46. Anak Pungut

3.9K 435 98
                                        

"Bunda ngapain?"

"Beresin lemari sayang,"

Anthony mendudukkan dirinya di samping Rian. Tangannya membuka satu album di sebelahnya.

"Bunda ini Onik ya?"

"Iya itu Onik pas lahir,"

"Kok kecil Nda?"

Rian tertawa. "Bayi baru lahir emang kecil Nik,"

Atensi mereka teralihkan karena suara rengekan Reza. Rian menoleh, menemukan Reza di gendongan Fajar.

"Kenapa Mas?"

"Gatau, tadi anteng aja,"

Mata Rian menyipit. "Kamu gangguin ya?"

"Enggak, cuma-"

"Cuma diciumi, dicolek pipinya, diusap rambutnya, apa lagi? Udah tau anaknya kalau tidur ga bisa di ganggu," Rian mengambil alih Reza.

"Hehehe lucu dek Ejaknya kalo bobo,"

"Nda 'gi apa?" Tanya Reza.

"Lagi beresin lemari, Ejak bobo lagi yuk,"

"Nda mau," Reza menggeleng. "Mau main cama Aa',"

Fajar meraih satu album, kemudian menyeringai jahil. Album-albun foto milik Reza diambil, di umpetin di kolong ranjang.

"Ini ciapa?"

"Ini Aa'," Jawab Anthony.

"Kok kecil?"

"Iya kan itu dulu waktu Aa' baru lahir," Jelas Rian.

"Telus Ejakna mana?"

"Ejak ya belum lahir dong, Ejak punya album sendiri kok," Rian tengak-tengok mencari album Reza, tapi tidak ada satu pun.

"Mas, tadi albumnya Ejak dimana?"

Fajar memberi gestur menunjuk ke bawah ranjang. Kemudian memasang wajah serius, "Ejak ga punya album foto,"

"Kenapa?"

"Ejak kan bukan anak Ayah sama Bunda. Ejak kan cuma anak pungut."

"Telus Ejak anak ciapa?"

"Gatau," Fajar mengangkat bahu. "Ayah nemuin Ejak di depan pagar di dalam kerdus. Makanya gaada foto Ejak bayi kan."

Anthony menatap Ayahnya bingung. "Kan dulu-"

"Aa' diam aja. Nanti Ayah kasih coklat sama es krim."

Anthony langsung mangut-mangut nurut sedang Rian memutar mata malas. Tapi sepertinya ikut mengerjai Reza enak juga. Pikirnya.

"Iya dulu Ayah nemuin Ejak di dalam kerdus, kehujanan lagi, makanya Bunda bawa masuk."

"Telus?"

"Abis itu Bunda mandiin, Bunda kasih makan, trus mau Bunda kasihin orang tapi kasihan yaudah akhirnya Ejak disini deh,"

"Benelan?" Mata Reza berkaca-kaca.

Melihat orang tua dan Aa' nya mengangguk, Reza sontak menangis.

"Bohong! Bohong kan? Ejak anak Nda kan?" Lirihnya.

"Bener Ayah ga bohong,"

Tangis Reza makin kenceng. Membuat Rian jengah. "Udah Mas!" Tangannya mencubit paha Fajar dulu terus menggendong Reza.

"Enggak, Ayah bohong. Ejak anak Bunda kok. Ayah bercanda aja tadi."

"Benelan?"

Rian mengangguk. "Iya Ejak anak Bunda kok, itu album fotonya Ejak diumpetin Ayah kolong tempat tidur." Anthony menarik album foto Reza. Menunjukkan foto-foto bayi adiknya.

"Ejak anak Nda? Anak Ayah juga?"

"Iya Sayang, kamu anak Ayah sama Bunda,"

Tangisnya berhenti. Kemudian memasang wajah galak pada Ayahnya.

"Ayah jahat!" Tangan kecilnya memukul lengan Fajar. Membuat Fajar tertawa. "Ih Ayah jahat! Ejak nda sayang Ayah!"

"Beneran nih? Yaudah nanti malem bobok sendiri ya, Ayah mau kelon sama Bunda," Kata Fajar tengil.

"Nda boleh! Nda cama Ejak! Ayah bobok di luar aja!"

"Lucunya bayi Ayah!" Fajar mencubit pipi Reza, membuatnya terlihat semakin gembul.

"Cakit ih! Ayah nakal!" Reza menepis tangan Fajar. Bibirnya manyun. Membuatnya semakin lucu.

Fajar kemudian menarik Reza ke pangkuannya. Mencium pipi Reza yang merah. "Ayah sayang Ejak," Gumam Fajar.

"Ayah ga sayang Onik?" Kali ini gantian mata Anthony yang berkaca-kaca.

"Ayah sayang semuanya kok," Fajar mencium pipi gembil Anthony.

"Cayang Ayah," Reza membalas dengan menduselkan kepalanya di dada Fajar. Sedang Anthony memeluk lengan Ayahnya.

"Bundanya ga mau bilang sayang Ayah sekalian? Ga mau dicium juga?" Fajar menaik-naikkan alisnya.

Rian kembali memutar mata. "Bosen!"












Dulu kata mama aku nemu di pasar ikan lagi di lalerin 😢

Kenapa ya semua orang tua seneng banget bikin bercandaan gitu wkwk

Alfian's FamilieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang