Hai gais! I'm back hehe
Ini tadinya panjang, jadi aku tanya kalian mau dijadiin satu aja atau dibagi dua, setelah kupikir ulang, aku mutusin buat dibagi dua aja.
Jadi ada yang aku potong dibagian bawahnya dan chapter selanjutnya bakal aku masukin ngidamnya Ikhsan pas hamil Bobby sama Yoyo. Sama sedikit masalah Aca yang belum selesai hehe
Full drama, jangan lelah ngescrollnya 😆
Sorry for typo!
Biar ga bingung,
Ikhsan 25 tahun.
Vito 28 tahun.
Pram 28 tahun.
Ocit 23 tahun.
Aca 30 tahun.
Enjoy ya!
Vito menatap bingung pada kekasihnya yang akhir-akhir ini menjadi pendiam. Ia menghampiri Ikhsan dimeja kerjanya, mengusap rambutnya lembut tanpa mengageti Ikhsan.
"Kamu kenapa?"
Ikhsan menggeleng. Menolak menjawab.
"Jangan bikin khawatir San,"
"Aku ga kenapa-kenapa kok,"
"Tapi kamu udah seminggu ini diam terus, aku punya salah?"
Ikhsan menggeleng lagi. "Aku gapapa,"
Vito menghela nafas pelan. "Ingat ya, kamu punya aku," Lalu memberi kecupan dikening Ikhsan sebelum beranjak pergi.
Ikhsan menatap punggung Vito. Ia dilema. Harus melepaskan Vito dan kembali pada Aca, atau tetap bersama Vito dan membuatnya dalam bahaya?
*****
Hari-hari berikutnya, ketakutan Ikhsan terwujud. Mulai dari hal kecil, Aca beraksi. Vito yang hampir diserempet mobil saat menyeberang, atau motornya yang tiba-tiba mengalami masalah.
Ikhsan takut. Takut kalau kekasihnya benar-benar celaka. Maka dari itu, Ia memberanikan diri untuk menemui Vito.
"Kenapa?"
Ikhsan meremas tangannya yang tertaut. "Kita- udah aja ya. Gausah lanjut lagi,"
Vito bukan orang bodoh yang tidak bisa menangkap maksud Ikhsan. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi, "kenapa?"
"Udah aja, aku ga bisa lanjut,"
"Alasan dulu. Kasih aku alasan yang logis,"
Ikhsan terdiam. Ia menggigit bibir bawah kuat.
"Ikhsan,"
"Jangan paksa aku," Lirih Ikhsan. "Aku ga bisa kasih tau,"
Vito pindah kesebelah Ikhsan. "Aca kan?"
