua.
"Aah~" Joshua merengek saat hampir berhasil tengkurap, tapi gagal.
"Anak Mama ndut sih," Tawa Anthony.
"Kayak Mamanya kan-"
"Apa kamu bilang?!"
"Eh enggak enggak, maksudnya Jo itu imut kayak Mamanya, hehe-" Kata Jonatan canggung.
"Untung ke rem, kalau sampai kesebut alamat tidur sendiri nanti malem," Batin Jonatan.
*****
Joshua 3 tahun.
"Huaaa Mama!"
"Sayang kenapa?"
"Atit-" Katanya sambil menunjuk lututnya yang berdarah.
"Ssh udah gapapa, anak Mama kan jagoan, masa gini aja nangis?"
"Om Ony, maafin Lafa, tadi ga sengaja dolong Kokoh Jo,"
"Gapapa sayang," Anthony mengusap pipi Rafa. "Om Ony obati kaki Kokoh Jo dulu ya, Rafa mau ikut?"
Rafa mengangguk. Anthony kemudian menggendong Joshua masuk.
"Loh Jo kenapa?" Tanya Jonatan panik.
"Jatuh,"
"Gapapa? Darahnya banyak banget Kak, bawa ke rumah sakit aja,"
"Apa sih Jo, ga usah lebay deh,"
"Ih nanti infeksi!"
"Jo astaga! Ini cuma luka kecil, diobati sendiri juga bisa!"
"Kan Jojo khawatir," Jonatan manyun. "Anak Papi gapapa?"
"Atit Pi," Kata Joshua.
Anthony mendudukkan dirinya di sofa dengan Joshua di pangkuannya. Mencelupkan handuk kecil ke air kemudian membersihkan luka putranya. Setelah di beri obat dan perekat luka, Joshua kembali bermain dengan Rafa.
"Jo sini aja, jangan main dulu,"
"Apa sih kamu, anak mau main kok di larang-larang,"
