Siapin mental dan hati ya.
Tahan diri buat ga ngehujat Mami.
Ide ngidam Mami dari si mbak Fangjin hehe
Jangan lupa komen yang banyak ya
Bulan pertama,
"Kokoh!"
"Aduh Vin, kebiasaan deh, teriak mulu, kenapa sih?"
Marcus mengangkat kepalanya saat Kevin melempar benda pipih berwarna putih. "Lihat! Kevin hamil!"
"Terus?"
"Koh! Kevin masih kuliah!"
"Makanya jangan suka godain orang, kebablasan kan. Cuti aja nanti,"
"Ya terus?!"
"Nikah,"
Kevin mendengus. Tapi kemudian menjatuhkan dirinya di pangkuan Marcus.
"Kevin takut,"
"Takut apa?" Marcus mengelus lengan Kevin.
"Takut sama Papa,"
"Nanti Kokoh yang akan tanggung jawab, kamu tenang saja."
Kevin membiarkan Marcus memeluknya erat. Kepalanya mendusel di dada Marcus. "Sayang Kokoh,"
"Love you too,"
*****
Bulan kedua,
"Sebelum perut Kevin semakin besar, Marcus mau nikahin Kevin dulu."
Papa dan Mama Kevin memijat kening lelah. Salah apa mereka sehingga anaknya menjadi seperti ini.
"Pa, kalau mau marah, marah sekarang aja, kalau nanti-nanti juga percuma, ini cucu Papa ga bisa di balikin," Ujar Kevin cuek. Membuat Marcus menghela nafas. Mana yang kemarin katanya takut sama Sang Papa?
Papa Kevin kehilangan kata-kata. "Yaudah lah terserah kalian," Pasrah Papa Kevin.
Mama Kevin memeluk Kevin erat. "Baik-baik sekarang ya, jangan pecicilan, ini ada yang numpang hidup sama kamu, harus dijaga oke?"
Kevin mengangguk. "Iyaa Mama,"
"Kalau mau sesuatu bilang Mama ya,"
Kevin mengangguk lagi. "Yaudah Ma, abis ini Kevin sama Koh Marcus mau ke rumah Mamanya Koh Marcus dulu,"
"Ga makan dulu?"
"Kevin mau masakan Mamanya Koh Marcus,"
"Yaudah hati-hati ya,"
*****
"Sinyooo!! Kan Mama bilang Kevinnya dijagain, bukan di hamilin!"
